
"Ibu kandung Ziyan bernama Cai cai dari Klan Xiao, ibu Ziyan sangat cantik dan sangat baik pada kami. Ziyan juga harus tau kalau ibu Ziyan itu sangat kuat orang orang di klan xiao sangat takut jika ibu ziyan sudah marah" ucap tabib Zhaolin menjelaskan tentang Cai cai.
"Bagaimana dengan ayah? " tanya Lan Ziyan.
Tabib Zhaolin melirik ke istrinya, istrinya memegang bahu Lan Ziyan " Ayah kandung Ziyan juga sangat tampan dan kuat dia berasal dari Klan Lan." jawab tabib Lingling yang sebenarnya tidak tau wajah dari Lan yizhan dan Lan yizhan orangnya bagaimana, ia menjawab hanya dengan keyakinanannya karena melihat Lan Ziyan tumbuh dengan luar biasa pasti kedua orang tuanya juga sangat luar biasa.
Lan Ziyan mengangguk mendengar ucapan ayah dan ibunya ini, namun ia masih belum mengerti satu hal " Terus bu kenapa Ziyan tidak bersama mereka? kenapa Ziyan bisa dirawat oleh ayah dan ibu, ayah ibu kandung Ziyan juga selama ini tidak pernah datang menemui Ziyan? " tanya Lan Ziyan dengan penasarannya tentang kedua orang tuanya.
Ini adalah pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab mereka, jika mereka mengatakan yang sebenarnya itu sama saja membuat Lan Ziyan akan membenci kakeknya.
Tabib Zhaolin menghelah nafasnya " emm.. ayah dan Ibu Ziyan menitipkan Ziyan pada kami karena kami yang memintanya, jadi ayah dan ibu kandung Ziyan setuju. Soal ayah dan ibu Ziyan yang tidak datang menemui Ziyan mungkin mereka masih ada urusan yang harus di lakukan jika mereka susah selesai dari urusannya pasti Ibu Ziyan datang menjemput Ziyan. " jawab tabib Zhaolin mengarang cerita.
"Semoga dia percaya" batin tabib Zhaolin merasa khawatir.
"Hmm.. begitu ya, yaudah Ziyan akan menunggu mereka untuk menyusul Ziyan. Ayah ibu ayo kita makan.. " ajak Lan Ziyan tidak membahas tentang ayah dan ibu kandungnya lagi.
"Oh yaa pesanan obat tuan Zhang sudah siap, suamiku nanti kau yang mengantarkannya ya?" ucap tabib Lingling minta tabib Zhaolin mengantarkan obat di klan Zhang.
"Baiklah, setelah makan aku akan mengantarkannya" jawab tabib Zhaolin.
"Aku juga ikut dengan mu ya ayah?" minta Lan Ziyan pada ayahnya, selama ini Lan Ziyan tidak pernah keluar dari lingkungan rumahnya bukan dia tidak mau tapi karena dia tidak memiliki waktu, waktunya penuh dengan latihan saja tidak untuk bermain dan jalan jalan.
Tabib Zhaolin mengacak lembut rambut Lan Ziyan "Baiklah nak" ucap tabib Zhaolin setuju dan Lan Ziyan membersihkan piring bekas mereka makan sebelum pergi.
Sesudah semua bersih dan rapi Lan Ziyan mendatangi ayahnya "Ayo ayah, aku sudah selesai " ajak Lan Ziyan.
Tabib Lingling memberikan obat pada tabib Zhaolin, Lan Ziyan mengerutkan dahinya " aku saja yang membawanya yah" minta Lan Ziyan, tabib Zhaolin memberikan pada Lan Ziyan " ini."
Mereka pun pergi, sepanjang perjalanannya Lan Ziyan tampak menikmati perjalanan ini "Dimana Klan Zhang yah, apakah jauh? " tanya Lan Ziyan yang sudah merasa sedikit lelah berjalan.
"Kenapa? jika lelah kita beristirahat, bagaimana?" jawab tabib Zhaolin.
Lan Ziyan menggelengkan kepalanya "Tidak, aku masih kuat." ucapnya dan berjalan menduluin ayahnya. Tabib Zhaolin hanya tersenyum melihat Lan Ziyan dari belakang.
