Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Xiao Shunxi dan Siluman



Lan yizhan memegang kedua bahu Cai cai "Dengarkan aku, kita akan kembali bersama sama. Oke! " Ucap Lan yizhan serius pada Cai cai.


Cai cai memeluk Lan yizhan dan nangis di pelukannya.


Tokk.. Tokk.. Tokk...


Lan Cheyuan masuk ke kamar Cai cai dengan raut wajah panik. Lan yizhan dan Cai cai yang melihat itu menyipitkan matanya " Ada apa Ge?" tanya Lan yizhan.


Lan Cheyuan melirik ke Cai cai " Nyonya Xiao mei sepertinya kembali ke Kerajaan Jingtian" jawabnya dengan sedikit takut.


"Apaa!! " Cai cai membelalakan matanya.


"Kenapa kakak tidak menghentikannya?" ucap Lan yizhan memijit pelipisnya bingung.


"Bagaimana aku menghentikannya, ekspresinya emm.. sangat mengerikan" jawab Lan Cheyuan melirik Cai cai sekali lagi.


Cai cai menghela nafasnya "Bagaimana ini? " tanya Cai cai memegang lengan Lan yizhan dengan panik.


"Kita akan kembali sekarang" jawab Lan yizhan.


"Aku ikut dengan kalian" minta Lan Cheyuan pada kedua adiknya ini.


Cai cai menganggukan kepalanya " Kita berpamitan sekarang" ajak Cai cai keluar dari kamarnya.


Lan Cheyuan, Lan yizhan dan Cai cai berjalan dengan cepat ingin berpamitan dengan Rounan dan Lan Ziyan.


"Mama... " sapa Lan Ziyan yang berada di samping Rounan.


Cai cai ikut duduk di samping Lan Ziyan " Er'Zi, mama akan kembali ke kerajaan sekarang, tolong jaga ibu Rounan ya.. " ucap Cai cai mengelus elus kepala Lan Ziyan dengan lembut.


Lan Ziyan menundukan kepalanya " Bolehkan ziyan ikut?" tanyanya dengan pelan.


Lan yizhan memegang pundak Lan Ziyan "Jika ziyan ikut siapa nanti yang akan menjaga Ibu Rounan dan calon adik kecil? " guman Lan yizhan pelan.


Lan Ziyan melihat ke Rounan yang masih belum sadarkan diri. "hmm.. baiklah" jawab Lan Ziyan berlinang air mata.


"Duhh.. ziyan kau sangat menggemaskan" sahut Lan Cheyuan yang gemas melihat keponakannya satu ini.


"Kalian cepatlah kembali, aku akan menunggu mama, ayah dan paman datang untuk menjemputku" ucap Lan Ziyan memeluk Cai cai.


Cai cai menganggukan kepalanya "Tentu.. mama, ayah dan paman akan segera kembali" jawab Cai cai membalas pelukan anaknya.


"Tabib aku serahkan Rounan padamu" ucap Lan yizhan dengan serius ke tabib Lingling yang disana.


Tabib Lingling mengangguk " Tuan bagaimana jika nona Rounan setelah siuman menanyakan keberadaan kalian? " tanya tabib Lingling yang takut jika salah jawab akan menambah masalah nantinya.


"Katakan saja kami kembali ke Kerajaan Jingtian hanya sebentar " sahut Lan Cheyuan.


Cai cai dan Lan yizhan saling memandang, mereka juga tidak tau bagaimana mengatakan kepada Rounan. Jika mereka mengatakan kebenaran tentang akan menyerang kembali Klan Xiao pasti Rounan akan semakin cemas dan jika mereka mengatakan akan menyelamatkan ibunya, mereka juga tidak tau ibunya masih hidup atau tidak. Cai cai dan Lan yizhan kali ini benar benar kehabisan kata kata.


Lan Ziyan memegang tangan Cai cai dan Lan yizhan " Ziyan nanti yang akan menjelaskan pada ibu" ucap Lan Ziyan yang tau kondisi keadaan sekarang.


Lan yizhan tersenyum dan mengangguk "Baiklah ayah, mama dan paman pamit pergi" jawab Lan yizhan.


Mereka pun lanjut pergi pamit ke Lan Xuan, Lan Miyan dan Luo tian. Luo tian bersikeras ingin ikut kembali tapi Lan yizhan melihat kondisi tubuh Luo tian masih terluka ia tidak mengizinkannya. Luo tian akan tetap disini bersama yang lainnya menunggu mereka datang.


