
Xiao mei yang melihat dari sana menggelengkan kepalanya " Tidak cai cai! tidak! jangan pikirkan aku, bawa anak mu dan pergi dari sini! " ucap Xiao mei menangis hebat.
Xiao Shunxi yang melihat itu hanya menyeringai " Kalian yang disana masuklah!" Panggil Xiao Shunxi pada sepasang suami dan istri yang berada di balik pintu.
Masuklah Tabib Zhaolin dan istrinya Lingling ke dalam, Xiao mei melihat kedua tabib itu pun terkejud.
"Ambillah bayi itu, sekarang itu adalah milik kalian. Itu adalah hadiah karena kau sudah menyelamatkan Cai caiku, terserah kalian ingin tinggal dimana! Aku tidak mau melihat bayi itu lagi disini, kau mengerti!!" ucapnya dengan tegas dan kejam.
Tabib Zhaolin dan istrinya berjalan ingin mengambil bayi Cai cai, tabib Lingling mendekat ke Cai cai " Nona kau jangan khawatir kami akan menjaga Ziyan seperti nyawa kami sendiri" ucap tabib Lingling ia melihat pedang Cai cai yang tergeletak disana menggoreskan ke tangannya lalu meletakan tangannya yang berdarah ke kepalanya " Itu adalah sumpahku nona" ucap tabib Lingling dengan serius. Suaminya yang melihat tindakan istrinya itu juga ikut melakukan hal yang sama. Mereka pasangan suami istri bersujud di depan Cai cai.
Xiao Shunxi yang semakin geram melihat mereka dengan marah " Apa yang kalian lakukan cepat bawa pergi bayi itu!!! " ucapnya dengan nada tinggi.
"Aku akan memegang sumpah kalian, aku menerima sujud kalian dan jaga anakku sampai aku datang menjemputnya! " jawab Cai cai dengan tegas.
Tabib Zhaolin dan istrinya Lingling pun menganggukan kepalanya, tabib Lingling memberi obat ke tangan Cai cai. Mereka pun membawa Lan Ziyan pergi dari sana. Xiao Shunxi memanggil pengawalnya untuk membersihkan mayat pengawal pengawal yang sudah mati ini, setelah selesai ia keluar dari sana menutup pintu Cai cai dan mengunci Cai cai dan ibunya disana.
Xiao mei tidak habis habis menangis melihat ini semua, Cai cai menoleh ke ibunya ia berjalan ke tempat Xiao mei dan membantunya untuk membawanya ke kasur cai cai.
Cai cai mengobati luka luka ibunya dengan serius, ibunya memperhatikan Cai cai dengan wajah sedih " Cai cai.. kita harus segera keluar dari sini nak, kita jemput Ziyan dan tinggal bersama sama dengan damai" ucap Xiao mei memegang tangan cai cai yang sedang mengobati luka ibunya.
Cai cai melihat ke ibunya " Maksud ibu?" tanyanya.
Xiao Mei tersenyum pada Cai cai " Ibu ingin hidup bebas, tidak seperti disini". Cai cai terkejut mendengar kata kata ibunya " Ibu ingin pergi ke Klan Daratan bu?" tanya Cai cai serius. Xiao mei menganggukan kepalanya.
Cai cai tersenyum "Baiklah lah bu, ayo kita pergi dari sini. Kita tinggalkan Klan ini bu" ucap Cai cai semangat.
___________________
Xiao Shunxi memerintahkan pengawalnya untuk mengikuti tabib Zhaolin dan istrinya lingling kemana mereka pergi dan bunuh bayi yang mereka bawa, bila perlu kedua tabib itu juga bunuh agar tidak ada yang akan mengungkit masalah ini kedepannya.
Xiao Shunxi menunggu kabar baik itu di ruangannya, beberapa jam berlalu akhirnya pengawal yang mengikuti tabib itu datang.
"Bagaimana? apakah sudah beres!" tanya Xiao Shunxi menunggu kabar baik dari pengawalnya.
Pengawal itu menunduk takut " Ma--afkan kami tuan, ka-mi sudah mengikuti tapi kehilangan jejak kedua tabib itu, mereka sepertinya turun ke Klan Daratan tuan" ucap pengawal itu dengan gugup dan takut.
