Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Perang II



Lan yizhan sudah menduga ini akan terjadi, untung saja persiapan mereka sudah matang "hmm.. sepertinya kita sudah disambut dengan tuan rumah" ucap Lan yizhan.


"Bukan tuan rumah, lebih tepatnya pencuri rumah orang! " ucap Rounan kesal. Luo tian tidak bisa berbicara lagi ia hanya modal mengangguk ngangguk saja.


" Seranggg!!!" ucap jendral siluman itu pada anak buahnya. Lan yizhan, Rounan dan Luo tian juga sudah siap. Mereka mulai berperang lagi kali ini di banding semalam lebih kuat tetapi tetap kalah dengan mereka pedang dan anak busur Rounan beracun siluman yang sudah kena racun itu tidak bisa apa apa, berperang dengan semangat tetapi jam yang tak bersahabat. Hari sudah larut Lan yizhan, Luo tian dan Rounan juga sudah mundur kali ini mereka hanya bisa membunuh 500 siluman karena siluman hari kedua sedikit kuat dari yang semalam.


Mereka kembali istirahat Lan yizhan berpikir cara apa yang harus di lakukan lagi untuk perang besok, dengan pedang dikasih racun itu sudah dilakukan tadi tidak mungkin di ulang kembali siluman itu juga sudah menyadari pasti mereka lebih berhati hati. Lan yizhan memutar otak untuk berpikir " Apa lagi yang harus ku lakukan" guman Lan yizhan dalam hatinya.


Luo tian melihat Lan yizhan yang sedang memikirkan sesuatu " Kau sedang memikirkan cara untuk besok?" tanya Luo tian.


Lan yizhan menjawab " Aku tidak punya rencana untuk perang besok".


Luo tian dan Rounan terdiam mereka juga jika tidak memilik rencana sedikit kurang percaya diri untuk berperang. Lan yizhan bingung apa lagi yang harus dilakukan agar musuh dapat terkecoh.


"Bagaimana dengan asap botol kecil ku?" ucap Rounan kepada Lan yizhan dan Luo tian, Luo tian menghela nafasnya " Itu hanya untuk mengusir bukan memusnahkannya". Lan yizhan memikirkan tentang botol kecil asap Rounan.


Rounan melihat ke Lan yizhan. "Ide bagus, kita pakai asap itu untuk membuat mereka terperangkap lalu kita akan menyerang di dalam gumpalan asap itu" ucap Lan yizhan.


"Wahh.. ide bagus, Lan yizhan kau memang yang terbaik dan terjenius tidak salah Klan Lan adalah yang paling terbaik di Daratan" ucap Luo tian dengan seenak jidadnya.


Lan yizhan yang mendengar Luo tian membuka rahasianya membelalakan matanya menatap Luo tian, Lan yizhan melirik ekspresi Rounan yang mengerutkan dahinya.


Luo tian yang baru sadar dia membuka kartu Lan yizhan memukul mukul kepalanya merutuki kebodohannya itu " Astaga mati lah aku" ucapnya dengan muka masam.


"Lan?" guman Rounan melihat ke Lan yizhan. "Aku salah bicara tadi, maksudnya orang biasa" ucap Luo tian mencoba menyangkal.


"Hmmm.. sudah lah tidak perlu di rahasiakan, aku juga sudah tau" ucap Rounan tersenyum tipis.


Rounan berjalan ke samping Lan yizhan, Lan yizhan menoleh ke Rounan. Rounan memberikan beberapa botol kecil asapnya. "Cukup ge? ".


Lan yizhan mengangguk " Sisakan untuk kalian juga, untuk berjaga jaga. " ucap Lan yizhan menyimpan botol botol itu di kantong penyimpanannya.


Sampailah mereka di pintu gerbang Kerajaan pasukan siluman juga sudah menunggu mereka dengan makin bertambah banyak.


" Owh.. Jadi cuma segini! jika masih ada siluman yang lain keluarlah" ucap Luo tian menyeringai.


