
Semua pasukan sudah stanby. Hari yang di tunggu tunggu telah tiba waktunya sekaramg.
Sebelum pergi Lan yizhan selaku Raja Jingtian melihat semua pasukan yang hari ini akan pergi berperang.
Dengan detail ia melihat satu persatu wajah yang penuh semangat dan percaya diri ini. Lan yizhan tersenyum tipis, ia sangat puas dengan apa yang di lihatnya.
Luo tian berjalan melangkah ke depan, ia berlutut di depan Lan yizhan. Melihat Luo tian berlutut semua pasukan yang berada di belakangnya Luo tian ikut berlutut.
Mereka meminta restu dan doa pada Raja mereka agar Peperangan ini berbuah kemenangan, menciptakan kedamaian dunia agar menuntaskan kejahatan di muka bumi.
"Raja berilah kami kesempatan untuk membalas semua kebaikan yang engkau berikan pada kami. Kami semua akan berusaha sebaik mungkin untuk memenangkan peperangan ini. Walaupun jika kami harus mengorbankan nyawa kami demi kedamaian dunia ini." ucap Luo tian mewakili pasukan yang berada di belakangnya.
Lan yizhan berdiri dengan tegak, ia berjalan menghampiri Luo tian.
Luo tian mendongak melihat Lan yizhan "Berdirilah" titah Lan yizhan pada semua orang yang berlutut.
"Kemenangan adalah milik kita, kedamaian dunia di depan mata" ucap Lan yizhan penuh dengan keseriusan.
Semakin Lan yizhan menyemangati mereka pasukan itu pun semangatnya lebih membara.
"Restuilah kepergian kami yang mulia.. " ucap serempak pasukan garis depan meminta izin pada Lan yizhan.
Lan yizhan mengangkat tangan kanannya tinggi ke atas. "Restuku bersama kalian.. " ucapnya.
Pasukan Luo tian atau pasukan garis depan pun berangkat menuju Klan Xiao.
Lan yizhan dan yang lain melihat kepergian mereka merasa sedikit khawatir sebenarnya namun ini adalah yang seharusnya.
Pasukan yang lain masih berbaris di depan Kerajaan Jingtian dengan patuh.
Lan Cheyuan menoleh ke Lan Cheyuan yang juga sudah bersiap untuk pergi.
Lan yizhan berjalan mendatanginya. "Pasukan berkuda sudah siap." tanyanya memastikan.
Lan Cheyuan menyeringai tipis ia menganggukan kepalanya dengan semangat.
"Baiklah, aku percayakan mereka kepadamu.. " minta Lan yizhan kepada kakaknya.
"Pasukan kuda, kekuatan darat!! kita berangkat!" ucap Lan Cheyuan dengan keras pada pasukannya.
Lan miyan melihat anak sulungnya yang pergi ada rasa sedih sebenarnya di hatinya, namanya juga seorang ibu walaupun itu sudah kewajiban bagi mereka melepas anaknya untuk perang tetapi rasa tidak tega tetap tinggal disana.
Cai cai memegang lengan Lan miyan "Gege pasti akan baik baik saja bu.. " ucapnya.
Lan miyan mengangguk setuju pada Cai cai.
Pasukan Rounan yang juga sudah siap mulai maju satu langkah ke hadapan Lan yizhan.
Rounan tersenyum pada Lan yizhan dengan mata berbinar penuh percaya diri.
Lan yizhan memegang bahu Rounan lembut. "Jangan sampai terluka" ucapnya dengan berat penuh dengan kekhawatiran.
"Ge.. bolehkah aku memelukmu" tanyanya dengan sedikit merona di pipinya.
Lan yizhan langsung memeluk Rounan di hadapan semua. "Selesaikan tugasmu dan cepat kembali lah" guman Lan yizhan pelan dengan memeluk Rounan.
Rounan meneteskan air matanya. "Baik. Yizhan-Ge tenang saja, kita akan menang!"
Cai cai dan Lan miyan dari samping sudah menangisi disana.
Rounan yang melihat kedua wanita tersayangnya ini begitu sedih ia tersenyum manis "Hey.. aku akan menang, kumohon percayalah padaku hmm.. " gerutu Rounan pada Lan miyan dan Cai cai.
Cai cai memeluk adiknya ini dengan erat "Keselamatan mu lebih penting dari kemenangan, ku harap kau tau itu" omel Cai cai.
Rounan terkekeh " Baiklah Cai-jie.."
Lan miyan memegang bahu Rounan "Ibu memegang janjimu".
Selesai masalah perpisahan Rounan pun pergi dengan pasukan panahnya.
Tersisa pasukan Lan miyan yaitu serangan melingkar dan Para tetua Jingtian serangan bantuan dekat.
Lan miyan tidak mau basa basi ia hanya tersenyum melihat Cai cai dan Lan yizhan lalu mengarahkan pasukan melingkarnya untuk bergegas pergi.
Cai cai rasanya pagi ini sampai kering air matanya karena menangis saja. Matanya juga sudah membengkak kemerahan.
Tetua tetua Jingtian yang tersisa juga sudah pamit pergi.
Lan yizhan yang melihat Cai cai basah air mata menggelengkan kepalanya. Ia menarik masuk Cai cai ke dalam kerajaan.
Kerajaan Jingtian terasa sangat sunyi. Lan Ziyan dan Lan Yueyin di pindahkan ke Klan Mu mereka bersama Tabib Zhaolin dan Lingling yang menjaga mereka. Lan yizhan tidak mau terjadi sesuatu dengan anak anaknya maka dari itu sebelum mereka pergi anak anaknya sudah terlebih dahulu di tempatkan di tempat aman. Perlindungannya juga bukan hanya dari Klan Mu sendiri tetapi ada Lan Xuan yang menjaga mereka dan Klan di Dataran ini.
Lan yizhan kembali ke kamarnya ia ingin bersiap ingin pergi juga. Cai cai yang kembali ke kamarnya juga ikut bersiap. Pasukan yang lain mereka tidak di beritahu jika Cai cai dan Lan yizhan akan menyusul. Mereka hanya tau jika mereka sudah tidak sanggup perwakilan dari Mereka akan kembali ke kerajaan Jingtian meminta bantuan Lan yizhan.
Lan yizhan dan Cai cai kesana tetapi tidak menujukan wujudnya. Mereka lebih memilih bersembunyi terlebih dahulu melihat berjalannya peperangan.
Lan yizhan mengulurkan tangannya pada Cai cai. Cai cai tersenyum ia menerima uluran tangan Lan yizhan.
Mereka berjalan kembali ke depan. Salah satu tentaranya berlutut di hadapan Lan yizhan.
"Pasukan Pertahanan dan pasukan udara sudah siap" ucapnya.
Lan yizhan mengangguk. "Kita berangkat sekarang!"