Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Nan'er



Persiapan Lan yizhan dan Cai cai sudah siap Xiao mei, Rounan, Ibu Rounan dan Luo tian juga sudah didepan gerbang untuk mengantarkan mereka pergi.


Cai cai sebelum pergi memeluk ibunya meminta restu agar berjalan lancar perjalanan mereka dan segera menemukan Lan Ziyan setelah itu kembali ke Kerajaan Jingtian.


"Semoga perjalanan kalian berjalan dengan lancar anakku" ucap Xiao mei memeluk Cai cai,


"Aku akan sangat merindukan mu bu.. " jawab Cai cai yang memeluk ibunya tidak ingin melepaskan.


Rounan berjalan ke depan Lan yizhan ia ragu ragu dan gugup ingin mengatakan sesuatu, Lan yizhan merasa bahwa Rounan saat ini sedang gugup ia pun membuka bicara terdahulu " Aku akan pergi." ucap Lan yizhan melihat ke arah samping tidak melihat Rounan.


Rounan mencoba memberanikan diri melihat wajah Lan yizhan " Cepat kembali ge, aku akan menunggu mu" Rounan setelah mengatakan itu jantungnya berdegup kencang takut mendengar apa jawaban Lan yizhan.



Lan yizhan yang mendengar itu tersentak ia melirik melihat wajah Rounan yang sudah merah padam. " Hmm.. iya. " jawab Lan yizhan yang tak tau ingin mengatakan apa lagi.


"Apa yang harus ku katakan lagi" umpat Lan yizhan dalam hati.


Cai cai yang melihat Lan yizhan dan Rounan masih canggung dengan jailnya dia mendorong Rounan agar lebih dekat ke Lan Yizhan, Lan yizhan yang melihat Rounan ingin jatuh menangkapnya " Nan'er.." terucap Lan yizhan.


Rounan yang mendengar itu pun merasa panas di hatinya rasanya dia sekarang ingin menjerit sekuat kuatnya karena terlalu bahagia mendengar Lan yizhan yang sekarang memanggilnya bukan nama aslinya lagi.


Lan yizhan yang merasa kecepelosan memanggil Rounan ia terdiam sejenak Lan yizhan melihat wajah Rounan yang semakin memerah membuatnya lucu senyum tipis terukir di bibir Lan yizhan.


Rounan merasa tidak enak karena mereka dilihatin dengan orang orang disana ia mencoba melangkah mundur selangkah kebelakang.


Cai cai menghelah nafasnya "Astagaa.. tinggal peluk apa susahnya" batinnya geram melihat Rounan dan Lan yizhan yang malu malu.


Lan yizhan tidak mau membuat keadaan canggung ini berlangsung ia berjalan ke arah Ibu Rounan dan Xiao mei untuk pamitan.


"Rajaku? tidak pamitan denganku? " gerutu kesal Luo tian disana merasa terkacangi.


"Cihh.. hmm aku pergi, ohya jaga kerajaan ini disaat aku tidak ada. Semua aku serahkan padamu! jika kau ingin melakukan sesuatu kau harus izin dengan ibu Ratu dan.. Nan'er " sahut Lan yizhan.


Cai cai tersenyum mendengar Lan yizhan memanggil Rounan. "Baiklah kami pamit pergi semuanya." ucap Cai cai membungkuk hormat pada semua.


"Cepat kembali jie, aku pasti akan merindukan mu" ucap Rounan dan di balas anggukan Cai cai.


Lan yizhan dan Cai cai pun pergi dari sana, "Kenapa wajahmu terlihat sangat bahagia sayang? " tanya Lan yizhan yang melihat sedari tadi Cai cai tersenyum ceria.


"Nan'er.. panggilan yang manis" jawab Cai cai yang masih tersenyum cerita melirik Lan yizhan.


"Hmm.. kau juga ingin ku panggil begitu?" tanya Lan yizhan dengan polosnya.


____________________


" Ayah.. " panggil seorang anak lelaki yang sudah berusia 7 tahun pada ayahnya yang sedang mencari tanaman obat di hutan.


"Iya Ziyan ada apa? " ucap tabib Zhaolin pada putranya.


