
Lan yizhan dan Luo tian saling menatap. "Bagaimana ge.. " tanya Rounan sekali lagi.
"Bukan kah kau bilang kau kabur dari kerajaanmu?" tanya Luo tian. Rounan menganggukan " Iya, itu tidak masalah lagian sekarang Mo bailu sudah tewas jadi tidak ada masalah lagi" ucap Rounan dengan semangat.
"Bagaimana yizhan? " tanya Luo tian pada Lan yizhan yang masih diam saja tanpa kata kata.
"Hm. Baiklah " jawab Lan yizhan. Rounan matanya berbinar binar ia dengan semangat menyiapkan bekal dan obat obatan untuk perjalanan jauhnya ini. Ia keluar kembali mencari tanaman obat secukupnya.
"Kerajaan Jiangtian sangat jauh, lagian tubuh kita belum sepenuhnya sembuh, bagaimana jika kita pergi setelah tubuh kita sembuh total" ucap Luo tian, Lan yizhan sebenarnya ingin segera pergi namun apa yang dikatakan Luo tian juga benar, keadaan mereka sekarang belum pulih total ia tidak bisa egois untuk kepentingannya sendiri dan tidak memikirkan teman temannya.
"Baiklah, kau juga bilang pada Rounan kita berangkat setelah sembuh total kelihatannya dia sangat semangat karena akan kembali kerumahnya" jawab Lan yizhan setelah memutuskan.
Luo tian mengangguk dan dia pun berjalan pergi dari sana untuk menemui Rounan.
Lan yizhan tersenyum bahagia " Cai cai sebentar lagi, aku akan menjemput mu" Lan yizhan sudah tidak sabar bertemu dengan sang pujaan hatinya.
1 Bulan telah berlalu Lan yizhan dan Luo tian sudah sepenuhnya pulih, mereka sudah bersiap siap untuk pergi.
Rounan sangat senang sekali karena ingin pulang kerumahnya bertemu dengan Ibunya yang sangat ia rindukan. Rounan yang berjalan di samping Lan yizhan meliriknya "Aku akan mengenalkannya pada ibu" gumannya dalam hati ia memperhatikan wajah Lan yizhan yang tampak santai dan elegan ini.
"Bagaimana dengan kerajaanmu Rounan?" tanya Luo tian memecahkan keheningan di perjalanan. Rounan yang masih memperhatikan Lan yizhan tidak mendengar ucapan Luo tian ia masih bergelut dengan pikirannya yang masih berbunga bunga.
Lan yizhan yang mendengar Luo tian berbicara pada Rounan tidak ada jawaban ia menoleh ke samping melihat Rounan yang ketangkap basah memperhatikannya sedari tadi.
Rounan yang melihat Lan yizhan menangkap basahnya, ia langsung berkedip kedip melihat ke sembarangan arah dan muka malu ia mengutuk kebodohan dirinya sendiri " Astaga.. apa yang aku lakukan. Yizhan-ge pasti akan mengira aku terlalu keganjenan hmm.. ayolah Rounan sadar ayo sadar.. " ucapnya dalam hati.
"Rounan! " panggil Luo tian dengan nada yang sedikit kuat. Rounan terkejud kembali dari lamunannya, "Ha? apa? " jawabnya.
"apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Luo tian yang melihat tingkah aneh Rounan sejak tadi.
"Hmm.. tidak ada, ayo kita istirahat disana" ucap Rounan menunjuk ke bawah pohon besar. Karena hari memang sudah larut malam mereka pun beristirahat, Rounan mangambil ubi jalar yang ia bawa tadi, Luo tian sudah mengumpulkan kayu bakar dan membuat api unggun kecil Rounan memasukan ubi ubi itu kedalam api itu.
Menunggu beberapa menit matang lah ubi itu Luo tian mengambil ubinya, Lan yizhan juga. Karena panas Rounan ingin mengambilnya namun tidak jadi, ia mencoba coba untuk memegangnya namun tetap sama dia tidak tahan karena panasnya itu. Lan yizhan mengupas ubinya ia memperhatikan Rounan yang sedang kesusahan ingin mengambil ubinya pun mendengus pelan.
