Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Raja Baru



Keesokan harinya semua di perintahkan oleh Ratu Jingtian untuk berkumpul di Aula utama karena ada hal penting yang akan dibahas.


Semua para tetua dan antek anteknya serta Lan yizhan dan yang lainnya sudah duduk di tempat masing masing.


Ratu Jingtian yang bersebelahan dengan putri semata wayangnya berdiri ingin menyampaikan sesuatu, Ibu Rounan melihat ke Rounan dan Rounan menganggukan kepalanya.


"Alasan saya memanggil kita semua kesini adalah untuk menyampaikan bahwa.. saya akan mengangkat Yizhan sebagai Raja baru Jingtian" ucap Ibu Rounan kepada semua tamu disana.


Semua orang yang ada disitu terkejut mendengar ucapan Ratu Jingtian ini, Cai cai menoleh ke Lan yizhan memegang tangannya Lan yizhan menghadap ke Cai cai dan menggelengkan kepalanya.


Tetua tetua Jingtian mulai berbisik bisik walupun mereka juga tidak tau rencana pengangkatan Lan yizhan ini tetapi mereka juga setuju jika Lan yizhan menjadi Raja yang baru karena jasa Lan yizhan untuk Kerajaan ini sangat banyak jika tidak ada dirinya mungkin mereka saat ini sudah tewas menjadi santapan para Siluman itu.


Tetua tetua disana mengangguk dan salah satunya membuka suara " Kami semua setuju." ucapnya sambil berdiri dan melihat ke arah Lan yizhan. Lan yizhan belum mengerti semua ini ia berdiri dari kursinya "Kenapa harus saya? akan tidak sopan jika mengangkat orang luar dari kerajaan ini" ucap Lan yizhan pada semuanya.


"Ge.. bukankah aku sudah bilang, jika kau bisa merebut Kerajaan ini aku akan menyerahkannya padamu, awalnya aku berpikir karena masih ada ayahku pasti itu jadi tidak mungkin dan ini kau tau sendirikan ayahku sudah tidak ada lagi. Aku, ibuku dan semua yang ada disini kami semua percaya padamu ge, Kau pasti bisa melindungi kami semua dan kerajaan ini. Kita semua akan bekerja sama untuk memajukan kerajaan ini. " jawab Rounan dengan penuh keyakinan melihat Lan yizhan.


Lan yizhan menghela nafasnya "Beri aku waktu untuk berpikir" ucap Lan yizhan langsung pergi dari sana.


Cai cai mengerti apa yang di pikirkan Lan yizhan ia juga tidak tau harus bilang apa, disisi lain Lan yizhan saja belum bisa melindungi keluarganya masalahnya dengan ayah Cai cai belum kelar dan Lan yizhan statusnya juga belum di bilang dengan mereka siapa dia sebenarnya juga mereka harus segera mencari putra mereka yang entah dimana sekarang.


Xiao mei memegang lengan Cai cai, "Susul dia, bagaimana pun orang orang kerajaan ini sangat percaya padanya. Ibu yakin kau pasti bisa membujuknya" ucapnya agar menyusul Lan yizhan. Cai cai menganggukan kepalanya lalu permisi pergi dari sana.


Cai cai berjalan keluar Aula "Kemana dia pergi?" ucap Cai cai melihat sekeliling, Cai cai mencari dikamar Lan yizhan tidak ada "hmm.. apa mungkin di taman belakang? " guman cai cai berjalan kesana. Ternyata benar Lan yizhan sedang duduk disana dengan ekspresi khawatir.


"Ge.. " panggil Cai cai. Lan yizhan melihat ke sumber suara. "Hmm.. aku tidak tau harus menerimanya atau tidak" ucap Lan yizhan. Cai cai melingkarkan tangannya di leher Lan yizhan "Boleh aku memberitahu pendapatku?" ucapnya dengan lembut.


