
Acara sudah selesai mereka kembali ke kamar masing masing. Cai cai ingin berbicara dengan Lan yizhan tentang keputusan yang sudah di putuskannya ini. Ia melangkah pergi tapi sebelum melangkah keluar ia memudurkan kembali langkahnya.
Cai cai kembali masuk ke kamar, ia berkaca "Aku harus menggodanya agar dia menyetujui keputusanku ini." guman Cai cai melepas perhiasan yang ada di tubuhnya.
Cai cai berjalan ke lemarinya dan memilih pakaian baru juga perhiasan baru. Cai cai berganti pakaian berhias dengan sangat cantik.
Cai cai berjalan keluar tujuannya saat ini adalah kamar Lan yizhan.
Sebelum mengetuk kamar Lan yizhan, Cai cai menghembuskan nafasnya di balik pintu.
Tok.. Tokk.. Tokkk...
Pintu pun terbuka, Lan yizhan sedikit terkejut melihat Cai cai yang datang malam malam ke kamarnya.
Lan yizhan menyilahkan Cai cai masuk lalu menutup pintunya kembali. Cai cai melangkah masuk dan berjalan milih duduk di atas ranjang Lan yizhan.
Lan yizhan yang melihat sikap Cai cai yang tak biasa ini menyipitkan matanya, ia memerhatikan penampilan Cai cai dari atas sampai bawah.
Lan yizhan tersenyum tipis lalu menyeringai berjalan ke hadapan Cai cai. " Ada apa sayang?" tanya Lan yizhan.
"Hanya merindukanmu saja, sudah berhari hari kau tidak datang ke kamarku" jawab Cai cai berdiri dan merangkulkan tangannya di leher Lan yizhan.
Lan yizhan membalas dengan memeluk pinggang ramping Cai cai menariknya agar lebih dekat dengannya.
Lan yizhan dengan lembut mencium bibir ranum Cai cai. Cai cai juga membalasnya. Lan yizhan tidak tahan dengan godaan di hadapannya, ia dengan sigap menggendong Cai cai ala bridal stylenya membawa sang pujaan ke atas kasur big sizenya.
Lan yizhan dengan sangat hati hati menjatuhkan Cai cai ke atas kasur, ia tersenyum tipis melangkah naik ke atas Cai cai dan Lan yizhan kembali mencium, bibir Cai cai, ciuman Lan yizhan tidak sampai di bibir namun turun di leher Cai cai mengendus harus tubuh Cai cai dalam dalam, dengan tangan jahilnya Lan yizhan mulai menarik baju Cai cai hingga membuat Lan yizhan merasa segera ingin menerkam Cai cai. Cai cai melihat Lan yizhan yang sedikit ragu ia juga bereaksi tanpa ragu ragu membuka baju Lan yizhan, "Aku sangat mencintaimu sayang.. " guman Lan yizhan dengan tatapan lapar dan mereka menikmati moment moment selanjutnya.
Beberapa jam kemudian setelah selesai dari ritual, Cai cai yang masih berada di pelukan Lan yizhan mulai ingin berbicara. " Sayang.. " panggil Cai cai dengan suara lemah lembut.
Lan yizhan mengecup kening Cai cai " hmm" gumannya.
"Bagaimana jika seandainya kita berpisah? " tanya Cai cai hati hati.
Lan yizhan yang mendengar itu langsung tersentak dan menatap mata Cai cai " Tidak akan! " jawabnya dengan cepat.
"Hmm.. aku belum siap bicara" sanggah Cai cai.
"Yasudah jangan dibicarakan" jawab Lan yizhan semakin mengeratkan pelukannya pada Cai cai.
Cai cai juga mengeratkan pelukannya di dada bidang Lan yizhan. " Aku akan langsung ke intinya saja, sayang bagaimana jika kita membiarkan ibu kembali ke Klan Xiao." ucap Cai cai dari dalam pelukan Lan yizhan.
"Aku tau sayang, pasti kau seperti ini ada yang ingin kau minta." sahut Lan yizhan yang sudah curiga dengan kehadiran Cai cai tiba tiba datang ke kamar Lan yizhan dengan pakaian yang indah dandanan yang sexy jika bukan ada yang ingin ia minta.
