
Pagi harinya, Lan yizhan dan Cai cai sudah ingin pergi namun mereka sebelum pergi mendapat kabar buruk tetua Baobai dari Desa ini diserang oleh Ular yang sangat besar di hutan, keadaannya sekarang kritis dan masih di obatin oleh Xuanlu.
Lan yizhan dan Cai cai memiliki keadaan yang sangat sulit sekarang jika mereka pergi begitu saja itu sangat tidak sopan bagaimana pun selama ini mereka yang mengurus Lan yizhan dan Cai cai.
Lan yizhan dan Cai cai mengurunkan niatnya untuk pergi. Mereka berdua ikut menjenguk Baobai.
Cai cai melihat patukan ular itu di kaki Baobai sudah membiru hampir ke tubuh bagian atasnya dengan cepat, Cai cai menggelengkan kepalanya " Ini sangat gawat " gumannya dalam hati.
Ginseng 200 tahun Cai cai yang diberinya kepada Xuanlu juga tidak bisa mengobati ini.
Lan yizhan dengan serius memperhatikan ini dia berkata " Jika ginseng itu tidak bisa, pasti yang bisa menyembuhkannya adalah ginseng yang berada di sarang ular itu"
Penduduk lain menyahut "Sarang ular? Itu sangat berbahaya"
"Aku dan istriku yang akan pergi kesana" ucap Lan yizhan dengan tegas. Cai cai melirik sasuke dengan mengerutkan keningnya " Istriku?? " gerutu Cai cai dalam hati, dan dia menghelah nafas ikut mengangguk pasrah.
Xuanlu bangkit terkejud "Itu sangat berbahaya "
"Kita tidak punya jalan lain, aku dan istriku akan segera pergi" ucap Lan yizhan membungkuk izin undur diri. Cai cai yang melihat itu juga ikut undur diri dan pergi.
"Kita harus menyelesaikan urusan di Desa terdahulu" ucap Lan yizhan kepada Cai cai. mereka sudah berada di desa selama berbulan bulan wajar saja mereka membantu penduduk desa karena Lan yizhan dan Cai cai sudah mengangap Baobai dan Xuanlu seperti orang tuanya sendiri.
"Hmm.. Apa rencanamu?" tanya Cai cai
"Tidak ada" jawab Lan yizhan dengan gampang.
Cai cai melihat Lan yizhan tak percaya " Apa yang di pikirkan lelaki ini, pergi tanpa rencana padahal akan menghadapi bahaya " gumannya dalam hati.
Mereka berjalan memasuki hutan, mencari jejak dari Ular itu. Lan yizhan berlari menuju pohon depan di batang pohon itu ada bekas bercak darah.
Mata Lan yizhan menyapu sekelilingnya, ia memejamkan matanya merasakan pergerakan di sekitar sini namun dia tidak merasakan apa.
Mereka berjalan lagi memasuki hutan hingga malam pun tiba.
"Tunggu" ucap Cai cai merasakan ada yang mendekat pada mereka.
"Itu dia" jawab Lan yizhan
Cai cai menarik tangan Lan yizhan untuk bersembunyi.
"Mengapa kita harus bersembunyi?" tanya Lan yizhan
"Kita hanya membutuhkan sarangnya bukan Ularnya, jika kita serang dia disini bagaimana kita bisa tau dimana sarangnya" jelas Cai cai dengan berbisik-bisik.
"Tahan nafasmu sebisa mungkin agar indra penciuman dia tidak dapat menemukan kita" ucap Lan yizhan, Cai cai mengangguk.
Benar saja ular itu akhirnya muncul membawa mangsa di mulutnya. Ular itu pergi ke arah kanan YiCai, mereka mengikuti perlahan lahan sampailah mereka di Dekat sungat namun sungai ini bisa di bilang mati karena tidak mengalir, tempatnya sangat seram dan berbau busuk bangkai segala bangkai bekas lulang belulang terdapat disini.
Cai cai tidak tahan bau itu dan dia mual mulai masuk kesini. Lan yizhan yang kasian melihat Cai cai mengeluarkan sapu tangan dari kantong penyimpanannya dan mengikatkannya untuk menutup hidung Cai cai.
"Kau sendiri?" ucap Cai cai
"Aku bisa menahannya" jawab Lan yizhan
Cai cai memperhatikan tempat ini dia melihat di atas sana ada tanaman ginseng yang mereka cari. Lan Yizhan mengikuti arah tunjuk Cai cai.
Lan yizhan bersiap untuk pergi kesana
" Berhati hatilah " ucap Cai cai panik, Lan yizhan mengangguk.
Cai cai melihat Lan yizhan sudah bergerak kesana dia juga bersiap siaga mengambil busurnya menarik anak panahnya udah berjaga jaga jika Lan yizhan diserang oleh ular itu.
Setelah berhasil sampai di di puncak Lan yizhan mengambil daunnya dan menciumnya ternyata ini adalah ginseng berusia 500 tahun. Dia menggalinya dengan hati hati dan akhirnya dia berhasil turun, ular itu tidak mengetahuinya Lan yizhan perlahan jalan ke tempat Cai cai.
