Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Klan Lan



Cai cai mendengar perkataan ibunya dengan pengawal itu ia tersenyum dibalik cadarnya. Ternyata ibunya sangat pintar dalam penyamaran, tidak hanya sebagai ibu yang baik Xiao mei juga bisa menjadi teman yang baik.


Cai cai dan Xiao mei memasuki Klan utama mereka berjalan masuk ke dalam " Ini sangat besar dan mewah kan bu.. " guman Cai cai di dalam klan utama.


ibunya mengangguk setuju " Ayo kita lihat kesana" ajak ibunya melihat aula.


"Kalian yang bercadar!" ucap seorang Laki-laki dari belakang mereka. Cai cai dan ibunya menegang "apa lagi ini.. " batin mereka.


Cai cai dan Ibunya berbalik badan dengan berat mendongak melihat seorang laki laki yang cai cai kenal. " Mu shen. "


Cai cai terkejut " Kenapa dia bisa berada disini?" guman Cai cai sedikit kesal melihat teman Akademinya disini.


Cai cai dan ibunya membungkuk hormat pada Mu shen, Mu shen memperhatikan pelayan yang aneh menggunakan cadar ini.


"Ada apa tuan? " ucap Cai cai dengan suara disamarkan.


"Hmm.. aku baru melihat ini pelayan Lan menggunakan cadar?" ucap Mu shen.


"Kenapa harus jumpa dengannya, siall!! " umpat cai cai dalam hati.


"Maaf tuan ada yang bisa kami bantu?" ucap Xiao mei mengalihkan pembicaraan.


"Aa.. hmm bawakan makanan ke Aula utama" jawab Mu shen.


"Baik tuan" ucap Cai cai dan ibunya. Mu shen pun pergi dari sana. Cai cai bernafas legah.


"Siapa dia? " tanya Xiao mei melirik Cai cai.


" Teman di Akademi bu, dan juga dia adalah teman dekatnya yizhan-ge" jawab Cai cai dan mereka pergi mencari dapur.


Semua ruangan dimasukin karena tidak tau dapur dimana mereka pun kelelahan mencari dapur " Ah.. ini dia bu.. " ucap Cai cai menyeka keringat di dahinya.


"Mencari dapur saja melelahkan seperti ini" gerutu Xiao mei yang juga sudah lelah untuk melangkah.


Cai cai mulai mengambil makanan disana dan Xiao mei juga membawa buah di nampan. Karena mereka tadi sudah berkeliling jadi mencari Aula sudah tau dimana. Mereka berjalan santai ke Aula utama.


Pengawal membuka pintu dan mereka masuk ke dalam aula. Sangat banyak orang disana Cai cai melihat disana juga ada teman teman se Akademinya Mu shen, Yan li, Gu fangzi dan Ling fan dan juga cai cai melihat orang orang yang duduk di kursi utama.


Cai cai memperhatikan satu persatu yang duduk disana " Kursi utama pasti ayahnya, samping kanan pasti ibunya dan yang disamping kiri lumayan tampan juga mirip dengan Lan yizhan walaupun Lan yizhan lebih tampan. Itu pasti kakaknya!" guman Cai cai dalam hati.


Cai cai melihat ke kursi kosong samping kakaknya. Deg....


jantung Cai cai berdegup kencang " Kenapa kosong? apa jangan jangan" ucapnya dalam hati melihat tak percaya ke kursi kosong yang disana. Cai cai menelan ludahnya matanya sudah berair dan tangannya sudah menggeletar.


Xiao mei yang melihat cai cai langsung memegang tangannya untuk menenangkannya. ini adalah waktu dan tempat yang kurang tepat untuk berekspresi seperti itu.


"Kalian.. bawa makanan itu kesini" ucap Mu shen kepada Cai cai dan Xiao mei menunjuk ke meja didepannya.


Cai cai menyeka air matanya ia berusaha tetap tenang dan tidak terjadi apa apa, berjalan lah mereka ke tempat Mu shen.


Yan Li melirik kedua pelayan yang bercadar ini, ia menyenggol lengan Gu fangzi " Dari matanya aku seperti pernah melihatnya?". Gu fangzi melirik ke pelayan itu juga, "Yang mana?" tanyanya karena pelayan yang memakai cadar ada dua orang.


