
Lan miyan tersenyum ia mencoba berusaha bangkit bersender di tempat tidurnya. Lan Ziyan yang melihat neneknya kesusahan ia membantu memegangin tangan Lan miyan "aku bantu nek" ucapnya.
Setelah Lan miyan sudah menyender di dinding tempat tidurnya ia baru jelas melihat orang orang yang berada disana. Mata Lan miyan melihat Lan Ziyan yang di sampingnya berbinar "Ini pasti Ziyan.." tangan Lan miyan membelai lembut pipi Lan Ziyan.
Lan Ziyan menganggukan kepalanya "salam nenek.. " sapanya dan membungkuk hormat.
Lan miyan tersenyum ceria " sini naik " minta Lan miyan pada Lan Ziyan menepuk tempat tidur sampingnya.
Lan Ziyan ingin naik namun karena kasurnya ketinggian ia kesusahan, tidak meminta tolong ia berusaha sendiri. Lan Xuan tertawa renyah "Sini kakek bantu" Lan Xuan mengangkat Lan Ziyan.
"Terimakasih kakek" ucap Lan Ziyan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Lan miyan memeluk Lan Ziyan "Cucuku sudah sebesar ini" ucapnya lalu melonggarkan pelukannya melihat wajah Lan Ziyan.
"Berapa usia cucu nenek ini? " tanya Lan miyan lembut pada Lan Ziyan.
" 7 tahun nek" jawab Lan Ziyan ramah.
Lan Miyan melirik Lan yizhan yang berada di sampingnya ia menghela nafasnya " Sudah selama itu juga kau tidak kembali, bagaimana kehidupan cucu ku ini di luar aku pun tidak tau" guman Lan miyan sedikit kesal pada Lan yizhan yang tak ingat pulang.
Lan yizhan hanya menundukan kepalanya merasa bersalah. Lan miyan kembali melihat Lan Ziyan "Apakah selama ini cucu nenek hidup bahagia di luar sana? " tanya Lan miyan dengan ekspresi sedih melihat wajah cucunya ini, ia takut jika Lan yizhan tidak memenuhi kebutuhan Lan Ziyan di luaran sana.
Lan Ziyan tersenyum " Ziyan hidup bahagia nek, Ayah, mama dan ibu juga semua orang di kerajaan sayang dengan Ziyan, mereka juga tidak pernah menolak permintaan Ziyan nek" jawab Lan Ziyan serius melihat neneknya.
Lan miyan, Lan xuan dan Lan Cheyuan mendengar itu bersama sama menoleh ke Lan yizhan.
"Tunggu! Kerajaan? " guman Lan Cheyuan menyipitkan matanya meminta penjelasan pada Lan yizhan.
Lan yizhan yang tadinya masih merahasiakan karena sudah ketahuan tidak bisa mengelak lagi ia pun akan jujur semuanya.
Lan yizhan menceritakan bagaimana dia bisa menjadi Raja Jingtian, namun ia tidak menjelaskan mengapa bisa menjadikan Rounan selir.
"Jadi kedua ini menantu ibu? " tanya Lan miyan melihat ke arah Cai cai dan Rounan. Mereka maju dan memberi hormat.
Lan miyan memegang tangan kedua menantunya ini " Kalian sangat cantik, luar biasa cantik" ucap Lan miyan tersenyum bahagia.
Cai cai juga mengenalkan ibu dan tabib Zhaolin dan lingling pada Lan miyan juga Lan Xuan disana.
Lan Xuan karena tau ada tabib terbaik disini ia langsung bergegas menyuruh untuk memeriksa keadaan Lan miyan.
Tabib Zhaolin dan Lingling mengeluarkan obat yang mereka racik sendiri lalu menyuruh Lan miyan untuk memakannya. Setelah memakannya selang waktu beberapa menit obat itu langsung berkhasiat tubuh Lan miyan sepenuhnya pulih.
Lan miyan tersenyum melihat suaminya lalu menoleh ke dua tabib itu " Aku sangat berterimakasih banyak padamu, sebagai hadiahnya aku akan memberimu 1000 koin emas dan perak" ucap Lan miyan.
"Kami tidak pantas menerima itu nyonya" jawab tabib Zhaolin pada Lan miyan.