"Apa kau baik baik saja??" tanya Cai cai dengan khawatir rasa dingin dimatanya yang cantik menghilang.
Melihat Cai cai sangat khawatir Lan yizhan menyeringai " Apa kau mengkhawatirkan ku? "
Kemerahan tipis muncul di wajah cantik Cai cai.
Cai cai mengubah topik dan mengajukan pertanyaan " Ginsengnya? "
Lan yizhan menunjukan pada Cai cai, Cai cai mengangguk dan mereka pergi dari sana.
Di sepanjang jalan mereka tidak ada yang memulai pembicaraan. Tak terasa sampailah mereka ke desa.
Semua orang desa sudah menunggu kedatangan mereka "Itu mereka" ucap para penduduk.
Lan yizhan dan Cai cai masuk kedalam rumah Baobai, mereka cepat menuju kamarnya. YiCai terkejud melihat bisa ular itu sudah sampai di lehernya hanya hitungan satu hari sudah separah ini mungkin jika mereka terlambat akibatnya akan sangat patal.
Setelah menerima ginseng itu Xuanlu merebusnya dan meminumkan pada Baobai, karena sudah separah ini kesembuhannya cukup lama sampai dia sadar membutuhkan waktu 2 minggu dan akhirnya dia sadar kembali.
Semua penduduk sangat senang mendengar itu mereka mempersiapkan pesta di malam harinya menyambut Tetua mereka dari masa kritisnya.
Mereka semua berkumpul menjadi satu, Baobai mengucapkan ribuan terimakasih pada Lan yizhan dan Cai cai untuk menyelamatkan hidupnya dan melindungi desa ini selagi dia terbaring sakit tapi bagaimana pun Lan yizhan dan Cai cai sudah banyak membantu di desa ini.
Lan yizhan dan Cai cai menerima ucapan itu, dan Lan yizhan juga dengan berat hati ingin mengatakan sesuatu.
" Kami bedua besok akan pergi dari sini" ucap Lan yizhan tiba tiba yang membuat semua penduduk terkejud.
"Kenapa terburu buru?" ucap Baobai
Lan yizhan tersenyum " Tidak terburu buru, tetapi kami adalah pasangan pengembara jadi kami ingin melihat dunia luar dan melanjutkan perjalanan kami" Lan yizhan menjelaskan agar tidak terjadi salah paham.
Xuanlu melirik Cai cai, iya mengangguk.
"Baiklah jika itu adalah keputusan kalian kita akan menghabiskan malam ini untuk bersenang senang" ucap Xuanlu dengan mengacungkan minuman ke atas.
"Iya benar.. Benar sekali " ucap penduduk lain.
Lan yizhan melihat ke Cai cai dan tersenyum mengambil minuman dan menyerahkan pada Cai cai.
Cai cai menerimanya dan melihat aneh warna minuman ini " Minuman apa ini? " tanyanya
"Manusia bumi selalu menyebutnya adalah minuman arak atau minuman yang memabukan" jawab Lan yizhan.
Cai cai penasaran dan dia langsung meminumnya.
"Manis namun terasa getar di lidah, tapi aku suka" ucap Cai cai dengan menuangkan segelas lagi di cangkirnya. Berulang ulang kali dia meminumnya semua penduduk heran kenapa dia tidak mabuk minum sebanyak itu.
"Kau tidak merasakan pusing? " tanya Lan yizhan merasa aneh melihat Cai cai.
Cai cai menggeleng " minuman ini sangat enak " ucap Cai cai tersenyum
Lan yizhan menyipitkan matanya senyuman itu tidak pernah terjadi di wajahnya namun kali ini dia tersenyum manis dan ceria, "aku yakin pasti dia sudah mabuk" batin Lan yizhan melihat aneh tingkah Cai cai.
Xuanlu yang melihat tingkah aneh Cai cai mengkode mata Lan yizhan agar membawanya kekamar. Lan yizhan membawa Cai cai kekamarnya dan dengan sedikit sempoyongan Cai cai berjalan kekasurnya untuk duduk terbengong.
"Dia sangat lucu kalau sedang mabuk" Lan yizhan terkekeh melihat sikap Cai cai yang tak biasa.
Lan yizhan dengan jahil menarik kursi dan duduk di depan Cai cai.
"Siapa namamu?" tanya Lan yizhan menjailin.
" Cai cai... Bukan, Xiao Cai cai ! " ucap Cai cai dengan polosnya.
" Apakah kau memiliki kekasih?"
Cai cai mengaruk kepalanya yang tidak gatal mulai berpikir dan asal bicara " Tidak ada orang yang berani mendekatiku "
Lan yizhan tersenyum berguman " baguslah, itu lebih baik"
"Tidurlah besok kita akan pergi" ucap Lan yizhan dan membaringkan Cai cai di tempat tidurnya.
Lan yizhan menarik selimut dan menutupi tubuh Cai cai , tangannya dengan berani menyentuh rambutnya dan mengelusnya dengan lembut. Lan Yizhan kembali ke tempat tidurnya dan membaringkan tubuhnya tersenyum tipis lalu menutup matanya.