" Yang sebelah kanan.. " ucap Yan li menunjuk Cai cai, Gu fangzi melihatnya dengan serius ia menyipitkan matanya dan menggelengkan kepalanya "Mungkin kau hanya salah melihat orang" jawab Gu fangzi yang tidak kenal dengan Cai cai.


Cai cai yang mendengar itu legah karena mereka tidak mengenalinnya.


"Bagaimana dengan yizhan, apakah kalian mendengar kabarnya? " tanya Ling fan ke teman temannya.


Mu shen menggelengkan kepalanya "Belum ada, paman Xiao sudah mencari kemana mana namun tidak menemukan yizhan dimana" jawab Mu shen.


Cai cai yang mendengar itu merasa takut apa yang di pikirannya benar terjadi.


"Kau sudah tanya Cheyuan-ge? sepertinya dia tau sesuatu tentang yizhan dimana sekarang" ucap Yan li pada teman temannya.


"Aku sudah bertanya namun ia juga bilang tidak tau" jawab Mu shen cemberut.


"Cheyuan?" guman Cai cai dalam hati ia melihat ke arah tempat duduk utama samping kiri "Gege yizhan-ge.." ucap Cai cai dalam hati.


Xiao mei yang juga mendengar itu menarik tangan Cai cai pergi dari sana. Sudah membawanya tempat aman Xiao mei mulai berkata " Jadi apa rencanamu nak?" tanya Xiao mei.


"Cheyuan bu..., hanya dia satu satunya petunjuk" ucap Cai cai. Xiao mei menatap Cai cai serius " Kau ingin bertanya langsung dengannya? " tanya Ibunya.


" Iya bu.. " ucap Cai cai dengan yakin. Xiao mei juga mengangguk "Baiklah.. " jawab Xiao mei. Cai cai dan Xiao mei mencari waktu yang pas untuk menjumpai Lan Cheyuan, mereka menunggu dan menunggu.


Beberapa menit menunggu akhirnya Lan Cheyuan keluar dari Aula. Cai cai dan ibunya segera berjalan menemuinya, Lan Cheyuan yang melihat kedua pelayan bercadar mendatangin menyipitkan mata.


"Tuan.. bisakah kita berbicara sebentar" ucap Cai cai pada Lan Cheyuan. Lan Cheyuan mengerutkan dahinya melihat Cai cai dari ujung kaki sampai ujung rambutnya Lan Cheyuan menganggukan kepalanya " ayo ikut aku " ucap Lan Cheyuan melangkah pergi, Cai cai dan Ibunya mengikuti Lan Cheyuan dari belakang.


Lan Cheyuan masuk ke sebuah ruangan bersama Cai cai dan ibunya. Lan Cheyuan berbalik badan melihat ke arah Cai cai " Ada apa? " tanyanya.


Cai cai membuka cadarnya dan menampakan wajah cantik yang tiada taranya. Lan Cheyuan mundur selangkah kebelakang ia membelalakan matanya melihat kecantikan wajah Cai cai. Cai cai membungkuk hormat pada Lan Cheyuan. "Siapa kau! " ucap Lan Cheyuan dengan serius.


" Aku adalah Cai cai, Xiao Cai cai" ucap Cai cai dengan jujur. Lan Cheyuan tambah terkejut lagi mendengar siapa wanita ini " Kau kekasih shidiku? " tanya Lan Cheyuan menyipitkan matanya. Cai cai mengangguk " Dimana yizhan-ge tuan..?" tanya Cai cai tanpa basa basi.


"Tunggu..tunggu! kasih aku berpikir sebentar." Lan Cheyuan melirik ke ibu Cai cai, Cai cai yang melihat tatapan Lan Cheyuan ke ibunya ia mengerti " Oh perkenalkan, ini ibuku" ucap Cai cai memperkenalkan ibunya. Xiao mei juga membuka cadarnya membungkuk hormat pada Lan Cheyuan.


Lan Cheyuan terperangah melihat dua wanita ini yang begitu cantik, tiba tiba datang menemuin dan mengaku kalau mereka dari Klan Xiao, dan yang membuatnya tambah bingung mereka bisa sampai di Klan Lan ini.