Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Hampir Saja



Luo tian mengerutkan dahinya tidak habis pikir melihat apa yang dilakukan Lan yizhan ke pelayan itu " Mengapa kau memberi semua uang itu?" tanyanya penasaran.


" Kenapa? apa kau tidak ikhlas memberinya kepadaku? " jawab Lan yizhan.


"Hmm.. terserah mu." jawab Luo tian malas.


Pelayan yang di beri uang dengan Lan yizhan berjalan ke arah mereka "Tuan.." ucap pelayan ke Lan yizhan dan Luo tian. Lan yizhan dan Luo tian menoleh ke sumber suara "Hmm..?" jawab Lan yizhan.


"Saya hanya ingin memberi tahu kepada para tuan, di belakang penginapan kami ada tempat yang istimewa" ucap pelayan itu.


"Istimewa? maksudmu?" tanya Luo tian pada sang pelayan.


"Saya yakin para tuan sekalian menyukai tempat itu" ucap pelayan dengan semangat.


Lan yizhan melihat ke arah Luo tian, Luo tian yang di tatap mengangguk " Baiklah antar kami kesana! " jawab Luo tian pada pelayan itu ia pun berdiri dan bersiap merapikan pakaiannya dan ingin mengikuti pelayan itu, Lan yizhan juga mengikuti Luo tian dan pelayan itu.


"Ini tempatnya tuan, pasti tuan suka" ucap pelayan itu menunjukan tempat hiburan para lelaki lelaki yang kurang kasih sayang.


Lan yizhan membelalakan matanya " ini katanya tempat yang istimewa itu? dimana istimewanya, ini adalah tempat yang menjijikkan yang pernah aku masuki. " gerutu Lan yizhan didalam hatinya.


Sebaliknya mata Luo tian marah berbinar binar melihat wanita wanita cantik disini, ia mengangap ini adalah surga dunianya. Ia tak percaya di dalam penginapan yang sederhana ini tersimpan tempat yang begitu menakjubkan ini. Luo tian mengeluarkan uangnya sekali lagi memberikan pada pelayan itu " Ini bonus tambahan untukku karena telah memberitahu tempat yang menakjubkan ini" ucapnya menyerahkan uang itu kepada pelayan. Pelayan itu pun menerimanya dengan senang hati lalu ia pergi meninggalkan mereka berdua disana.


Luo tian merangkul bahu Lan yizhan "Jangan pasang wajah seperti itu. Ayo kita bersenang senang.. " ucapnya menarik Lan yizhan untuk masuk lebih dalam.


Wanita wanita penghibur itu pun dengan ganjen melihat dua pria yang baru masuk langsung menyerbu mereka. Lan yizhan ingin kembali ke depan namun Luo tian menarik Lan yizhan. "Jangan pergi, kesempatan tidak datang dua kali" ucap Luo tian di kuping Lan yizhan.


Wanita wanita penghibur itu menyerbu Luo tian dan Lan yizhan, namun wanita penghibur itu lebih banyak menyerbu Lan yizhan karena siapa yang tak mau dengan Lan yizhan walaupun pakaiannya sangat sederhana namun tubuh dan wajahnya tidak mudah untuk di tolak, secara pesona Klan Lan siapa yang bisa menolaknya.


Luo tian yang melihat wanita itu lebih banyak ke arah Lan yizhan pun sedikit kesal, ia berpikir sejenak lalu ia mengambil uang di kantongnya dan membagi bagikan uang itu kepada para wanita, otomatis wanita itu beralih ke Luo tian semua. Lan yizhan pun akhirnya bisa bernafas legah karena para wanita itu sudah pergi darinya.


Lan yizhan melihat kesamping ada seorang wanita yang sedikit berbeda dari para wanita lainnya, ia di godain dengan pria pria namun ia menolaknya. Para pria itu ingin mengkeroyoknya, Lan yizhan yang melihat itu menyipitkan matanya ia ingin bersikap acuh tak acuh namun Lan yizhan merasa pandangan arah matanya mau kesitu saja. "Cihh.. menyebalkan! " ucapnya berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah wanita itu.