"Ibu menyuruh ayah pulang" ucapnya.


Tabib Zhaolin yang mendengar itu pun langsung memberhentikan pencarian tanaman obat dan berjalan ke arah anaknya.


"Mari ayah aku akan membawanya" minta Lan Ziyan untuk membawa tanaman tanaman yang di cari oleh tabib Zhaolin tadi, tabib Zhaolin tidak bisa menolak apa yang di minta oleh anaknya itu ia memberikannya dan mereka kembali ke rumah.


"Bagaimana tingkat kekuatan level mu sekarang nak?" tanya tabib Zhaolin yang penasaran dengan kekuatan anaknya saat ini.


"level 20 ayah, ayah jangan cemas aku akan terus berlatih dan berlatih agar kemajuannya semakin pesat" jawab Lan Ziyan yang takut ayahnya cemas karena ia walaupun sudah sangat keras berlatih masih di level itu. Lan Ziyan tidak mau membuat ayahnya kecewa karena tabib Zhaolin dan istrinya lingling berusaha keras mencari tanaman obat yang terbaik untuknya semua mereka lalui bahkan mencari ginseng hingga taruhan nyawa mereka demi Lan Ziyan.


Tabib Zhaolin tersenyum tangannya mengusap usap kepala Lan Ziyan " level 20 itu sudah sangat memuaskan nak, ayah dan ibu bangga padamu. " ucap tabib Zhaolin dengan kasih sayang yang sangat luar biasa.


"Akhirnya kalian pulang juga" ucap Tabib Lingling yang baru saja siap menyuci dan ingin menjemuri pakaian.


"Ibu.. biar aku saja" ucap Lan Ziyan yang meletakan tanaman obat di meja dan mengambil timba pakaian di tangan ibunya. Tabib Lingling yang melihat itu pun tersenyum "Buakannya Ziyan baru selesai latihan, biarkan ibu saja yang melakukannya Ziyan istirahat lah" ucap tabib Lingling yang melihat anaknya ini sangat rajin.


"Ibu saja yang istirahat dan duduk disana, ayah juga ikut duduk dengan ibu aku akan membawakan untuk kalian" jawab Lan Ziyan yang satu pakaian lagi siap menjemur lalu berjalan ke dapur menyiapkan makan siang untuk kedua orang tuanya.


Selagi Lan Ziyan berkuta katik di dapur tabib Zhaolin jadi teringat pada ibu kandung Lan Ziyan " Bagaimana sekarang kabar nona Cai cai, sudah 7 tahun lamanya ia tidak berjumpa dengan putranya" ucap sedih tabib Zhaolin mengingat seorang ibu yang terpisah sangat jauh dengan anaknya.


Tabib Lingling memegang lengan suaminya "Ziyan sudah berusia 7 tahun dan kita belum memberitahu yang sebenarnya siapa dia sebenarnya" jawab tabib Lingling juga ikut sedih.


"Aku takut jika Ziyan akan marah dengan kita karena tidak mengatakan yang sebenarnya" ucap tabib Zhaolin cemas.


"Jika itu kebenarannya atau bukan aku tidak akan marah pada kalian" sahut Lan Ziyan yang baru datang membawa makan siang.


Tabin Zhaolin dan istrinya saling menatap satu sama lain. Lan Ziyan berjalan kesana ia meletakan makanan siang di meja dengan biasa saja seperti tidak terjadi apa apa.


"Ziyan kau tidak marah pada kami? " tanya cemas tabib Lingling pada anaknya.


Lan Ziyan menggelengkan kepalanya " tidak bu, ziyan tidak marah. Jika benar Ziyan bukan anak dari ayah ibu, lalu ayah dan ibu kandung Ziyan siapa bu? " tanya Ziyan.


Tabib Zhaolin mengelus kepala Lan Ziyan dengan lembut " Baiklah ayah akan menjawab dan menceritakan semuanya"


"Ibu kandung Ziyan bernama Cai cai dari Klan Xiao, ibu Ziyan sangat cantik dan sangat baik pada kami. Ziyan juga harus tau kalau ibu Ziyan itu sangat kuat orang orang di klan xiao sangat takut jika ibu ziyan sudah marah.