
Luo tian sudah lelah berjalan mukanya sudah ditekuk menjadi datar tanpa ekspresi " Kapan kita sampainya Rounan, aku sudah lelah" ucap Luo tian yang menyedihkan.
"aku juga tidak tau, aku juga sudah tidak sanggup untuk berjalan" ucap Rounan juga dengan wajah menyedihkan.
Lan yizhan hanya menghela nafasnya ia juga sebenarnya sudah lelah namun karena demi ginseng dia tidak boleh menyerah. Tetapi melihat teman temannya yang sudah menyedihkan ia pun kasihan " Sebaiknya kita cari penginapan terdekat" ucap Lan yizhan dan terus berjalan.
Luo tian melihat ke Rounan mereka saling melempar tatapan lalu tersenyum ceria akhirnya bisa istirahat. Mereka pun cepat berjalan dengan kekuatan yang tersisa.
Sampailah mereka di penginapan Lan yizhan memesan 3 kamar yang berukuran hanya untuk satu orang. Setelah kunci diberikan oleh penjaga penginapan Lan yizhan membagikannya pada Luo tian dan Rounan. Luo tian menaikan sebelah alisnya "Kenapa kita tidak sekamar saja? " tanyanya melihat ke kunci yang di pegangnya.
Lan yizhan hanya melihatnya dengan tatapan malas ia pun langsung memesan arak dua kendi lalu membawanya ke atas meninggalkan Rounan dan Luo tian yang masih di bawah.
Rounan menghela nafasnya lalu ikut naik keatas menuju kamarnya. Luo tian mendengus kesal ia juga melangkah pergi menuju kamarnya.
Lan yizhan masuk kekamarnya lalu mendudukan dirinya dikursi melihat dua kendi arak yang dipegangnya langsung menenggaknya berulang ulang sampai habis satu kendi dan ditambah kendi satu lagi dan habis lagi, Lan yizhan turun memesan 5 kendi lagi ia mulai meminumnya sampai larut malam. Entah hapa yang ada di pikirannya saat ini ia sangat ingin menghabiskan waktunya di temani kendi kendi arak ini.
Karena sudah habis 6 kendi Lan yizhan mulai sempoyongan semua yang di lihatnya sudah doubel 3, pandangannya sudah buram mukanya sudah kacau, tidak seperti Lan yizhan yang biasanya penuh dengan ketenangan, bersih dan rapi.
Rounan yang berada di kamar cemas dengan Lan yizhan yang tiba tiba memesan arak "Ada apa dengan yizhan-ge?" ucapnya sangat khawatir. Rounan yang melihat malam semakin larut ia pun memutuskan keluar kamar, ia berjalan ke depan kamar Lan yizhan "Lampunya masih hidup, apa dia belum tidur? " Rounan mencoba mengetuk pintu kamar Lan yizhan, tidak ada jawaban, kedua kali mengetuk juga tidak ada jawaban tetapi lampunya masih hidup.
Rounan dengan hati hati membuka pintu kamar Lan yizhan " Ge... " ucapnya yang terkejut melihat kekacauan di dalam kamar Lan yizhan.
Lantai disana penuh dengan pecahan kendi yang sudah kosong, Rounan masuk kedalam dengan berjalan hati hati namun karena banyaknya pecahan ini kaki Rounan terkena pecahan itu. Rounan meringis merasakan sakit di kakinya namun ia paksakan untuk berjalan ke tempat Lan yizhan.
Lan yizhan sudah terbaring sadar tak sadar dengan masih memegang kendi araknya yang terakhir, Rounan berjongkok dan mengambil arak yang ada di tangan Lan yizhan meminggirkannya ke tempat lain.
"Ge.. yizhan-ge" panggil Rounan yang membangunkan Lan yizhan, tidak ada jawaban Rounan menarik tangan Lan yizhan memapahnya untuk di bawa ke tempat tidur Lan yizhan. Karena membawa beban semakin berat luka yang ada di kaki Rounan semakin lebar ia terjatuh namun saat terjatuh ia tetap mempertahankan Lan yizhan supaya jangan jatuh ke lantai jadi tubuhnya yang terjatuh ke lantai.
