Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Xiao Mei



Xiao Shunxi melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar. Xiao Mei, Xiao Shori serta tabib itu melihat ke arah pintu, mereka terkejud melihat Pemimpin Klan itu masuk.


Xiao Mei yang melihat suaminya masuk dengan wajah yang sulit di artikan pun berdiri, ia takut suaminya hilang kendali amarahnya.


"Aku harus melindungi Cai cai!" batin Xiao mei takut suaminya mencelakai Cai cai. Xiao mei berjalan juga ke arah suaminya namun tangan Xiao mei di hentikan oleh Xiao shori. Xiao mei menoleh ke anaknya itu. Xiao shori menggelengkan kepalanya " ayah tidak mungkin melukai cai cai bu" ucapnya pelan.


Xiao mei yang mendengar kata kata anaknya itu pun ragu untuk percaya dia tahu sifat suaminya bagaimana, jika dia marah itu tidak pandang bulu bisa saja karena kemarahannya saat ini ia mau melukai cai cai, apalagi suaminya itu tau sekarang Cai cai sedang mengandung anak dari Klan lain. Xiao mei sudah memutuskan jika suaminya itu sempat ingin mencelakai cai cai ia akan menghalanginya walaupun harus bertaruh dengan nyawanya. Mata Xiao mei terus mengawasi Xiao Shunxi yang makin mendekat ke Cai cai. Begitu juga Xiao shori ia melihat ayahnya dengan tatapan was was apa yang akan di lakukan ayahnya terhadap Cai cai.


"Ibu... "


Xiao mei, Xiao shori dan tabib itu langsung menoleh ke sumber suara. " Cai cai.. " ucap Xiao mei melangkah cepat ke samping cai cai dan memegang tangannya.


Cai cai yang melihat ayahnya disana juga memanggil " ayah.. " . Xiao Shunxi yang amarahnya sudah memuncak mendengar anaknya menyebutnya dengan pelan dan lembut membuat amarahnya meredah digantikan dengan rasa rindu ingin memeluk anak kesayangannya ini, ia melupakan masalahnya sementara dan ikut memegang tangan Cai cai yang satunya " Anakku.. " ucap Xiao Shunxi dengan lemah lembut. Cai cai yang melihat kedua orang tuanya sekarang menggenggam kedua tangannya tersenyum.


"Tabib. Periksa cai cai sekarang, apakah dia sudah pulih sepenuhnya atau belum." ucap Xiao Shunxi pada tabib yang masih berdiam diri disana.


Tabib itu pun mengangguk dan berjalan ke samping cai cai untuk memeriksanya. " Nona cai cai sudah sepenuhnya sembuh tuan" ucap tabib.


"Baguslah" ucap Xiao Shunxi. Xiao Shunxi pun melihat ke Xiao shori " Shori antar tabib ini keluar dan beri dia hadiah." ucap Xiao Shunxi serius pada Xiao shori. Xiao shori yang paham maksud ayahnya ini menganggukan kepalanya "Baik ayah". Pergilah mereka dari sana.


"Ayah, ibu bolehkah aku berjalan jalan keluar? " ucap cai cai kepada ayah dan ibunya. Ia merasa bosan berada di kamar ini saja, dia juga ingin menghirup udara segar.


Xiao mei melirik ke suaminya, ia mau mengizinkan Cai cai tapi takut suaminya akan melarangnya jadi Xiao mei hanya bisa menunggu jawaban dan keputusan dari suaminya itu.


"Boleh, tapi ayah akan menemani mu" ucap Xiao Shunxi tersenyum sedikit. Cai cai melihat ke ibunya, ibunya juga mengangguk. Cai cai di bantu ayahnya untuk turun dari tempat tidurnya dan ia pun mulai berjalan dengan ayah dan ibunya mengikutinnya dari belakang.


Cai cai berjalan ke taman belakang tempat ia latihan selama ini. Cai cai duduk di batu dan mulai melihat sekelilingnya rasanya sangat nyaman. 4 tahun sudah lamanya ia tidak duduk disini, latihan disini, biasanya hari harinya penuh di tempat ini. Tak jauh dari sana sepasang suami istri memperhatikan cai cai dari sana mereka melihat cai cai yang sudah nampak seperti biasa sangat bahagia.