"Ini.. makan lah" ucap Lan yizhan kepada Rounan, Rounan yang melihat itu sedikit malu ia karena juga sudah lapar mengambilnya dan mulai memakannya. Lan yizhan mengambil ubi yang masih panas milik Rounan tadi dan mulai mengupasnya lagi.
Rounan melihat ke arah Lan yizhan. "Kau juga tidurlah" ucap Lan yizhan bangkit dari tempat duduknya. Rounan menganggukan kepalanya lalu mulai bersender di bawah pohon memejamkan matanya.
Lan yizhan yang bertugas jaga malam mulai berjalan jalan di sekeliling di lihatnya sudah aman dan tanpa gangguan ia pun kembali ketempat teman temannya beristirahat.
Ia juga bersender di bawah pohon menatap ke langit yang cerah karena bulan yang indah dan banyaknya bintang membuatnya mengingatkannya pada sang kekasih.
" Cai cai.. " gumannya pelan sangat pelan dan hanya dia yang mendengarnya.
"Aku sangat merindukanmu" ucapnya sedih karena sudah lama mereka tidak berjumpa, bagaimana keadaannya sekarang pun ia tak tau, Lan yizhan mengepalkan tangannya kesal karena mengingat wajah Xiao Shunxi. Dia lah orang yang memisahkan mereka sampai saat ini.
Lan yizhan meneteskan air matanya menahan rindu yang sangat berat ini, ia harus lebih kuat dari sebelumnya agar ia bisa menghajar Xiao Shunxi dan mengambil Cai cai dari sana, walaupun semua orang orang Klan Xiao menyerangnya dia harus menghadapinya maka dari itu ia harus kuat dan lebih kuat lagi.
Tidak tau kapan ia tertidur dan ini matahari sudah muncul, Rounan yang masih melihat Lan yizhan tertidur ingin membanguninnya ia berjalan mendekat, sedikit tersenyum melihat wajah tampan Lan yizhan ia pun menghela nafasnya " Ge.. yizhan-ge.. " ucapnya pelan, tidak bangun juga Rounan menyentuh lengan Lan yizhan, Lan yizhan yang terasa tangannya disentuh seseorang langsung memegang tangan Rounan dan menatapnya.
"Ge.. " ucap Rounan terkejud, Lan yizhan mengalihkan pandangannya lalu melepaskan tangannya yang memegang tangan Rounan.
Lan yizhan bangkit dari sana, ia mengibas ngibaskan bajunya dan mulai bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Lan yizhan jalan terlebih dahulu didepan diikuti Luo tian dan Rounan dari belakang.
Luo tian yang memperhatikan tatapan Rounan ke Lan yizhan dari belakang menyenggolnya.
"Kau menyukainyakan? " tanya Luo tian dengan tatapan menyelidiki.
Pipi Rounan memerah " Hmm. tidak" jawab Rounan dengan mengigit bibirnya. Luo tian tersenyum mengejek " Sudah lah jujur saja" ucapnya dengan menggoda Rounan yang tampak gugup.
"Tapi yizhan-ge tidak menyukaiku.. " ucap Rounan menunduk sedih. Luo tian merasa kasihan ia menepuk nepuk pelan bahu Rounan " Usaha tidak akan mengkhianati hasil" ucap Luo tian agar Rounan jangan patah semangat harus tetap berjuang.
Rounan melihat ke Luo tian " Bagaimana jika yizhan-ge mempunyai kekasih yang dicintainya? " ucap Rounan sedikit serius kepada Luo tian.
Luo tian sedikit berpikir ia berjalan sambil memegang dagunya " Em.. tidak masalah, jika itu yang terjadi kau bisa jadi yang kedua" ucap Luo tian setelah berpikir sejenak.
"Keduaa? " guman Rounan memikirkan jadi yang kedua, bukannya itu sangat jahat. Rounan menggelengkan kepalanya "Hmm.. jika benar yizhan-ge memiliki kekasih yang di cintainya aku akan mengalah" ucapnya dengan yakin.
Luo tian yang mendengar itu menaikan alisnya sebelah " Mengalah? " gumannya.