"Cai cai? " guman Rounan pelan. Rounan yang di peluk erat oleh Lan yizhan pun sebenarnya senang namun karena Lan yizhan memanggil nama wanita lain Rounan jadi sedikit cemburu namun ia tidak boleh egois, bagaimana pun Lan yizhan yang sudah menolongnya dia tidak memperdulikan semua yang ia tau sekarang adalah membalas kebaikan Lan yizhan pada dirinya.
Rounan melepaskan tangan Lan yizhan yang memeluknya dengan hati hati lalu menarik tangannya memapah Lan yizhan sampai ke kasurnya.
Sudah sampai Rounan melihat wajah Lan yizhan yang sedikit pucat ia memegang dahi Lan yizhan " Dia demam?" ucap Rounan panik.
Rounan turun ke bawah meminjam mangkuk dan kain lalu meminta air hangat. Setelah pelayan itu memberinya Rounan bergegas naik ke atas kembali ke kamar Lan yizhan.
Rounan dengan cekatannya mencelupkan kain itu ke dalam air hangat lalu memerasnya dan dengan hati hati meletakannya di dahi Lan yizhan. Jika sudah mulai mengering ia akan mengulang hal yang sama, sampai menjelang pagi Rounan yang sudah kelelahan sepanjang malam menjaga Lan yizhan tertidur di samping Lan yizhan dengan tangan memegang pergelangan tangan Lan yizhan.
Lan yizhan terbangun ia mengerjap ngerjapkan matanya memegang dahinya ada kain yang di lipat disana dengan rapi. Lan yizhan mengambil kain itu dan melihat ke samping ia terkejud Rounan yang tidur disana menghabiskan malam menjaganya.
Lan yizhan melihat ke tangannya yang masih di genggam Rounan, Lan yizhan memperhatikan Rounan tidur dengan wajah kelelahan. Karena sudah merasa sembuh Lan yizhan melepaskan tangannya yang di pegang Rounan dia pun bangkit dari kasurnya dengan hati hati agar Rounan jangan terbangun.
Lan yizhan berjalan melihat seluruh lantai kamarnya penuh dengan kekacauan pecahan kendi arak ada dimana mana, Lan yizhan meremas rambutnya dengan prustasi "Apa yang sudah ku lakukan tadi malam" ucapnya dengan wajah menyesal.
Lan yizhan mulai membersihkan pecahan kendi itu tapi selagi dia membersihkan ia melihat ada bercak darah yang hampir mengering. Setelah semuanya bersih Lan yizhan mengikuti kemana bercak darah itu ternyata ke telapak kaki Rounan.
Lan yizhan benar benar menyesalin perbuatannya tadi malam, Lan yizhan menggendong Rounan untuk di baringkan ke atas kasur Lan yizhan melihat kaki Rounan yang masih berdarah dengan air yang berada disitu membersihkan noda darahnya " Lukanya sangat besar" guman Lan yizhan, Lan yizhan membalut luka itu dengan lembut agar sang punya kaki tidak bangun.
Setelah selesai Lan yizhan turun ke bawah memesan makan dan minum lalu naik ke atas kembali kekamarnya meletakan yang di bawa di meja. Ia yang melihat Rounan masih tertidur dengan hati hati keluar kamar meninggalkan Rounan di kamarnya.
Lan yizhan baru bisa bernafas legah, Lan yizhan melihat kekamar Luo tian yang masih tertutup rapat dengan berjalan pelan pelan Lan yizhan menuju kekamar Rounan yang kosong. Lan yizhan tidak mau membuat Luo tian tau kejadian tadi malam jadi Lan yizhan pura pura bertukar kamar dengan Rounan.
Lan yizhan membuka pintu kamar Rounan dengan hati hati agar tidak ada yang mendengarnya. Lan yizhan masuk kedalam lalu ia menutupnya kembali.