
Sebulan Kemudian.
Cai cai hari ini duduk di paviliun melihat Lan yizhan yang sedang melatih Lan Ziyan. Cai cai duduk disana sambil mengemil makanan, tidak tau mengapa hari hari ini dan sebelumnya ia merasa sangat lapar terus, walaupun sudah makan tapi selang waktu sejam ia lapar lagi.
Lan yizhan dan Lan Ziyan yang sudah siap berlatih mereka berjalan bersama menuju ke tempat Cai cai.
"Sudah selesai? ini.. " ucap Cai cai menyodorkan secangkir minuman kepada Lan Ziyan dan Lan yizhan.
"Terimakasih ma.. " jawab Lan Ziyan mengambil dari tangan ibunya.
Lan yizhan dan Lan Ziyan ikut duduk di paviliun
"Bagaimana dengan latihannya er'Zi?" tanya Cai cai pada anaknya.
"Ayah terlalu hebat ma, er'Zi susah untuk menandinginya" jawab Lan Ziyan melirik ayahnya.
Lan yizhan hanya tersenyum saja mendengar ucapan anaknya.
"Rajaku.. " ucap Luo tian membungkuk hormat pada Lan yizhan yang baru datang.
"Ada apa?" tanya Lan yizhan menoleh ke Luo tian.
"Ada yang ingin bertemu denganmu, orang itu mengatakan namanya Han dari Klan Zhang." jawab Luo tian.
Lan yizhan dan Cai cai saling memandang "Guru zhang? " guman mereka bersama.
Lan yizhan, Cai cai dan Lan Ziyan pun pergi bersama Luo tian bertemu guru Zhang.
"Guru.. " sapa Lan yizhan dan Cai cai pada Zhang han.
"Hmm.. ada yang ingin aku sampaikan" ucap Zhang han dengan ekspresi serius. Karena mereka ingin berbicara yang penting Lan yizhan dan Cai cai membawa Zhang han ke ruangan pribadi agar berbicaranya lebih enak.
"Apa yang terjadi guru? " tanya Lan yizhan yang penasaran karena tidak mungkin zhang han jauh jauh rela kesini tanpa sebab apapun.
Zhang han menghela nafasnya " Ibumu.. ibumu sakit keras.." ucap Zhang han dengan ekspresi sedih.
Lan yizhan membelalakan matanya " Ibu? " guman Lan yizhan pelan melihat ke Cai cai. Cai cai melihat ekspresi Lan yizhan yang tidak biasa memegang tangannya.
"Apa yang terjadi guru?, apa yang terjadi denganya kenapa ibu Lan bisa sakit keras? " tanya Cai cai.
"Aku mendengar dari Lan Cheyuan, emm.. semenjak yizhan pergi tanpa kabar nyonya Lan sudah mulai sakit" jawab Zhang han berhati hati takut akan tambah menyakiti Lan yizhan.
Lan yizhan meremas rambutnya melihat Cai cai " Karena ku ibu sakit, Sayang apa yang harus ku lakukan" ucap Lan yizhan bingung pikirannya juga kacau sekarang.
"Kita ke Klan Lan sekarang" jawab Cai cai menatap serius ke Lan yizhan.
"Bagaimana dengan kerajaan ini?" tanya Lan yizhan yang bingung kerajaan butuh dia dan Ibunya juga membutuhkannya.
Tok.. Tokk.. Tok..
Luo tian segera masuk" maaf jika aku lancang, Rajaku kau pergilah temui nyonya Lan. Kerajaan ini biar aku dan tetua tetua lain yang menjaganya." ucap Luo tian yang mendengar percakapan mereka dari dalam.
"Baiklah, Kerajaan ini aku serahkan padamu." jawab Lan yizhan mengangguk setuju.
Lan yizhan dan Cai cai keluar dari ruangan itu mempersiapkan kepergian mereka. Cai cai berjalan ke kamar ibunya dan Lan Ziyan untuk mengajaknya.
"Bagaimana dengan Rounan?" tanya Xiao mei yang sedang berkemas.
"Aku akan mengajaknya juga bu, bagaimana pun ibu Lan ibunya juga" jawab Cai cai pergi menuju kamar Rounan.