Xiao Shunxi berdiri dari tempat duduknya "Apaa kau bilang!!!" Xiao Shunxi mengambil gelas air minumnya di meja lalu melemparkannya ke pengawal pengawal itu ia marah besar.
"Pergi kalian! dasar pengawal tidak berguna!!! " ucapnya dengan emosi yang sudah di ubun ubun. Pengawal pengawal itu pun pergi dari sana.
Xiao Shori baru pulang dari misinya, ia melihat ke arah pengawal yang dahinya berdarah pun merasa aneh, ia berjalan mendekat " Ada apa?" tanya Xiao Shori pada pengawal pengawal itu.
Pengawal itu pun yang melihat Xiao shori terkejud " Tuan.. " ucapnya lalu membungkuk hormat.
"Ada apa dengan dahimu? " tanya Xiao shori yang penasaran. Pengawal itu ingin berbicara namun pengawal yang lain langsung berkata " Tidak ada apa apa tuan, dia hanya terluka saat latihan." jawab pengawal itu.
"Latihan? a.. begitukah hmm.. " jawab Xiao shori yang masih penasaran seperti ada yang terjadi disini selagi dia menjalankan misi.
Xiao Shori pergi dari sana ia ingin mencari tau sendiri apa yang sebenarnya terjadi. Xiao Shori berjalan ingin melihat keponakannya yang sangat tampan itu ia juga membawakan mainan baru, tadi selagi ia pulang ke Klan Xiao ini ia melihat mainan yang pas untuk keponakan tampannya jadi Xiao Shori langsung membelinya.
Sesampainya di depan kamar Cai cai Xiao shori melihat dua pengawal disana, Xiao shori mengerukan dahinya " Kenapa ada penjaga disini?" Xiao shori ingin masuk namun di hadang oleh kedua pengawal itu.
"Maaf.. tuan tidak boleh masuk." ucap pengawal itu pada Xiao shori. Xiao shori menaikan sebelah alisnya "Apa maksudmu! kau tau siapa aku kan! " ucapnya mulai kesal.
"Maaf tuan, Pemimpin Klan Xiao bilang tidak ada orang yang boleh masuk ke dalam kamar ini tanpa seizin darinya" ucap jelas pengawal itu.
"Pemimpin Klan? ayah! " gumannya lalu pergi dari sana. Xiao shori berjalan ingin menemui ayahnya, ia melihat ayahnya tidak ada di ruangannya Xiao Shori berjalan lagi ke Aula namun juga tidak menemukannya. Xiao Shori berjalan ke taman belakang dan ia menemukan ayahnya disana yang sedang duduk santai di paviliun sendirian.
Xiao Shori berjalan kesana "Ayah.. " panggilnya lalu membungkuk hormat. Xiao Shunxi yang melihat kedatangan anaknya menerima hormat Xiao Shori. "Duduklah sini" ucap Xiao Shunxi menepuk tempat duduk sampingnya. Xiao Shori berjalan dan mendudukan dirinya disana.
Xiao Shunxi melirik ke tangan Xiao Shori yang membawa mainan pun tersenyum tipis " Apa itu? " ucapnya sengaja.
"Owh.. ini adalah mainan baru untuk Ziyan" jawab Xiao Shori. Xiao Shunxi menyeringai "Buang saja, dia sudah tidak ada disini."
Xiao Shori menoleh ke ayahnya " Apa maksud ayah!" tanyanya dengan cepat.
" Dan.. tadi aku melihat ada dua pengawal didepan kamar Cai cai, apa sebenarnya yang terjadi?" ucap ketidaktauannya Xiao Shori pada ayahnya.
"Anakku.. dengar! kau adalah penerusku di Klan ini jadi kau harus lebih tegas, apa yang terjadi dengan mu! anak yang dikandung Cai cai adalah anak dari Klan Daratan! bagaimana dia bisa tinggal disini, itu sangat mustahil. Aku sudah memberikan waktu seminggu dan selebihnya aku tidak mau melihatnya ada di Klan ku lagi." jawab Xiao Shunxi dengan jelas.
Xiao Shori membelalakan matanya " Jangan bilang ayah sudah membunuhnya?" ucapnya berdiri dari tempat duduknya.