
Cai cai melipat tangannya di dada. Matanya melihat sekeliling kamar penginapan, ruangan yang lumayan besar cukup di tempatin 2 orang, tempat tidur yang tersusun rapi cukup untuk ditidurin 2 orang, satu buah jendela yang berukuran sedang berlapis dengan tirai bewarna putih menghadap langsung ke rumah para penduduk, dan barang barang antik yang tersusun di atas meja untuk menambah keindahan dan kenyaman ruangan ini.
Lan Yizhan dari belakang memperhatikan penampilan Cai cai dari atas ke bawah, Wanita ini benar benar sangat cantik mau di lihat dari mana pun tubuh dan pesonanya susah untuk di acuhkan. Siapa pria yang tidak tertarik dengannya ya walaupun dengan orang asing dia sangat galak namun di sisi lain dia sangat lembut dan perhatian terutama di depan Lan yizhan.
Cai cai menaikan sebelah alisnya juga memperhatikan Lan Yizhan yang memperhatikannya "Ada apa Ge?"
Lan yizhan masih melamun dengan pikirannya, Cai cai berjalan menyentuh lengan Lan Yizhan menyadarkan nya "Ge.. " ucapnya sekali lagi.
Lan yizhan tersadar " Hn? "
"Ada apa, kenapa memperhatikan ku seperti itu Ge?" tanya Cai cai penasaran menunggu jawaban Lan yizhan.
Lan yizhan menarik tubuh Cai cai di pelukannya " Hanya takut" ucapnya menggantung
"Takut?" balas Cai cai mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Takut kau akan jauh dariku" ucapnya memeluk erat Cai cai.
Cai cai tersenyum mengusap usap belakang tubuh Lan Yizhan dengan lembut.
"Aku tidak akan meninggalkan mu Ge, aku berjanji" ucapnya meyakinkan Lan yizhan.
Cai cai memundurkan tubuhnya mendongak melihat wajah Lan yizhan, Cai cai memberanikan diri mencium bibir Lan Yizhan dengan lembut, Lan Yizhan yang merasakan itu pun ikut terpancing dan membalas ciuman itu dengan lembut dan kasih sayang.
"Bagaimana kalau kita berjalan jalan di luar?" ajak Lan yizhan
"Boleh,, " balas Cai cai bersiap siap.
"Namun sebelum itu bolehkah aku meminta sesuatu" tanya Lan Yizhan dengan menatap Cai cai serius. Cai cai mengangguk, " meminta apa Ge? "
" Aku minta agar kau menutupi wajah mu ketika kita berjalan jalan nanti, jika tidak akan ada masalah yang membuat keributan di pasar nanti" ucap Lan Yizhan memberikan kain tipis merah kepada Cai cai.
Lan yizhan melihat Cai cai sudah selesai memakainya lalu menggenggam tangan Cai cai menarik keluar.
Di pasar yang ramai ini Dua sosok Pemuda dan Wanita yang jelas dari kaum bangsawan berjalan perlahan dengan pesona yang memukau, walaupun si wanita memakai petutup wajah namun aura kecantikan nya dan tubuh yang sangat sangat sempurna siapa pun yang melihat itu pasti tergiur ingin memilikinya dan di sampingnya seorang pemuda yang sangat tampan, putih bagai giok mata yang tajam bagai elang, bulu mata yang panjang dan lentik pakaian yang mewah dan bersih, postur tubuh tinggi yang sempurna.
Pasar ini sangat ramai dengan pengunjung maka sikit banyaknya mata mereka melirik ke pasangan ini. Sebenarnya Cai cai risih dengan tatapan itu namun Lan yizhan tetap menggenggam tangan Cai cai tanpa hentinya, malah genggamannya semakin erat. Itu membuat Cai cai semakin percaya diri karena ada Lan yizhan di sampingnya.
"Ayo kita kesana" ajak Lan yizhan menunjuk tempat Aksesoris. Mereka berdua pun berjalan menuju tempat penjualan Aksesori di depan sana.