Jendral siluman itu pun semakin marah dia benar memanggil para siluman lagi. "Ahahaha semakin banyak semakin bagus" ucap Luo tian tertawa kecil.


Setelah semua siluman sudah siap mereka yang memang sudah marah langsung menyerang mereka, karena sudah menyusun rencana Luo tian berkerja dari samping kiri dan Lan yizhan bagian kanan sedangkan Rounan dan depan. Mereka berpencar mengelilingi pasukan siluman setelah di tempat masing masing Luo tian mengambil botol itu membuka tutupnya dilemparkan diikuti Lan yizhan dan Rounan.


Para siluman itu mulai ricuh karena asap sudah menyebar mengelilingi mereka ini adalah kesempatan untuk menyerang. Luo tian semringah dengan kesempatan emas ini dia dengan semangat membantai para siluman itu begitu juga dengan Rounan, hari semakin sore mereka juga sudah lelah dan lari mundur.


Luo tian sepanjang perjalanannya sangat senang karena hari ini dia membantai sangat banyak, Rounan juga senang tapi Rounan melihat ekspresi Lan yizhan yang biasa saja memikirnya sesuatu ia mulai bertanya " Apa yang kau pikirkan ge? bukannya kita sudah membantai mereka sangat banyak hari ini?" ucap Rounan.


Lan yizhan mendudukan dirinya di bawah pohon " Pemimpin mereka belum muncul, yang kita serang hanya para siluman biasa" jawab Lan yizhan.


"Iya juga, apa sebenarnya rencana mereka?" Rounan juga sependapat dengan Lan yizhan.


"hmm.. sudahlah kita istirahat dulu beberapa hari ini sangat melelahkan" ucap Lan yizhan yang tidak mau membuat panik teman temannya ini.


Luo tian dan Rounan juga sudah menidurkan tubuhnya yang kelelahan, Lan yizhan masih terjaga ia tidak bisa tidur mencoba untuk memejamkan matanya namun hatinya masih gelisah untuk besok setelah mereka melakukan pembantaian beberapa hari ini para siluman sudah banyak yang jatuh jadi tidak tau apa yang akan mereka persiapkan untuk perang besok.


Lan yizhan melihat kedua telapak tangannya yang sudah mulai keras dan kasar karena terlalu banyak mencengkeram pedang serta sudah banyak yang kehilangan nyawa karena tangannya ini. Ini lah hidup jika kita tidak membunuh kita yang terbunuh " Apapun yang terjadi besok, kami akan melewati itu" guman Lan yizhan menyemangati dirinya sendiri.


Pagi ini mereka juga sudah siap untuk pergi, hari ini masih menggunakan rencana seperti sebelumnya "botol asap" kali ini Luo tian yang menyarankan memakai itu lagi, mereka setuju dan langsung pergi untuk berperang.


Masih sama para siluman itu sudah berkumpul dan mereka ke tempat masing masing mengeluarkan botol asap itu dan melemparkan ke arah siluman siluman itu. Luo tian dan Rounan mulai masuk ke gumpalan asap itu namun Lan yizhan entah mengapa merasa ada yang janggal disini ia tidak masuk ke gumpalan asap itu ia memperhatikan sekeliling dan ternyata para siluman sudah menyiapkan pasukan susulan yang membawa kipas besar untuk menghilangkan asap disana Lan yizhan terkejud dan bukan hanya itu pasukan mereka semakin bertambah dari belakang dan mulai menyerang kembali.


"Semua di luar pikiran ku" guman Lan yizhan yang menghadapi ribuan para siluman, Lan yizhan membantai namun hatinya tidak nyaman memikirkan bagaimana Luo tian dan Rounan.


Semakin banyak dan semakin banyak Luo tian sudah kelelahan dan terkena sayatan pedang dan cakaran cakaran siluman itu, Rounan juga sama kekuatannya terbatas anak panahnya juga sudah habis tak tersisa. Lan yizhan yang melihat teman temannya sudah terluka parah semakin marah dengan bruntalnya ia menebasi semua yang ada disana dengan cepat datang ke tempat teman temannya dan membawa mereka pergi dari sana.