
Cai cai, Rounan dan Yueyin kecil sedang duduk santai di paviliun melihat Lan Ziyan yang sedang berlatih.
Lan Ziyan jika soal berlatih ia sangat serius, apalagi ia sedang di latih oleh Lan Xuan secara langsung, tidak ada kata malas dan lelah.
Rounan sudah sebulan ini ia merasa tangannya sudah gatal juga hambar karena tidak memegang pedang dan busurnya.
Ia sebenarnya ingin sekali berlatih lagi namun takut dengan Lan yizhan tidak memberikan izin padanya.
Karena hari ini dia berdua saja dengan Cai cai mungkin meminta izinnya adalah ide yang bagus.
Ketika Rounan ingin berbicara ia melihat suaminya yang baru datang, "Astagaa.. sial, mengapa ia harus disini" Rounan ngedumel di dalam hatinya melihat ke datangan Lan yizhan disana.
Cai cai menoleh ke Rounan yang sedang melihat ke arah belakangnya " Ada apa?" tanyanya berbalik badan.
Wajah Cai cai berubah datar, "Dia lagi dia lagi.. " gerutunya.
Rounan menundukan kepalanya lemes karena rencana tidak sesuai dengan situasi.
Lan yizhan melirik kedua wanita ini, ia menyipitkan matanya "Mengapa wajah mereka tampak aneh begitu melihatku" batinnnya.
Lan yizhan berjalan ke depan mereka ia melihat putrinya di gendongan Rounan yang masih tertidur nyenyak.
Lan yizhan tersenyum lembut melihat betapa sangat mengemaskan putrinya yang tertidur seperti itu.
Rounan yang melihat raut wajah Lan yizhan sedang senang ia pun berpikir ini adalah kesempatannya meminta izin.
"Ge.. " panggil Rounan.
Lan yizhan menoleh.
"Bolehkah aku berlatih kembali, ini sudah sebulan lebih aku sangat merindukan pedang dan busurku" ucap Rounan dengan wajah melankolis.
Lan yizhan mengerutkan dahinya "Belum saatnya" sahutnya.
Rounan melirik kakaknya yang di samping. Cai cai yang tak bisa melihat adiknya sedih ia pun bergegas membantah Lan yizhan. "Sudah sebulan waktu Rounan istirahat, seharusnya itu sudah cukup untuknya melanjutkan latihannya" guman Cai cai melihat ke Rounan tetapi ucapannya di tujukan dengan Lan yizhan.
"Bagaimana dengan Yueyin, dia juga masih tertidur?" Lan yizhan tidak mau berdebat kali ini ia berusaha untuk mengalah pada Cai cai.
Cai cai tersenyum tipis dia sangat senang karena Lan yizhan akhirnya mengalah.
Cai cai meminta Rounan memberikan Lan Yueyin padanya, agar ia bisa menjaga putrinya dan Rounan bisa pergi latihan.
Rounan segera menyerahkan Lan Yueyin pada Cai cai, terbentuk senyum ceria di wajahnya. Ia lagi lagi sangat berterimakasih pada kakaknya ini.
Cai cai melirik Lan yizhan "Kau bisa berlatih langsung dengannya, karena sudah lama tidak latihan tangan akan terasa kaku dan kram. Maka dari itu harus ada orang yang profesional melatihmu" guman Cai cai menyinggung Lan yizhan.
Rounan melirik wajah Lan yizhan yang tampak datar namun tidak menunjukan muka marah dengan ucapan Cai cai.
Lan yizhan tidak menjawab ia langsung pergi ke depan.
Cai cai menyenggol lengan Rounan "Cepat ikuti dia,, sebelum dia berubah pikiran"
"Bagaimana jika Yizhan-Ge menolak jie? "
"Sudah tidak akan, udah cepat sana ikuti" usir Cai cai.
Rounan menganggukan kepalanya. Ia melihat Lan yizhan sebentar lalu berlari mengejarnya dari belakang.
Cai cai tertawa puas "Akhirnya aku bisa berduaan dengan putri cantikku ini hmm.. " guman Cai cai tangannya dengan jahil memainkan bulu mata putrinya yang sedang tertidur.
"Wajahmu mengapa harus mirip dengan ayahmu nak.. "
"Gegemu wajahnya juga duplikatnya ayahmu " Cai cai mendengus pelan ia tak habis pikir Gen Lan yizhan ternyata sangat kuat.
Tidak terusik oleh gangguan Cai cai Lan Yueyin tetap tidur dengan nyaman. Cai cai yang tidak berhasil membangunkan si kecil ia merasa mulai bosan duduk di paviliun sendiri tanpa teman bicara.
Cai cai melihat ke depan putranya yang sedang berlatih dengan kakeknya sangat serius itu membosankan untuk jadi tatapan.
Cai cai menggendong putrinya berjalan jalan "Duhh kemana tujuan yang tidak membuat bosan.. " guman Cai cai berjalan tanpa tujuan kemana pun.
Mata Cai cai membesar sempurna ia baru ingat Rounan bersama Lan yizhan sedang berlatih, mengapa tidak kesana saja melihat mereka.