
Lan yizhan, Luo tian dan Rounan memasuki perkampungan mereka melihat sekeliling terlihat seram berhawa dingin namun penduduk sini juga lumayan banyak yang berlalu lalang. Namun Lan yizhan memperhatikan satu persatu penduduk desa ini sangat mencurigakan penduduk penduduk itu melihat mereka bertiga yang datang tatapannya sangat mengerikan.
"Mereka melihat kita seperti ingin memangsa musuhnya saja" ucap Luo tian yang melihat tatapan aneh di mata para penduduk.
Rounan juga memperhatikan satu persatu penduduk itu ia berhenti berjalan. Luo tian yang merasa Rounan tidak ada disamping pun melihat kekanan dan kekiri, lalu kebelakang "hmm.. " guman Luo tian dan berjalan kebelakang " Ayo.. " ajaknya menarik tangan Rounan.
"Kenapa tanganmu sangat dingin dan gemetaran? " tanya Luo tian pada Rounan yang bersikap aneh. Rounan tidak berani berbicara disini jadi dia hanya diam saja di tanya Luo tian.
Lan yizhan dari samping juga melirik Rounan yang bersikap aneh, seperti tau akan sesuatu namun ia takut untuk mengatakannya.
Lan yizhan mengajak mereka untuk cari penginapan dan mereka pun berenti di penginapan terdekat. "Kita pesan satu kamar, aku rasa tempat ini sangat mencurigakan" ucap Lan yizhan pada Luo tian dan Rounan sebelum memesan kamar mereka pun mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Lan yizhan.
Luo tian datang ke penjaga penginapan disana ia memesan kamar yang besar karena untuk bertiga. Penjaga itu pun melihat mereka dua pria dan satu wanita, penjaga itu menyeringai lalu memberi kunci pada Luo tian. Naik lah mereka ke penginapan dan masuk kedalam kamar itu, setelah semua masuk Lan yizhan dengan cepat mengunci pintunya.
"Ada apa?" tanya Luo tian yang merasa aneh pada Lan yizhan, Lan yizhan menggelengkan kepalanya ia melihat ke Rounan "Ada yang ingin kau katakan?" ucap Lan yizhan yang penasaran apa yang di pendam Rounan sedari tadi.
Rounan tangannya gemetaran mukanya juga sedikit pucat sebelum ia berbicara dia menelan ludahnya " Aku melihat mereka semua bukan manusia seutuhnya" ucap gugup Rounan.
"Haa? Maksudmu?" Luo tian tidak paham dengan kata kata Rounan. Lan yizhan menyipitkan matanya melihat Rounan.
"Aku memperhatikan mereka dari kita bertiga masuk, hidung mengendus bau kita, terus kulit mereka bukan seperti kulit manusia biasa! bulu tangan mereka lebih tebal dan yang membuat anehnya lagi.. mereka tidak ada yang memakai penutup kaki. " ucapnya dengan takut.
"Sudah ku duga, ini adalah sarang mereka, kita sudah masuk perangkap!" ucap Lan yizhan dengan serius.
"Tunggu! maksudnya dengan "Mereka"? " tanya Luo tian yang masih belum paham. Lan yizhan melihat ke Luo tian "Siluman Serigala" jawabnya.
Luo tian sepontan menelan ludahnya, matanya berkedip berkali kali dan ekspresinya sudah jelek.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang yizhan-ge.. " ucap Rounan yang tanpa sadar memanggil Lan yizhan dengan sebutan kakak. Sebenarnya wajar ia memanggil Lan yizhan kakak karena ia lebih muda dari Lan yizhan umurnya juga sekarang masih 17 tahun.
Lan yizhan mendengar Rounan memanggilnya gege pun menatapnya. Rounan yang di tatap pun baru ingat kalau ia memanggil Lan yizhan dengan gege, Rounan menunduk takut jika Lan yizhan akan merah padanya, ia semakin gemetaran.