Cai cai mengecup bibir Lan yizhan " Tidak ada alasan apa apa hanya, Orang orang Jingtian ini sangat baik dan juga mereka sangat mempercayai mu ge. Aku tau kita harus mencari putra kita tetapi jika kau menjadi Raja, itu akan semakin mudah untuk mencarinya dan kita juga memiliki banyak pasukan untuk menyerang Klan Xiao" ucap Cai cai menjelaskan apa yang dipikirkannya.


Lan yizhan juga melingkarkan tangannya di pinggang Cai cai mendorongnya semakin mendekat dan mencium bibir Cai cai dengan lembut, Cai cai menerima itu dengan senang hati lalu membalasnya.


"Ayo kembali ke Aula, mereka sudah menunggu" Cai cai menarik tangan Lan yizhan, tetapi Lan yizhan masih berdiam diri memikirkan sesuatu. " Ada apa ge?" tanya Cai cai. Lan yizhan tersenyum "tidak ada, ayo" ucapnya mereka pun kembali ke Aula dengan bergandengan tangan.


Setelah sampai di pintu Aula Cai cai melepaskan tangannya dari genggamannya Lan yizhan, "Ada apa? " tanya Lan yizhan bingung. "Ge kau akan menjadi Raja bagaimana jika mereka melihat kita bersama, apa kata mereka nanti" jawab Cai cai. Lan yizhan mengerutkan dahinya, Cai cai tersenyum lalu segera mendorong Lan yizhan untuk masuk.


"Ahh.. itu mereka" ucap mereka yang ada di dalam Aula. Lan yizhan dan cai cai masuk dan mulai duduk di tempatnya.


"Bagaimana yizhan keputusan mu? " tanya Ratu Jingtian. Lan yizhan berdiri dari tempat duduknya dan mengangguk. Melihat Lan yizhan sudah setuju mereka tersenyum bahagia. "Aku menerima sebagai raja Jingtian ini. Tapi sebelum itu aku akan mengatakan, aku sebagai Raja baru Jingtian ini akan memilih permaisuri ku sendiri." ucap Lan yizhan pada semua, mereka yang mendengar itu mengangguk.


Lan yizhan menarik tangan Cai cai bangkit dari tempat duduknya, "Dia adalah Istriku dan akan menjadi satu satunya permaisuri ku. " ucap Lan yizhan kepada semua orang. Tetua tetua dan antek anteknya mengerutkan dahinya mereka pikir Lan yizhan akan memilih Rounan, bagaimana pun Rounan adalah putri dari kerajaan ini.


"Kami semua setuju." ucap Rounan dengan senyuman hangat walupun di lubuk hatinya rasanya sakit sekali. Tetua tetua disana dan ibu Rounan terkejut mendengar Rounan menyetujui itu.


Lan yizhan tersenyum melihat ke Cai cai, Cai cai sedikit tidak enak dengan Rounan karena ini kerajaannya namun orang lain yang akan jadi permaisuri raja.


"Baiklah sebagai seorang raja aku akan mengatakan siapa aku sebenarnya, aku adalah putra kedua Lan Xuan. Namaku Lan Yizhan dan ini istriku namanya Cai cai dan itu ibunya bernama Mei, mereka berasal dari Klan Xiao. Dan juga kalian semua harus tahu aku juga memiliki seorang putra bernama Lan Ziyan, tapi dia tidak bersama kami karena ada sedikit masalah ia terpisah dari kami. " Ucap Lan yizhan dengan jujur kepada semua orang di Aula ini, karena dia sekarang sudah menjadi raja jadi tidak perlu ada yang ditutup tutupin lagi.



Semua yang berada disana sangat sangat terkejut mendengar penjelasan Lan yizhan apalagi setelah Lan yizhan mengatakan ia dari Klan Lan dan istrinya itu dari Klan Xiao membuat mereka semakin terkejut. "Pantas saja mereka sangat kuat dan jenius ternyata mereka berasal dari dua Klan terbesar didunia ini" guman mereka semua.