Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Xiao Shunxi Menggila



Tangan Xiao Shunxi menggeletar, ia menarik pedangnya dari perut Xiao mei. Xiao mei menunduk melihat ke perutnya yang sudah tertusuk pedang Xiao Shunxi.


Darah merah segar merembas keluar, pandangan Xiao mei mulai menyempit buram dan ia pun jatuh ke belakang.


Lan yizhan membelalakan matanya terkejut melihat tindakan Xiao mei yang sengaja baru datang langsung menghalau pedang Xiao Shunxi dengan tubuhnya.


Xiao Shunxi melihat istrinya yang terjatuh tidak sadarkan diri karena tusukan pedangnya ia langsung terduduk di tanah merangkul istrinya dengan wajah merasa bersalah.


Cai cai juga lari dengan cepat ke arah ibunya, Lan yizhan juga melangkahkan kakinya menuju Xiao mei tapi belum sampai di tempat Xiao mei, Xiao Shunxi mendongak menatap Lan yizhan dengan mata yang merah dan tajam.


"Ini semua karena kau!!! "


Xiao Shunxi meletakan Xiao mei ke bawa dengan tatapan berapi api, Xiao Shunxi mengarahkan pedangnya pada Lan yizhan.


Lan yizhan yang lengah karena masih syok dengan yang di lakukan Xiao mei ia tak menyangka sama sekali akan di serang tiba tiba oleh Xiao Shunxi, tak mungkin ia menghidar lagi Lan yizhan melihat Xiao Shunxi berlari ke arahnya dengan sangat cepat.


Jlebbb...!


"A-ayah.. " panggil Cai cai dengan suara serak tersenyum lembut.


Xiao Shunxi melangkah mundur, kedua tangannya lebih menggeletar hebat melihat sekali lagi apa yang ia lakukan, Xiao Shunxi melihat ke arah pedangnya yang berlumuran darah merasa takut ia mencampakan jauh darinya. Tadi pedangnya menusuk istri tercintanya dan ini pedangnya yang tajam menusuk putri tersayangnya.


"Sayang... " ucap Lan yizhan dari belakang Cai cai.


Lan yizhan memegang kedua bahu Cai cai sebelum jatuh ke tanah "Me-mengapa kau lakukan ini! " ucapnya yang masih tak percaya, Cai cai juga menghalau pedang Xiao Shunxi yang akan menyerang Lan yizhan dengan tubuhnya.


Tangan Cai cai terangkat memegang pipi Lan yizhan "Aku-aku sangat mencintaimu" ucap Cai cai dengan lemah lalu ia langsung menutup kedua matanya.


"Sayang.. sayang!!! bangun lah ku mohon!!" Lan yizhan menggoyang goyang tubuh Cai cai agar ia kembali sadar, tetapi karena darah terus keluar Cai cai kehilangan kesadarannya.


Karena sangat panik Lan yizhan sampai lupa kalau Cai cai sedang hamil, Lan Cheyuan berlari ke tempat Lan yizhan.


"Bayi Cai cai! " ucap Lan Cheyuan dengan wajah sangat cemas.


Xiao Shunxi yang mendengar ucapan Lan Cheyuan iya langsung menoleh " Cai cai sedang hamil? " ucapnya menyipitkan matanya.


Lan yizhan mengangguk ia langsung menggendong Cai cai membawanya ke dalam.


Xiao Shunxi melihat kedua tangannya "Anakku" guman Xiao Shunxi. Xiao Shunxi menoleh ke istrinya yang disana juga tak sadarkan diri, Xiao Shunxi berlari cepat ke tempat istrinya ia mengangkatnya tetapi semua orang yang disana menatap Xiao Shunxi dengan tatapan ingin membunuhnya.


Xiao Shunxi mencoba untuk acuh tak acuh tetapi tetua dan pasukan Lan disana sudah siap menyerangnya.


"Setelah kau hancurkan semua ini!! dengan gampangnya kau bilang bukan urusan kami? " sahut tetua Kerajaan Jingtian juga sangat marah karena Xiao Shunxi sudah mengusik kehidupan damai mereka.


"Owh baiklah kalau kalian ingin seperti ratu kalian! " jawab Xiao Shunxi meletakan Xiao mei di bawah.