"Sudah ketahuan ternyata, yasudah jadi bagaimana pendapatmu suamiku? " tanya Cai cai mendongakkan kepalanya melihat wajah Lan yizhan.
"Emm.. Sudah. Bagaimana pun ibu adalah istrinya dia tidak akan berbuat kasar padanya. Jika ibu sudah kembali kesana dia... " ucapan Cai cai terputus.
"Jika ibu disana akan sangat sulit untuk kembali lagi kesini, aku tidak akan bertemu dengan ibu lagi" ucap Cai cai dalam hati yang baru terpikir sekarang. Itu sama saja memisahkan dirinya dengan ibunya, Cai cai bingung apa yang harus ia lakukan sekarang.
Lan yizhan mengecup bibir Cai cai menyadarkan Cai cai dari lamunanya. "Kenapa diam, belum siap berpikirnya?" lirih Lan yizhan melihat wajah gusar Cai cai.
Cai cai yang di tatap Lan yizhan merasa malu karena ketahuan ia membenamkan wajahnya di dada bidang Lan yizhan kembali.
"Sudah tau apa akibatnya kan?" guman Lan yizhan sekali lagi.
Cai cai menganggukan kepalanya dari balik dada Lan yizhan. Ia masih merasa malu tidak berani melihat wajah Lan yizhan.
"Sudahlah, besok aku akan berbicara pada ibu. Apapun keputusannya kita harus menyetujui keinginan ibu" ucap Lan yizhan tau apa yang sedang di pikirkan Cai cai sekarang.
Cai cai mendengar keputusan yang di ucapkan Lan yizhan ia mengaggukan kepalanya sekali lagi.
" Tidurlah, besok pagi kita temui ibu bersama" guman Lan yizhan yang mulai memejamkan matanya dengan tidur mencium pucuk kepala Cai cai.
*****
Matahari sudah menampakan cahayanya dari sela sela tirai jendela kamar, Cai cai dan Lan yizhan yang masih tidur dengan nyaman ini tiba tiba terbangun oleh ketukan pintu dari luar kamar.
Lan yizhan dan Cai cai saling memandang, Lan yizhan mengambil pakaiannya yang tergeletak di lantai dan segera memakainya. Lan yizhan berjalan ke pintu lalu membukanya.
"Ge.. " ucap Lan yizhan melihat Lan Cheyuan yang mengetuk pintu Lan yizhan.
"Apakah kau mengenal Luo tian? ia sekarang dalam keadaan terluka parah sedang di obatin tabib Zhaolin." jawab Lan Cheyuan.
Lan yizhan membelalakan matanya " Dia disini sekarang!" guman Lan yizhan sangat terkejut.
Cai cai yang sudah siap berpakaian ia datang ke pintu " Luo tian?" sahut Cai cai dari belakang.
Lan Cheyuan dan Lan yizhan menganggukkan kepalanya.
Cai cai memegang lengan Lan yizhan "Sekarang ayo kita lihat" ajak Cai cai menarik lengan Lan yizhan membawanya pergi. Lan Cheyuan berjalan duluan menujukan jalan.
Wajah Cai cai dan Lan yizhan sama sama sudah sangat panik dan cemas. Luo tian di kasih tanggung jawab oleh Lan yizhan untuk menjaga Kerajaan Jingtian dan sekarang Luo tian malah datang ke klan Lan dengan tubuh terluka parah.
Apa yang sebenarnya terjadi di Kerajaan Jingtian mengapa Luo tian sampai datang kesini.
Pemimpin Lan, Lan miyan, Xiao mei, Rounan, Lan Ziyan dan juga tabib Zhaolin serta istrinya sudah berada disana. Lan yizhan, Cai cai dan Lan Cheyuan masuk ke ruangan.
Cai cai menutup mulutnya terkejut melihat kondisi Luo tian sekarang ini. Lan yizhan juga sama terkejutnya dengan Cai cai.
Rounan yang melihat Lan yizhan datang dengan Cai cai ia segera berlari ke hadapan mereka, Dengan tatapan penuh dengan air mata tangan sudah menggeletar Rounan berkata " Cai-jie.. Yizhan-ge.." ucapnya dengan sangat khawatir.