Lan Ziyan berjalan ke tempat tabib Zhaolin dan lingling " Ayah ibu, anggap aja ini permintaan Ziyan. Terimalah itu nenek akan sedih jika ayah dan ibu menolaknya " sahut Lan Ziyan memegang kedua tangan Orang tua angkatnya.
Tabib Lingling berjongkok " hmm.. baiklah karena ziyan yang meminta ayah dan ibu akan menerimanya" jawab Tabib Lingling mencubit gemas pipi Lan Ziyan.
Setelah semua selesai Lan Cheyuan mengantarkan tamu ke dalam kamar masing masing, karena Lan Cheyuan bingung Lan yizhan akan sekamar dengan istri yang mana Lan Cheyuan tidak ambil pusing ia menyuruh pelayan agar meletakan barang barang Lan yizhan di kamar sendiri, biar adil maksud Lan Cheyuan.
Lan yizhan masih berada di kamar ibunya bersama ayahnya juga, Lan Cheyuan pun setelah selesai dengan tugasnya karena masih banyak pertanyaan pertanyaan untuk adiknya ia kembali lagi ke kamar ibunya.
Lan Cheyuan masuk dan menutup pintu kamar agar pembicaraan mereka tidak kedengaran keluar.
"Ziyanku, banyak pertanyaan pertanyaan yang harus kau jawab jujur. Oke! " ucap Lan Cheyuan serius.
Lan yizhan yang melihat kakaknya ini serius dia juga serius, Lan xuan dan Lan miyan juga ingin tau tentang Lan yizhan selama ini.
"Sebelum aku menjawab pertanyaan nanti, aku ingin memberitahu sebenarnya pada ayah dan ibu kalau Cai cai dia... dari Klan Xiao. " ucap Lan yizhan.
Lan xuan dan Lan miyan terkejut " Apaa! " jawab mereka tak percaya.
"Ibu ayah.. ku mohon jangan permasalahkan itu, aku juga sudah tau dari sebelum Yizhan pergi dari sini" sahut Lan Cheyuan memohon pada ibu dan ayahnya.
"Baiklah.. " jawab kedua orang tuannya.
Lan Cheyuan yang tau ayah dan ibunya sudah menerima Cai cai ia mulai bertanya pada Lan yizhan.
"Yizhan.. begini, emm.. aku tau kau sangat mencintai Cai cai. Tetapi mengapa kau tega menduakannya dengan menikahi Rounan?" tanya Lan Cheyuan yang sangat penasaran tentang ini.
Lan yizhan menghela nafasnya " Kau benar aku memang sangat mencintai Cai cai di dalam hatiku hanya ada cai cai bukan wanita lain, namun..
Lan yizhan menjeda pembicaraan ia mengingat Rounan yang sudah kehilangan orang yang sangat di sayanginya, ditambah dia juga harus menerima orang lain di kerajaannya sendiri atau rumahnya, bahkan orang yang di terimanya akan menjadi pengganti ayahnya sebagai Raja. Walaupun itu permintaan Rounan dan ibunya sendiri tetapi Lan yizhan dan Cai cai akan merasa sangat serakah jika mereka masih tidak memberi status selir kepada Rounan.
"Aku sudah mengambil Kerajaannya, rumahnya sendiri. Bagaimana aku dan Cai cai bisa merasa tinggal dengan nyaman disana atas keserakahan kami di Kerajaan itu. Rounan dan ibunya sangat baik dengan kami, masyarakat dan juga tetua tetua disana juga menerima kami dengan bahagia." Lan yizhan melanjutkan ucapannya ia meremas rambutnya dan menundukan kepalanya.
Lan miyan memegang bahu Lan yizhan " Ibu tau apa maksudmu, kau menjadikan Rounan selir karena ucapan terimakasihmu bukan, ibu juga akan melakukan itu jika menjadi Cai cai nak, hmm.. anak ibu sudah dewasa sekarang." ucap Lan miyan tersenyum bahagia melihat sifat bijaksana dari anaknya ini.
Lan xuan juga datang pada Lan yizhan " Kau sudah melakukan yang terbaik sebagai Raja Jingtian nak, ayah bangga padamu" ucapnya juga tersenyum puas dengan kebenaran ini semua.