Xiao Shunxi berjalan mengambil pedangnya lalu ia siap untuk bertarung dengan mereka semua.


Semua tetua dan pasukan Klan Lan yang tersisa tanpa basa basi langsung menyerang Xiao Shunxi.


Kerajaan Jingtian terkenal dengan pengobatannya, semua orang di kerajaan sangat pandai masalah mengobati namun tidak untuk berperang atau berkelahi. Tetapi karena Ratu mereka di bunuh di depan mereka sendiri, tadinya yang hanya memegang pisau kecil untuk meracik tanaman obat sekarang mereka siap dengan senjata yang sesungguhnya.


Sebagian orang memegang pedang panjang yang tajam dan sebagian orang lagi memegang busur panah.


Kalah menang soal belakang namun tekat dan usaha serta percaya diri adalah yang paling utama.


Mereka pun menyerang Xiao Shunxi dengan kemampuan yang mereka miliki. Pasukan Klan Lan yang melihat tetua tetua Kerajaan Jingtian sangat bersemangat mereka juga ikut bersemangat menyerang Xiao Shunxi, tidak ada yang memerintah dan izin dari siapapun mereka langsung membantu menyerang Xiao Shunxi.


Walaupun Xiao Shunxi kuat dan hebat tetapi mengalahkan puluhan orang yang sangat bersemangat ini juga kewalahan, tenaga Xiao Shunxi juga sudah berkurang karena perang dengan Lan yizhan tadi, belum juga kejadian kedua orang tercintanya yang terluka parah karenanya. Perasaan yang campur aduk ini menjadi satu di rasakan Xiao Shunxi.


Xiao Shunxi terdorong kebelakang dengan nafas tersenggal senggal. Ia semakin marah karena kekuatanya sudah hampir habis.


Tetua yang sudah siap dengan busurnya menghujani anak panah ke arah Xiao Shunxi. Xiao Shunxi melirik ke tempat Xiao mei " Aku tidak akan membiarkan istriku terluka sekali lagi" guman Xiao Shunxi mencoba berlari ke arah istrinya.


Anak panah terus di turunkan, satu dua sampai lima bisa di halau Xiao Shunxi tetapi anak panah selebihnya tidak terhalaukan lagi, Xiao Shunxi dengan memeluk istrinya ia merelakan sekujur tubuhnya tertusuk anak panah.


Xiao Shunxi memejamkan matanya merasakan sakitnya tusukan anak panah yang menancap di tubuhnya. Pelukan erat sedikit pun tak melonggar.


"Berhenti!!! " bentak Lan Cheyuan yang baru keluar dari kerajaan melihat Xiao Shunxi yang keadannya sudah tidak memungkinkan.


"Dia sudah tidak bisa apa apa dan kalian terus menyerangnya! " ucap Lan Cheyuan yang juga tidak tega melihat keadaan Xiao Shunxi sekarang.


Benar Xiao Shunxi sudah terlalu kejam, kejahatannya tak termaafkan tetapi sebagai prajurit yang bermartabat menyerang orang dalam keadaan yang sudah lemah sama saja dengan musuh yang tak bermoral.


Lan Cheyuan juga merasa khawatir dengan Xiao mei yang ada di pelukan Xiao Shunxi, bisa saja anak panah itu mengenai tubuh Xiao mei yang memang sudah terluka parah. Tetua dan pasukan Klan Lan tidak berpikir sampai sejauh itu mereka hanya marah dengan Xiao Shunxi dan ingin membunuhnya tanpa memikirkan orang orang yang berada di dekat Xiao Shunxi.


Xiao Shunxi batuk berdarah mencoba untuk tetap kuat ia melihat ke semua masing masing orang disana " Ka-kalian semua tunggu pembalasanku, aku tidak akan kalah dan aku akan kembali lagi! " ucapnya menarik sudut bibirnya tersenyum tipis.


Lan Cheyuan melipat tangannya di atas dadanya " Hmm.. Baiklah! angap saja ini hanya permulaan, kami akan menunggu kehadiranmu" jawab Lan Cheyuan menganggkat alisnya sebelah.


Xiao Shunxi menggendong Xiao mei dan membawanya terbang ke atas kembali ke Klannya " Aku akan membawa putriku kembali!! hahahahaha...! " ucap Xiao Shunxi tertawa iblis suaranya menggema di udara.