"Baguslah, sepertinya dia sudah sadar dan melupakan lelaki itu" batin Xiao Shunxi melihat cai cai. Xiao mei juga berpikiran sama dengan Xiao Shunxi namun Xiao mei masih khawatir bagaimana cara memberitahu Cai cai tentang kandungannya itu, Cai cai baru pulih jika Xiao mei memberitahunya takutnya Cai cai akan melakukan hal yang diluar batas lagi.


"Aku ingin berbicara denganmu" ucap Xiao Shunxi pada Xiao mei lalu pergi meninggalkan cai cai yang masih nyaman disana.


Xiao mei sebelum pergi melihat ke arah anaknya sebentar lalu mengikuti Xiao Shunxi.


Xiao Shunxi, Xiao mei dan Xiao shori mereka masuk di ruangan keluarga, semua pengawal yang didekat itu di suruh pergi karena mereka ingin berbicara hal yang penting. Setelah pengawal pergi hanya tersisa mereka bertiga Xiao Shunxi mulai berbicara " Aku tidak mengizinkan dari kalian untuk memberitahu tentang kehamilan cai cai padanya! "


Xiao mei terkejut mendengar kata kata yang keluar dari suaminya ini. " Mengapa?!"


"istriku aku yakin kau tau jawabannya!" jawab Xiao Shunxi.


"Suamiku, kita tidak bisa menyembunyikannya dari Cai cai, bagaimana pun itu adalah anaknya! cucu kita!,-


"Itu bukan cucuku! " potong Xiao Shunxi.


Xiao mei menghelah nafasnya, "Baiklah, terserah jika kau tidak mengakuinnya tapi itu adalah darah daging cai cai! dia adalah ibunya dia juga harus tau. Kehamilan itu tidak bisa di sembunyikan semakin bertambah nya hari kehamilan itu semakin besar suamiku kau tau itukan?" ucap Xiao mei tidak setuju kata kata Xiao Shunxi.


"Keputusanku sudah bulat, tidak bisa di ganggu gugat! istriku ku harap kau bisa tau itu." ucap Xiao Shunxi jelas lalu pergi meninggalkan Xiao mei dan Xiao shori disana.


Xiao mei mulai menangis, ia mengutuk keras kepala suaminya itu. Xiao Shori yang disana melihat ke ibunya yang sedang bersedih memeluk ibunya "Bu.. "


"Bagaimana? apa yang harus kita lakukan pada cai cai, dia harus tau tentang calon bayinya itu shori dia harus tau.. " ucap Xiao mei menangis di pelukan Xiao Shori.


"Biarlah waktu yang menjawabnya bu, bukannya ibu yang bilang kehamilan tidak bisa dirahasiakan? Cai cai pasti akan mengetahuinya bu.. " jawab Xiao shori menenangkan ibunya.


"Kita hanya cukup menjaganya cai cai bu, ohyaa tadi aku bertanya pada tabib usia kandungan cai cai bu,


Xiao mei mendengarkan itu dengan cepat melihat ke Xiao shori. Xiao Shori tersenyum " Usia kandungan Cai cai sudah satu bulan bu, dan ibu tau calon keponakan ku dia tubuh sangat sehat di kandungan ibunya"


Mata Xiao mei berbinar binar " Benarkah? " ucap Xiao mei tersenyum bahagia mendengar kata per kata Xiao Shori.


Xiao Shori menganggukan kepalanya " Dan tabib juga akan selalu memberi obat pada cai cai agar perkembangan calon bayinya dan ibunya semakin sehat"


Xiao mei mengerutkan dahinya "Tapi, bagaimana kita akan memberi obat itu tanpa mengatakan itu untuk apa?"


"Kita bilang saja itu untuk kesehatannya bu, ibu tenang saja aku akan mengurus semua itu" ucap Xiao Shori pada ibunya.