Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Lan Yueyin




Lan yizhan yang sudah terbangun dahulu berinisiatif mengambil kesempatan memeluk Cai cai, yang tadinya Lan Ziyan berada di pelukan Cai cai ini sebaliknya Lan yizhan memeluk Cai cai.


Posisi terlalu nyaman membuat Cai cai malas untuk membuka kelopak matanya, kesadarannya ia masih memeluk putranya jadi ia sengaja berlama lama untuk bangun.


Lan yizhan yang merasa Cai cai semakin erat memeluknya membuat ia tersenyum tipis.


Lan yizhan memerhatikan wajah Cai cai yang tidur dengan damai membuatnya merasa terpancing jiwa kejahilannya.


Tangannya di pergunakan untuk memainkan bulu mata Cai cai yang panjang, sang pemilik merasa bulu matanya ada yang menyentuh matanya bergoyang goyang.


Lan yizhan terkikil geli namun pelan, ia kembali melakukan hal yang sama. Cai cai yang semakin lama di rasakannya semakin menjadi gatal tangannya telulur menyekanya.


Lan yizhan menarik tangannya agar tidak terpegang tangan Cai cai.


Cai cai tangannya kembali turun, Lan yizhan bereaksi lagi kali ini ia pindah alih ke pucuk hidung mancung Cai cai.


Ia mulai tindakan jahilnya menoel noel sambil terkikil geli. Cai cai yang merasa terusik ia dengan kesal membuka matanya.


Cai cai sangat terkejut dikiranya Lan Ziyan yang usil dengannya, namun pemikiran itu salah malah yang berada disini adalah Lan yizhan yang tersenyum lima jari.


"Dimana ziyan?" tanya Cai cai tidak melihat putranya disana.


Lan yizhan menaikkan bahunya bertanda tidak tau.


"Lan ziyan tidak ada, yang ada Lan yizhan!!" bisik Lan yizhan dengan suara sexy di kuping Cai cai.


Cai cai yang merasa kupingnya menjadi panas mengawaskan wajah Lan yizhan yang dekat dengan wajahnya.


"Stop! jangan menggodaku" ucap Cai cai.


"Ahahaha.. kau selalu menggemaskan " sahut Lan yizhan.


Cai cai mencoba bangkit namun usahannya gagal karena Lan yizhan tidak memberikannya kesempatan itu. Tangan Lan yizhan mencengkeram bahu Cai cai agar ia tidak bisa bangkit.


"Lima menit lagi, tinggallah disini" minta Lan yizhan dengan lembut agar permintaannya tidak bisa di tolak.


"Tidak!!! " sahut Cai cai tegas.


Lan yizhan memasang wajah sedih, Cai cai tak peduli.


Cai cai kembali bangun tetapi tetap sama Lan yizhan menahannya. Cai cai menghelah nafasnya "Ayolah sayangku.. masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan.." ucap Cai cai mengalah.


Lan yizhan menjulurkan bibirnya ke hadapan Cai cai. Cai cai menggelengkan kepalanya ia pun mengangkat kepalanya mengkiss bibir Lan yizhan.


"Sudah! ayo kita pergi." Cai cai mencoba bangkit kali ini Lan yizhan melepaskannya dengan senang hati.


"Mandi bersama ide yang bagus.. " guman Lan yizhan.


Cai cai menaikan alisnya sebelah "Tidak!" ia langsung melangkah keluar meninggalkan Lan yizhan yang masih duduk di atas kasur Lan Ziyan.


Melihat punggung Cai cai yang sudah jalan menjauh Lan yizhan berguman sendiri "Dia sangat kejam pada suaminya."


Lan Xuan yang bersama Lan Cheyuan baru siap latihan mereka juga ingin pergi melihat keadaan Rounan.


"Ayah.. Kak.. " sapa Cai cai membungkuk hormat.


"Dimana Yizhan? Mengapa dia tidak kelihatan dik? " tanya Lan Cheyuan pada Cai cai.


Cai cai tersenyum kecut ia bingung harus menjawab apa.


"Aku disini... " jawab Lan yizhan dari belakang.


Cai cai merasa sedikit legah akhirnya ia tidak menjawab pertanyaan dari Lan Cheyuan.


"Dari mana kau?" tanya Lan Cheyuan.


"Hm. Tidak ada." sahutnya dengan santai. Ia berjalan ke samping Cai cai.


Cai cai menoleh ke samping melihat Lan yizhan.



Lan yizhan tersenyum manis melihat Cai cai. Cai cai yang mendapatkan tiba tiba senyum itu ia malah takut dan langsung pergi.


"Senyummu sangat mengerikan sampai adikku takut melihatmu" guman Lan Cheyuan menepuk bahu Lan yizhan sebelum ikut pergi.


Ayahnya yang melihat anak anaknya selalu begini ia tidak terkejut, Ia juga pergi dari sana.


"Mama... " panggil Lan Ziyan yang sedang menggedong adiknya.


Cai cai tersenyum pada putranya, namun senyumnya itu ada arti di baliknya. Lan Ziyan yang tau jika mamanya pasti akan sedikit kesal karena kejahilan ia merasa akan tamat riwayat nanti.


"Duhh... dua keponakan paman tersayang.. " ucap Lan Cheyuan yang baru masuk bersama ayahnya melihat Lan Ziyan bersama adiknya.


Lan Ziyan tidak mau berurusan dengan mamanya ia mengalihkan pandangannya ke pamannya.


"Paman... " sahut Lan Ziyan berjalan ke tempat paman dan kakeknya tidak mau dekat dekat dengan mamanya.


Lan yizhan baru masuk ia juga ikut bersama kumpulan para lelaki.


"Apakah cucu kakek sudah mendapatkan nama untuk si kecil ini?" tanya Lan Xuan berjongkok di hadapan kedua cucunya.


Lan Ziyan mengangguk semangat. Semua yang berada disana menoleh ke Lan Ziyan dengan tatapan penasaran.


Lan Ziyan melihat adik kecilnya yang juga melihatnya. " Aku akan memberi nama adikku Lan Yueyin. " ucap Lan Ziyan tersenyum lembut.


"Apakah ada arti yang sepecial untuk nama itu?" tanya Lan Cheyuan yang radar penasarannya kali ini 100%.


"Yueyin artinya Sinar bulan terang. Bulan adalah benda langit yang terlihat indah dari mata, namun ia juga sangat penting bagi kelangsungan kehidupan dunia. Bulan mengajarkan kita gelap belum tentu tidak ada cahaya sama sekali, di langit yang gelap gulita bulan mampu bercahaya sendirian iklas tanpa pamrih menerangin bumi." Lan Ziyan mengusap usap rambut lembut adiknya.


"Aku ingin adikku seperti bulan yang bersinar terang, sempurna dalam hal apapun bagi Kerajaan mau pun rakyat rakyatnya" ucap Lan Ziyan puas dengan usahanya yang tidak sia sia bergadang demi nama ini.