Lan Xuan juga mengatakan ia akan mengirim pasukan dan jenderal yang terbaik untuk pergi bersama mereka. Lan Cheyuan dan Lan yizhan mengangguk setuju bagaimana pun mereka pergi untuk berperang akan membutuhkan pasukan yang besar dan terbaik.


Cai cai, Lan yizhan dan Lan Cheyuan pun pergi dari sana bersama Pasukan dan Jenderal Klan Lan.


Karena perjalanan cukup jauh mereka mengendarai kuda yang sudah terjamin kuat masing masing.


Lan yizhan masih cemas dan khawatir dengan kandungan Cai cai, Lan yizhan meminta Cai cai agar tidak naik kuda secara langsung, ia meminta Cai cai agar naik ke kereta kuda tetapi Cai cai menolaknya jika ia memakai kereta kuda itu akan memperlambat perjalanan mereka.


Karena keras kepala Cai cai Lan yizhan juga tidak bisa memaksanya, ia mengalah tetapi dengan syarat jika Cai cai merasa lelah ia harus memberitahu Lan yizhan agar mereka beristirahat.


Cai cai setuju dan mereka pun melanjutkan perjalanannya.


Sepanjang perjalanan Cai cai sangat khawatir pada ibunya, ia takut ayahnya melukai Xiao mei. Xiao Shunxi jika sedang marah ia tidak pandang bulu siapa pun bisa di hajarnya.


Cai cai dan yang lain berkuda sangat cepat mereka beristirahat hanya beberapa kali itu pun sekedar meluruskan kaki, makan dan minum setelah itu mereka melanjutkan perjalanan sampai akhirnya sampai di perbatasan Kerajaan Jingtian.


Tidak langsung menyerang ke kerajaan, Lan yizhan menyuruh Lan Cheyuan, pasukan dan jenderal sebagian untuk bersembunyi terlebih dahulu, mereka akan keluar jika Lan yizhan sudah memberi kode.


Cai cai dan Lan yizhan serta puluhan pasukan maju ke arah gerbang Kerajaan. Pasukan yang menjaga gerbang adalah pasukan siluman serigala mereka melihat pasukan Cai cai dan Lan yizhan datang sebagian melapor ke dalam dan sebagian menghalau mereka di gerbang.


"Siluman, mereka lagi" guman Cai cai yang sudah emosi.


"Apakah orang tua itu sudah lemah, meminta bantuan dari siluman siluman ini!" ucap Lan yizhan menyeringai.


"Aku tidak menyangka ayah akan bekerja sama dengan mereka" guman Cai cai sekali lagi.


"Xiao Cai Cai... " panggil seseorang yang baru datang.


Cai cai mendengar suara yang familiar itu dengan cepat menoleh ke depan.


"A-ayahh.. " guman Cai cai terkejut.


Lan yizhan yang kedua kalinya ini melihat Xiao Shunxi menaikan alisnya sebelah.


"Cih... ternyata kau masih hidup! " ucap Xiao Shunxi melirik ke Lan yizhan.


Lan yizhan turun dari kudanya ia maju beberapa langkah dan membungkuk hormat " Ayahh.. mertua " ucapnya dengan senyum tipis.


Mata Xiao Shunxi menyipit " Jadi kau sudah bernyali sekarang!" sahutnya dengan mata yang tajam.


Lan yizhan masih mempertahankan senyumnya ia mencoba untuk bersikap biasa saja, walaupun di dalam hatinya rasa ingin menghabisi dan menghajar Xiao Shunxi sudah sangat besar.


Cai cai turun dari kudanya, ia berjalan ke samping Lan yizhan. Cai cai meraih tangan Lan yizhan dan dengan erat ia menggenggamnya.


"Aku tidak akan melepasnya untuk yang kedua kali, sekali pun itu harus melawanmu ayah" ucap Cai cai dengan tegas dan serius menatap ke mata ayahnya.


Xiao Shunxi menyeringai " Jadi kau ingin menghabisi ayah kandung mu sendiri? demi pria itu! " tanya Xiao Shunxi.


"Bukan hanya demi suamiku, tetapi juga dengan putra ku Lan Ziyan!" jawab Cai cai dengan sorotan mata yang tajam penuh dengan amarah.