Lan Ziyan matanya menyapu sekeliling kota diusianya yang masih 7 tahun ini bukan mainan atau makanan yang di lihatnya tapi pedang dan busur panah yang membuat dia mengukir senyuman tipis di bibirnya.
Tabib Zhaolin melihat arah tujuh mata Lan Ziyan "Jika kau ingin, kita akan membelinya" ucap tabib Zhaolin yang melihat Lan Ziyan sangat antusias melihat pedang dan busur busur itu.
"Tidak ayah, aku hanya melihatnya lagian pedang dan busur yang ayah belikan masih bagus" jawab Lan Ziyan.
"Kami ingin mengantarkan obat ini kepada tuan zhang" ucap tabib Zhaolin kepada dua pengawal di gerbang klan zhang, pengawal itu pun melihat obatnya dan menyuruh mereka masuk.
Lan Ziyan setelah masuk matanya tidak habis habis melihat sekeliling klan zhang ini, banyak anak remaja yang berpakaian rapi dan pastinya sangat mahal, dikanan dilihatnya sekelompok anak muda yang sedang latihan pedang dan sisi kirinya sekelompok wanita yang sedang berlatih memanah dan ada juga yang sedang duduk duduk membaca buku di bawah pohon dan lain lainnya.
"Kenapa sangat ramai disini yah?" ucap Lan Ziyan menarik narik baju ayahnya.
Tabib Zhaolin tersenyum "Ini adalah Akademi para pemuda pemudi dari Klan klan besar nak" jawan ayahnya.
"Tabib?" panggil Zhang han dari samping mereka. Tabib Zhaolin dan Lan Ziyan menoleh ke samping " Guru zhang.. " ucap tabib Zhaolin membungkuk hormat, Lan Ziyan yang melihat ayahnya memberi hormat ia pun ikut memberi hormat pada guru zhang.
"Kemari lah kita bicara disana" ucap zhang han berjalan ke pendopo agar bicara mereka lebih enak tanpa gangguan, Lan Ziyan dan tabib Zhaolin mengikutin langkah Zhang han dari belakang.
Setelah mereka duduk zhang han memperhatikan anak yang dibawa tabib Zhaolin ini, wajahnya tampak tak asing seperti mirip dengan seseorang namun ia tidak yakin ia menepis pikirannya lalu bertanya "Ini.. " tunjuknya ke Lan Ziyan.
Lan Ziyan yang di tunjuk lansung membungkuk "Ziyan.. putra dari ayah Zhaolin." ucap Lan Ziyan.
Zhang han yang mendengar itu tertawa renyah "Anak ini sangat bijak, berapa usiamu sekarang? " tanya zhang han yang takjub dengan kebijakan Lan Ziyan.
"Umur saya tahun ini 7 tahun tuan" jawabnya dengan tegas.
Zhang han terkejut " Umur 7 tahun sebijak ini, wahh aku baru ini melihatnya" ucap zhang han tak sangka bisa melihat anak umur 7 tahun cerdas ini seperti sudah dewasa saja.
"Tabib Zhaolin mengapa kau tidak membawa anakmu ini sebelumnya? " tanya zhang han yang penasaran mengapa tabib Zhaolin selama ini mengatarkan obat hanya seorang diri saja mengapa tidak dengan si kecil ini.
"ahh.. begini tuan, bukan saya tidak mengajaknya namun dia tidak memiliki waktu luang untuk itu" jawab tabib Zhaolin jujur.
"Waktu luang? " beo zhang han yang kurang paham maksud perkatakan tabib Zhaolin.
"Ziyan selalu berlatih tuan, jadi dia tidak bisa menemani saya kesni" jawab tabib Zhaolin.
"Berlatih, pedang? memanah? " tanya zhang han menoleh ke Lan Ziyan.
Lan Ziyan mengangguk " Pedang, memanah dan bela diri " jawab Lan Ziyan.
"Umur 7 tahun berlatih itu semua? astaga, bisakan kau tunjukan denganku sekarang? " minta zhang han yang penasaran dengan apa yang di ucapkan oleh mereka ini.
Zhang han memanggil satu muridnya dan mencoba bertarung dengan Lan Ziyan, setelah pertarungan itu selesai pemenangnya adalah ???