Pintu terbuka Rounan yang sedang membaca buku menoleh ke arah datangnya Cai cai, karena ekspresi Cai cai sangat panik dan serius Rounan mengerutkan dahinya "Ada apa Cai-jie?" tanya Rounan bangkit dari duduknya.
"Ibu Lan sedang sakit, kita akan pergi ke Klan Lan sekarang juga" jawab Cai cai cemas.
"Ibu Lan? hmm.. baiklah, aku akan bersiap sekarang" sahut Rounan dengan cepat.
Mereka mempersiapkan apa yang perlu di persiapkan, perjalanan kali ini cukup jauh jadi harus mempersiapkan keperluan di jalan sebaik mungkin.
Persiapan sudah selesai mereka pun berangkat hari itu juga. Sepanjang perjalanan Lan yizhan wajahnya sangat muram Cai cai yang melihat ekspresi itu hanya bisa berkata untuk menyakinkan Lan yizhan bahwa ibunya pasti akan baik baik saja.
Lan Ziyan juga yang melihat wajah muram ayahnya ia memegang tangan Lan yizhan "ayah.. nenek pasti akan sembuh, ibu dan ayah tabib ikut bersama kita. Mereka pasti akan dapat menyembuhkan sakit nenek" ucap Lan Ziyan dengan bijak menghibur ayahnya yang pikirannya sedang kacau.
Lan yizhan mendengar ucapan anaknya menganggukan kepalanya, tangannya terangkat mengelus elus kepala Lan Ziyan " Ziyan benar, nenek pasti akan segera sembuh" ucapnya dengan tersenyum sedikit legah.
Perjalanan ini memakan waktu berhari hari, walaupun kereta kuda ini di sengaja berlari kencang namun tetap saja sampai seminggu lamanya mereka baru sampai.
Di depan adalah gerbang Klan Lan Cai cai mulai merasa sedikit takut jika kedua orang tua Lan yizhan tidak akan menerimanya, apalagi jika mereka tau Cai cai dari Klan Xiao dan karena Klan Xiao lah Lan yizhan sampai terluka parah.
Lan Cheyuan sudah mengetahui kalau Cai cai dari Klan Xiao ia bisa menerimanya tapi ibu dan ayahnya Lan yizhan apa bisa menerima Cai cai seperti Lan Cheyuan.
Cai cai melihat putranya yang sedang tidur di pangkuan Lan yizhan. Tidur yang pulas karena kelelahan tetapi bibirnya sedikit mengukir senyuman karena bahagia akan berjumpa dengan kakek dan neneknya yang ia rindukan, Cai cai melihat itu menghela nafasnya " apakah Ziyan akan diterima di keluarga Lan? apakah Ziyan akan diusir seperti di Klan Xiao? " pertanyaan pertanyaan jahat itu sedang terbayang di pikirannya.
"Ada apa sayang? " tanya Lan yizhan yang melihat Cai cai sangat cemas.
Cai cai menggelengkan kepalanya "Tidak ada suamiku" jawab Cai cai yang tidak mau menambah pikiran Lan yizhan lagi.
Lan yizhan menghela nafasnya " jangan berbohong padaku, apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Lan yizhan sekali lagi.
Cai cai menundukan kepalanya tangannya meremas jari jari tangannya " aku takut jika Klan Lan tidak akan menerima ku" jawab Cai cai sedih.
Lan yizhan tertawa "Sayang apakah kau bercanda? Jika memang seperti yang kau katakan itu kebenaranya, aku sendiri yang akan menentang mereka. Aku akan melindungi keluargaku siapapun itu orangnya, tapi sayang kau tenang saja percayalah padaku. Mereka akan menerimamu dan Ziyan dengan senang hati. " Ucap Lan yizhan bersungguh sungguh.
Cai cai tersenyum " Baiklah, aku percaya padamu suamiku" jawab Cai cai bersadar di bahu Lan yizhan.
"Lihatlah, tidurnya sangat nyenyak" ucap Lan yizhan menunduk melihat wajah tidur pulas Lan Ziyan di pangkuannya.
"Iya benar, hmm sepertinya senyum di bibirnya itu bahagia karena akan bertemu kakek dan neneknya" guman Cai cai. Lan yizhan mengangguk setuju.
Kereta pun berhenti di depan gerbang Klan Lan. Lan yizhan yang tau sudah sampai ia menghela nafasnya dan turun dari kereta.