Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Larut Malam




Mata Lan Ziyan berbinar melihat sekeliling buku buku disini.


Pengawal yang melihat Lan Ziyan masuk ke perpustakaan langsung membungkuk hormat "Ada yang ingin tuan muda cari?" tanya pengawal itu pada Lan Ziyan yang melihat buku buku ini dengan antusias.


Lan Ziyan menganggukan kepalanya "tolong bantu aku mencari sesuatu" jawab Lan Ziyan.


"Hanya satu pengawal mungkin tidak cukup, aku butuh 5 hmm.. " guman Lan Ziyan dalam hatinya.


"Aku butuh 5 pengawal, tolong ikuti aku" perintah Lan Ziyan ia langsung berjalan lurus.


Pengawal itu mengkode temannya agar datang kepadanya, mereka pun mengikuti Lan Ziyan dari belakang.


Buku buku ini terlalu tinggi untuknya Lan Ziyan tak mungkin hanya sendiri mencari apa yang ia cari. Jika banyak orang itu akan semakin mempermuda.


"Tuan muda,, buku apa yang anda cari?" tanya pengawal dari belakang Lan Ziyan, mereka melihat Lan Ziyan hanya jalan terus dan terus.


Lan Ziyan berbalik badan "Aku mencari buku yang sepecial untuk membuat nama"


Pengawal pengawal yang berada di belakangnya Lan Ziyan saling memandang mereka belum tau jika putri kerajaan Jingtian telah lahir.


"Apakah nona Rounan sudah melahirkan tuan muda?" tanya mereka yang tidak tau.


Lan Ziyan mengangguk.


"Wahh.. kalau begitu selamat tuan muda, anda sekarang sudah memiliki adik." jawab mereka dengan ramah.


"Sebelumnya kami minta maaf tuan, tetapi kami benar ingin tau bayi nona Rounan berjenis kelamin apa tuan muda" tanya salah satu pengawal yang lebih tua, bagaimana pun Rounan sudah menjadi nonanya sejak pengawal tua ini pertama kali bekerja disini.


Lan Ziyan tersenyum semangat "Seorang putri paman, dia sangat cantik. Maka dari itu aku ingin membuat namanya sangat sepecial" sahut Lan Ziyan.


"Jika begitu, baiklah begini saja. Tuan muda duduk disini dan kami semua yang akan mencari buku yang tuan cari." Pengawal itu membatu memberi solusi pada Lan Ziyan yang tampak kebingungan.


Lan Ziyan berpikir semenit lalu ia mengacungkan jempolnya "Setujuuu" jawabnya.


Lan Ziyan berlari ke tempat duduk yang ternyaman baginya agar ia bisa berkonsentrasi membaca buku buku yang akan di beri pengawal nantinya.


Tidak menunggu lama para pengawal membawa beberapa buku di tangan masing masing. Lan Ziyan mengulurkan tangan menerima semua buku itu.


Ia mulai membaca buku itu satu persatu. Lan Ziyan terpokus membaca sebuku, dua buku tiga buku dan sampai buku yang ke 13 Lan Ziyan menggelengkan kepalanya.


Melihat Lan Ziyan sudah hampir habis membaca buku di meja pengawal pengawal itu mulai mengambil buku lagi dan lagi.


"Yiran : Penuh semangat dan selera. hmm bagian seleranya aku kurang suka. Jika adikku nanti terlalu berselera makan bisa gemuk! tidak. tidak. tidak!!! " ucap Lan Ziyan menutup buku itu dan membaca buku selanjutnya.


Pengawal pengawal itu yang sedari tadi mondar mandir wajahnya sudah di paksakan untuk tersenyum. Mereka benar benar sangat lelah hari ini.


Namun mereka melihat tuan mudanya yang masih semangat mencari nama pengawal itu ikut kembali semangat.


Beberapa jam kemudian...


Hari semakin gelap, pengawal pengawal itu juga sudah jatuh terduduk di bawah karena kelelahan, namun satu nama pun belum di temukan.


Buku di meja Lan Ziyan sudah tinggal tiga yang tersisa pengawal itu langsung bangkit dan mencari buku lain lagi.


Hingga sampai pukul 12 pertengahan malam namun juga belum kelar. Lan Ziyan pun akhirnya sudah lelah ia sesekali mulai menguap, matanya yang terfokus untuk membaca juga sudah mulai agak redup.


Pengawal tua itu sudah kehabisan buku, ia berpikir dan berpikir buku mana lagi yang akan diberikan pada tuannya.


"Ini adalah buku yang terakhir" guman pengawal itu yang jalannya juga sudah sempoyongan.



"Tuan.. hmm ini adalah buku yang terakhir" ucapnya dengan suara serak dengan wajah yang sulit di artikan.


Lan Ziyan yang juga sudah lelah menerima itu ia meletakankan di meja dan mulai membalik buku itu satu demi satu halaman.


Tidak mau melewatkan satu kalimat pun Lan Ziyan mencoba membaca membesarkan matanya agar kata demi kata terlihat jelas.



Mata Lan Ziyan berbinar ia menemukan satu nama yang bagus dan artinya juga baik. "Sempurna.." guman Lan Ziyan tersenyum puas.


"Aku sudah mendapatkannya!!!" teriak Lan Ziyan yang membuat pengawal pengawal itu membelalakkan matanya "Akhirnya...." batin mereka.


Lan Ziyan turun dari kursinya. Ia berjalan ke depan pengawal pengawal itu membungkuk hormat "Terimakasih untuk kalian semua" ucapnya dengan sopan.


Pengawal pengawal itu syok! Seorang putra mahkotanya membungkuk hormat pada seorang pengawal. Mereka terharu melihat ini lelah yang mereka rasakan seharian ini terbalas rasanya melihat apa yang di lakukan Lan Ziyan pada mereka.


Sampai menitikkan air mata di antara mereka. "Paman aku pamit pergi.." ucap Lan Ziyan dan pergi dari sana.


Melihat kepergian Lan Ziyan pengawal pengawal itu berguman " Kerajaan Jingtian semakin cerah di Masa yang akan datang." ucap mereka dengan sangat yakin.