Lan yizhan melihat lihat barang apa yang bagus dan cantik yang pantas untuk Cai cai. Lan yizhan berjalan menelusuri akhirnya Lan yizhan melihat gelang wanita yang terbuat dari giok bewarna putih. Lan Yizhan mengambilnya dan penjual mendatangin Lan Yizhan " Gelang itu hanya satu satunya di dunia ini, dan gelang itu juga sangat cocok untuk istri anda tuan" ucap penjual itu dengan ramah melihat kedua pasangan yang manis ini.
Cai cai melihat ke gelang yang di pegang Lan yizhan, Lan yizhan melihat ke Cai cai menarik tangannya sedikit ke atas dan memasangkan gelang itu. Gelang yang sangat indah di pasangkan ke Cai cai menjadi ke Indahan yang sangat sempurna. Gelang itu seperti memilih Cai cai untuk memilikinya, Cai cai tersenyum di balik kain penutup wajahnya dan melihat ke Lan yizhan " Aku sangat menyukainya " ucapnya melihat gelang yang sudah terpasang di tangannya.
"Aku ambil yang ini" ucap Lan yizhan pada penjual itu dan memberikan sejumlah uang.
Selepas dari situ mereka melanjutkan berjalan jalannya. Banyak barang bagus dan mewah namun Cai cai tidak suka jadi mereka hanya melihat lihat saja, hari semakin sore Cai cai dan Lan Yizhan memutuskan untuk kembali ke Penginapan.
Setelah sampai Cai cai ingin membersihkan dirinya karena sudah gerah akibat berkeliling pasar seharian, ia pamit untuk mandi namun karena jailnya Lan yizhan ia berpura-pura tidak mau di tinggal oleh Cai cai sendiri jadi Cai cai memutuskan untuk membawa Lan yizhan ikut dengannya mereka pun mandi bersama.
Selesai mandi Cai cai membalutkan kain putih untuk menutupi tubuh polosnya, dan kembali ke kamar. Lan yizhan diam diam mengikuti langkah Cai cai ke kamar dan dan dan... Lan yizhan memeluk Cai cai dari belakang mengedus rambut basah yang terurai di bahu mulus Cai cai dengan tingkah yang super duper jahil Lan yizhan mengigit pucuk kuping Cai cai untuk menggodanya.
Cai cai merasa geli dan membalikan tubuhnya menghadap Lan yizhan
"Aku tidak akan tergoda" ucap Cai cai
"Benarkah? Bagaimana Kalau begini.." Lan Yizhan menggendong Cai cai ala bridal stylenya dan membawa Cai cai ke Kasur mereka, menjatukannya disana dengan lembut. Menyentuh wajah Cai cai yang sudah sedikit memerah dengan jari jari yang lentik Lan yizhan mulai menjalankan tingkahnya tangannya yang di wajah Cai cai mulai turun memegang dagu runcingnya, dan turun lagi memegang pundaknya dan sedikit kesamping meraih ikatan kain putih yang menutupi tubuh Cai cai. Lan yizhan mulai melepas ikatan kain itu perlahan-lahan nafas Cai cai semakin berderuh kencang, Lan yizhan yang melihat itu tersenyum jahil lalu dengan berani menyentuh seluruh tubuh Cai cai, Cai cai yang tidak tahan dan menyerah oleh godaan yang di lakukan Lan yizhan juga terpancing, mereka pun terbuai dengan cinta masing masing.
Setelah melakukan adegan bercintanya Cai cai yang tidur di pelukan Lan yizhan pun merasa tidak mau pisah dengan Kekasihnya ini, ia berpikir apakah orang tuanya bisa menerima Lan yizhan atau tidak, jika tidak Cai cai akan berusaha meyakinkan kedua orang tuanya untuk menerima Lan yizhan. Setelah selesai dengan pemikirannya itu Cai cai menutup matanya yang indah dan ikut terlelap seperti Lan Yizhan.