Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Akhir



Semakin tipis pasukan Xiao Shori ia pun tak kalah taktik.


Pasukan panah wanita Klan Xiao yang di pimpin oleh seorang wanita kepercayaan Xiao Shori juga datang menembakkan anak panah.



Lan Cheyuan terperangah "Cantik.. " gumannya melihat wanita ini.


Lan Cheyuan tersenyum tipis, ia dengan senang menerima serangan itu.


Xiao Shori membunyikan lagi kode pasukan mereka. Ribuan pasukan yang datang ke tempat ini membuat Lan Cheyuan semakin merasa tertarik.


Rounan dan yang lain terkejut melihat pasukan Klan Xiao ini yang begitu semakin banyak.


Pasukan melingkar Lan miyan memberi kode siap menyerang. Rounan menganggukan kepalanya.


Pasukan Lan miyan sudah berada di posisi masing masing. Manarik anak panahnya dengan fokus lalu menembakkannya dengan cepat.


Pasukan Xiao Shori semakin bertambah tidak ada habis habisnya. Lan Cheyuan menggelengkan kepalanya ia memberi kode pada Rounan untuk memanggil Pasukan jarak dekat.


Jika hanya mengandalkan panah saja itu tidak akan habisnya. Lan Cheyuan hanya berharap perang ini cepat selesai.


Kali ini Lan Cheyuan sangat serius ia mengerahkan semua kekuatannya.


Xiao Shori yang melihat Lan Cheyuan semakin tak terkendali ia menarik kudanya mundur.


"Tingkat kekuatan level 97" gumannya pelan.


Xiao Shori tak menyangka Lan Cheyuan akan menjadi sekuat ini jika ia serius.


Tidak mau menyerah Xiao Shori maju kembali dengan prinsip tidak boleh kalah sebelum menang!


Di perang ini lebih unggul Klan Xiao karena pasukan mereka 2 kali lipat dari pasukan Kerajaan Jingtian.


Xiao Shunxi dan istrinya Xiao mei datang ke tempat perang ini. Mereka tersenyum puas melihat ada kemungkinan mereka adalah pemenang dari perang ini.


Xiao Shunxi menyipitkan matanya melihat Lan Cheyuan yang mendesak putranya hingga hampir kalah.


Xiao Shunxi dengan tangan mengepal pedangnya ia melemparkannya pada Lan Cheyuan.



Sebelum pedang itu sampai di tempat Lan Cheyuan, Lan yizhan sudah mematahkan serangannya.


Lan yizhan datang membawa pasukan yang sama banyaknya dengan Klan Xiao.


"Kauu.. " ucap Xiao Shunxi.


Xiao mei melihat sekeliling tidak menemukan putrinya.


"Dimana Cai cai!" ucapnya dengan kasar pada Lan yizhan.


Lan yizhan, Lan Cheyuan, Lan miyan juga Rounan mengerutkan dahinya melihat sikap Xiao mei yang sungguh berbeda sekarang.


"Ibu.. " guman Lan yizhan melihat Xiao mei dengan tatapan bingung.


"Serahkan putriku, dan kalian semua akan selamat" ancamnya dengan tatapan tajam.


"Jika aku menolaknya bagaimana?" ucap Cai cai bersama hujan anak panahnya yang sangat ampuh.



"Cai cai.. " guman Xiao Shori dengan tatapan rasa rindu yang sangat mendalam.


Cai cai yang sudah geram melihat Klan Xiao ini ia pun menarik pedangnya melawan semua musuh di depannya.



"Aku akan mengakhirinya" gumannya langsung menyerang musuh.


Xiao Shunxi wajahnya sudah merah padam. Ia sangat marah melihat putrinya sendiri yang harus di lawannya.


"Baiklah aku akan melawanmu dan membawa mu pulang" sahut Xiao mei maju ingin menghadapi Cai cai.


Lan yizhan melihat Cai cai sudah maju ia pun membuang busurnya. Memakai baju perangnya dengan rapi, agar lebih sopan bagaimana pun ini adalah perang akhir bersama mertua. Lan yizhan menarik pedang dahsyatnya untuk melawan Xiao Shunxi.



"Ayah mertua mari kita lanjutkan perang yang tertunda ini" ucapnya dengan mengejek.


Xiao Shunxi mengambil pedangnya aslinya ia menerima tantangan Lan yizhan.


Lan Cheyuan yang melihat sudah masing masing mempunyai pasangan musuh ia pun melirik Xiao shori.



"Seranggg!!!" ucapnya menggila.


Xiao Shori dan pasukan ribuannya juga maju.


Lan yizhan yang tingkat kekuatannya sudah di level 99 ia tidak merasa sedikit pun takut melawan Xiao Shunxi seperti sebelumnya.


Lan yizhan ia bertarung dengan tenang tidak mengeluarkan emosi, tetapi tetap fokus. Lan yizhan bukan hanya bisa menggunakan tangan kanan, tangan kirinya juga ikut menyerang dengan pukulan bertubi tubi untuk Xiao Shunxi. Gerakan Lan yizhan sangat cepat hingga Xiao Shunxi jarang bisa menghalau itu, akhirnya Xiao Shunxi sudah banyak terkena goresan pedang Lan yizhan.