"Hmm.. " gumannya pada para pria itu. Mereka berbalik badan dan melihat ke Lan yizhan. pandangan mereka melihat dari atas sampai ke bawah menyepelekan Lan yizhan. " Siapa kau! kami tidak ada urusannya denganmu! " ucap salah satu pria ke Lan yizhan. Lan yizhan menghela nafasnya " Hey kau! apakah kau ingin bersama mereka?" ucap Lan yizhan ke wanita itu. Wanita itu pun menggelengkan kepalanya " Tolong aku tuan, aku tidak mau dengan mereka" ucap wanita itu menagis menghadap ke Lan yizhan.


"Kalian mendengarnya kan? Pergilah.. " ucap Lan yizhan malas


Pria pria itu melotot dengan tajam ke Lan yizhan lalu mengeluarkan pedangnya dan mencoba menebas Lan yizhan, Lan yizhan yang melihat itu terkejud dan menahan itu dengan pedangnya namun pedang Lan yizhan tidak di cabut dari sarungnya. " Kau!! " ucap pria itu dan mengkeroyoknya. Lan yizhan tidak bertarung sungguhan ia hanya menghindar dan menghindar. Luo Tian yang melihat Lan yizhan bertarung dengan pria pria itu pun ikut bergabung dengan Lan yizhan untuk menyerang pria pria itu.


"Berani juga kau cari masalah pada mereka! " ucap Luo tian yang masih betarung pada pria itu namun ia sempat sempatnya masih berbicara pada Lan yizhan.


Lan yizhan menyeringai " Hmm aku juga tidak menginginkan ini" ucap Lan yizhan datar.


"Terus mengapa bisa mereka menyerangmu!! " ucapnya lengah, Lan yizhan yang melihat pria itu ingin melukai Luo tian karena lengah pun dengan cepat mencabut pedangnya dan mengarahkan pada pedang pria itu, pedang pria itu terlutar jauh oleh pedang Lan yizhan.


Semua yang berada disitu membelalakan matanya melihat pedang Lan yizhan. Lan yizhan yang menyadari itu pun dengan cepat memasukan pedangnya ke sarungnya.


"Pedangmu.." ucap Luo tian yang masih terkejud melihat itu.


Lan yizhan menyipitkan sedikit matanya dan ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal " Hanya pedang biasa tidak ada yang spesial." ucapnya dengan menyesali perbuatannya.


Pria pria yang menyerang mereka pun kembali menyerang kembali, Luo tian dan Lan yizhan kembali bertarung namun kali ini Lan yizhan tidak akan melakukan itu lagi.


Sejam mereka bertarung akhirnya Pria pria yang menyerang ini kabur. Tempat ini menjadi berantakan dan banyak barang barang yang rusak, pelayan pelayan disana rasanya ingin menangis melihat keadaan sekarang ini. Lan yizhan yang melihat itu berjalan ke pelayan mengambil uang dari kantong dan menyerahkan pada pelayan itu " Aku akan mengganti rugi semuanya" ucapnya menyerahkan uang itu lalu pergi dari sana.


Wanita yang di selamatkan Lan yizhan mengikuti Lan yizhan keluar, Luo tian yang melihat kedua orang itu meninggalkannya juga ikut keluar. Pelayan itu menghitung uang yang di beri Lan yizhan membelalakan matanya " Banyak sekali? siapa pria itu? aku yakin dia pasti dari Klan besar yang terpandang. " ucapnya melihat ke arah perginya Lan yizhan.


Lan yizhan kembali ke tempat duduknya awal, ia duduk dan melanjutkan meminum araknya tadi. "Tuan.. " panggil wanita yang membuntutinya dari belakang penginapan.