Lan yizhan menghela nafasnya " Hari sudah semakin gelap kita harus lebih waspada" jawab Lan yizhan dan ia juga tidak mempermasalahkan di panggil gege lagian itu sudah semestinya memanggil seperti itu karena Lan yizhan lebib tua, Lan yizhan tadi hanya mengingat Cai cainya yang memanggilnya sebutan gege juga makannya ia langsung menatap Rounan. Rounan yang merasa Lan yizhan tidak mempermasalahkan dengan ia menggil seperti itu pun di dalam hatinya sedikit gembira namun mukanya biasa saja.
Rounan yang melihat ekspresi wajah Lan yizhan dan Luo tian bingung, ia mengeluarkan botol kecil dan meletakannya di atas meja. Lan yizhan dan Luo tian melihat itu langsung saling memandang.
"Apa itu? " tanya Lan yizhan penasaran. Rounan sedikit tersenyum " Botol asap ge ".
Lan yizhan yang penasaran melihat botol kecil ini pun mengambilnya dan melihatnya secara detail " Botol asap? " beo nya.
Rounan menganggukan kepalanya "Benar ge, begini. serigala takut dengan dua macam yang pertama api dan kedua asap, jika kita menggunakan api itu akan terlihat sangat mencolok jadi kita hanya membutuhkan ini" Rounan menjelaskan maksudnya.
Luo tian yang juga penasaran mengambil botol kecil itu dari tangan Lan yizhan "Hmm? jadi dimana asapnya? " tanya Luo tian menoleh ke Rounan.
"Hanya tinggal membuka tutupnya, didalam itu ada bubuk asap jadi tinggal buka asapnya akan keluar" jawab Rounan dengan santai.
Luo tian menaikan sebelah alisnya "Botol sekecil ini apa bisa membuat asap yang banyak? " ucapnya menyepelekan botol kecil itu.
"Ini adalah racikanku sendiri, jangan menyepelekannya! " jawab Rounan sedikit kesal ia pun mengerucutkan mulutnya.
Lan yizhan yang melihat suasana di kamar ini semakin kacau pun mengambil lagi botol kecil itu dari tangan Luo tian " Aku percaya padamu" ucap Lan yizhan pada Rounan, Rounan yang mendengar itu pun blus mukanya merona merah ia tersenyum kepada Lan yizhan. Lan yizhan balas senyum padanya, itu semakin membuatnya panas terbakar wajahnya sangat merah hatinya bergejolak tak karuan jantungnya berdebar debar.
Lan yizhan menyerahkan botol itu pada Rounan "Kuserahkan ini padamu" ucapnya. Rounan dengan gugup mengambil botol itu dari tangan Lan yizhan.
"Rounan kenapa wajahmu memerah?" tanya Luo tian asal. Rounan memijit alisnya ia sangat sangat ingin menutup mulut Luo tian yang terlalu banyak bertanya " Kamar ini sangat panas" jawab Rounan asal, padahal jelas jelas kamar ini sangat dingin suasana di kampung ini juga dari awal sudah dingin tidak panas.
Rounan melihat Lan yizhan " Kita lakukan sekarang ge? " tanyanya dengan serius.
Lan yizhan berjalan ke jendela ia menutupnya dengan rapat dan Lan yizhan juga melihat sekeliling kamar tidak ada lagi yang terbuka semua sudah tertutup rapat Lan yizhan melihat ke Rounan dan mengangguk.
Rounan pun membuka tutup botolnya, ia meletakkan di belakang pintu agar asap itu bisa keluar dari sela sela pintu dan mengudara di dalam kamar yang mereka tempati.
Luo tian terkejud melihat asap sebanyak itu keluar dari botol yang kecil, ia melangkah mundur melihat asap semakin tebal. Lan yizhan juga takjub dengan botol itu ia juga tidak terpikirkan asapnya setebal ini seperti rumah yang kebakar, tetapi bau asap ini harum.
Luo tian menyenggol Lan yizhan dan berbisik "Aku tidak menyangka akan seperti ini asapnya" ucapnya di kuping Lan yizhan. Lan yizhan mengangguk setuju.