Rounan juga menyerang bertubi tubi dan mematahkan panah wanita kepercayaan Xiao Shori berkali kali.


Luo tian juga tidak tinggal diam ia dengan sisa pasukannya ikut bergabung dan menyerang bersama.


Cai cai yang melawan ibunya juga tidak ada rasa ragu. Ia sangat bingung melihat sikap ibunya dan kakaknya yang sangat 100x lipat berbeda dengan yang dulu. Entah racun apa yang sudah di beri ayahnya pada mereka hingga jadi seperti ini.


Xiao Shunxi di pukul mundur dengan Lan yizhan. Ia langsung menyarungkan pedangnya dan memandang ke arah samping seperti memberi kode.



Kaisar sang siluman Serigala pun datang. Lan yizhan menghela nafasnya "Ternyata orang tua ini sengaja memancingku"


Lan yizhan yang tak takut ia langsung menyerang siluman itu.


"Pantang mundur! maju terussss!!" teriak Luo tian.



"Cih.. " guman Cai cai melihat siluman menjijikkan itu.



"Jangan salahkan aku karena kejam" peringatan Cai cai untuk ibunya. Ia mengambil tindakan dengan seluruh kekuatannya dan tidak memiliki gagasan untuk bersikap lunak pada ibunya yang sudah salah jalan.


Xiao mei yang tak pantang menyerah ia terus melawan Cai cai.


Cai cai tersenyum tipis. Serangan yang diberikannya begitu sombong sampai membuat ibunya cemas melihat serangan ganas Cai cai.


Ekspresi Xiao mei mengalami perubahan ia menggertakkan giginya dengan keras.


Dengan Kekuatan level Cai cai sekarang ini sebenarnya melawan ibunya hanya dengan mudah saja namun Cai cai tidak mau semudah itu melawannya. Ia ingin melihat bagaimana sikap ibunya melawan dia.


Lan yizhan juga melirik Cai cai dan orang orangnya lebih unggul ia dengan tidak cemas lagi fokus pada siluman di depannya. Serangan yang di beri Lan yizhan adalah serangan yang berlapis lapis.


Lan yizhan sangat keji untuk menyerang siluman ini sampai sampai kedua tangan serigala itu putus di tebasnya. Tidak ada kata kasian di mata Lan yizhan ia terus menerus menyerang hingga siluman itu tewas dengan mengenaskan.



"Menyerahlah.. " ucap Cai cai melihat ibunya yang sudah terluka seluruh tubuhnya.


Xiao mei batuk darah. Ia menggenggam pedangnya dengan keras lalu membuangnya. Xiao mei kalah.


Xiao Shori juga kalah telak di buat Lan Cheyuan.


Rounan dan yang lain juga sudah menjatuhkan lawannya.


Hanya Xiao Shunxi yang tetap tegak disana. Melihat sekelilingnya sudah kalah Xiao Shunxi berekspresi tenggelam.


Ia menangis dan jatuh terduduk di bawah.


Lan yizhan berjalan ke depan Xiao Shunxi.


"Hmm.. anak muda kau sungguh hebat. Hanya beberapa tahun saja kau sudah sampai level ini, aku salah meremehkan mu." gumannya Xiao Shunxi mendongak menatap Lan yizhan.


Xiao Shunxi melirik Cai cai. "Aku tau pilihan putriku adalah yang terbaik" ucapnya dengan pelan.


"Bunuh lah aku, aku akan merasa senang jika mati di tanganmu" minta Xiao Shunxi menyerahkan pedangnya ke depan Lan yizhan.


Semua orang melihat ini sedikit khawatir, mereka tau Lan yizhan sangat membenci Xiao Shunxi tetapi bagaimana pun ia adalah orang tua Cai cai, mertuanya dan kakek dari anaknya.


Cai cai melihat ini ia hanya pasrah. Pilihan ada di tangan Lan yizhan.


"Baiklah" jawab Lan yizhan mengambil pedangnya dari tangan Xiao Shunxi.


Xiao Shunxi tersenyum senang. Ia bersiap untuk mati menutup kelopak matanya dan mulut terukir senyuman lembut.


Semua orang sudah tegang melihat Lan yizhan. Rounan saja tidak berani melihat ia memeluk erat Lan miyan.


Lan Cheyuan melihat wajah Xiao Shori yang juga sudah pasrah jika ayahnya di bunuh Lan yizhan.


Lan yizhan mengangkat pedangnya dan mengayunkannya ke leher Xiao Shunxi.


Tetapi Lan yizhan tidak menebasnya. Pedangnya berhenti di sana.


"Minta maaflah dengan Ziyan" ucap Lan yizhan berbalik badan.


Lan yizhan berhenti. "Aku tidak akan segampang itu membunuhmu, tetap hiduplah untuk keluargamu." Lan yizhan membuang pedang Xiao Shunxi dan ia pun pergi dari sana tanpa melihat siapapun. Suasana hatinya masih gunda jadi ia tak mau bersama siapa siapa.



"Kerajaan Jingtian!!!" ucap Lan Cheyuan menganggkat pedang kemenangan.