Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Serang!!!




Pasukan garis depan yang di pimpin oleh Luo Tian sudah mulai menyerang.


Pasukan dari Klan Xiao juga sudah siap siaga mereka mulai pertempuran dengan saling bentrokan sesama pedang mereka.


Kekuatan pasukan garis depan masing masing sama kuatnya. Tentara yang di pimpin Luo tian mengeluarkan seluruh tenaga dan kekuatan mereka, mereka berupayah untuk tetap terus maju walaupun tidak sedikit tubuh mereka yang sudah terluka.


Klan Xiao yang memandang remeh pasukan Jingtian ini menjadi sadar, pemimpin mereka melihat sudah banyak tentara mereka yang sudah mati membuat depresi.


Pemimpin Klan Xiao mengeluarkan tanda kode meminta bantuan pasukan lagi dari Klan mereka.



Pasukan kuda Klan Xiao pun keluar. Tidak tahan melihat tentara Klan Xiao yang sudah banyak bergeletakan pasukan kuda Klan Xiao langsung maju menyerang pasukan Luo tian.


"Sesuai rencana" guman Luo tian menyeringai tipis.


"Maju terusss!!!" teriak Luo tian yang tidak gentar melihat ribuan pasukan kuda Klan Xiao.


Pemimpin pasukan kuda Klan Xiao tertawa terbahak bahak melihat pasukan yang berjalan kaki hanya mengandalkan pedang dan tameng ingin menyerang pasukan kuda. Pemimpin pasukan kuda Klan Xiao berguman " Baiklah jika ingin mengantarkan nyawa kalian" ucapnya dengan sangat sombong.


"Teruslah kau tertawa bodohh! kau akan tau siapa yang akan berhadapan denganmu!!!" umpat Luo tian berlari tetap maju pantang mundur.


Dari 30% pasukan kuda Klan Xiao sudah terjatuh dan pasukan Luo tian sudah tewas 70%.


Pemimpin pasukan kuda Klan Xiao sangat puas melihat hasil ini, ia membusungkan dadanya mengarahkan mata pedangnya tepat di arah Luo tian. "Bagaimana? sekarang giliran mu! " ucapnya menarik tali kudanya dan berlari kencang ingin menebas pemimpin pasukan Jingtian ini.


Semakin dekat semakin dekat, Luo tian tidak lari malah ia tersenyum tipis melihat kedatangan musuh yang menuju ke arahnya.


Jarak hanya tinggal beberapa meter lagi datanglah pasukan yang di tunggu tunggu Luo tian.



"Apakah aku terlambat?" teriak Lan Cheyuan pada Luo tian dengan santai.


Luo tian menggelengkan kepalanya dalam keadaan yang kacau ini bisa bisanya Lan Cheyuan santai tanpa ada beban di wajahnya.


"Hampirr terlambat" sahut Luo tian.


Pasukan kuda Klan Xiao seketika berhenti mendadak. Mata membesar sempurna melihat ribuan pasukan kuda musuh di depan mata mereka. "Bagaimana mereka bisa membawa ribuan kuda ke atas sini" ucapnya tak habis pikir pada kerajaan Jingtian.


"Jangan hanya melamun disana, kemarilah! kita selesaikan yang harus kita selesaikan" Luo tian bergantian tertawa renyah melihat muka bingung musuh yang di depan.


"Kuserahkan mereka padamu kak" ucap Luo tian santai. Ia berbalik mundur, Lan Cheyuan menganggkat pedangnya ke atas.


"Seranggggg!!!!!" Perintahnya.


Pemimpin kuda Klan Xiao yang sudah panik tidak ada pilihan lain selain menerima serangan pasukan ini.


Luo tian dan sisa tentaranya kembali ke tenda mereka menyembuhkan luka luka di tubuh mereka yang terkena tebasan.


Lan Cheyuan tidak ikut maju ia hanya memantau pasukannya dari belakang memerhatikan bagaimana kekuatan Klan Xiao ini.


Peperangan ini cukup dasyat. Pasukan kuda Klan Xiao habis rata di buat pasukan Lan Cheyuan yang memang sudah di latihnya sendiri.


Tentara musuh yang nyawanya masih tersisa dengan cepat ia mengeluarkan kode meminta pertolongan pada Klan Xiao.


Lan Cheyuan melihat itu tidak melakukan apa apa ia hanya bersantai di atas kudanya menunggu pasukan Klan Xiao selanjutnya.


____________________



Xiao shori yang melihat tanda kembang api itu ia pun mulai tersenyum tipis. "Jadi begitu, baiklah." ucapnya lalu pergi.


Xiao Shori berjalan menuju ruangan ayah dan ibunya.


"Salam ayah.. " Xiao shori berlutut di depan ayahnya.


Xiao Shunxi mengangguk.


"Aku meminta izin ingin pergi kesana" ucapnya dengan tatapan serius.


"Baiklah, hancurkan mereka! jangan sisakan satu pun manusia!!!" jawab Xiao Shunxi dengan menyeringai.


Xiao Shori menganggukan, ia bangkit lalu pergi. "Kerajaan Jingtian yaa.. " gumannya tersenyum tipis.


Xiao Shori pun bersiap siap.


"Cai cai.. aku harap kau tidak berada disana" ucapnya. Ia khawatir jika adik tersayangnya berada disana akan terkena imbas dari kemarahannya.


Setelah selesai Xiao Shori keluar ia langsung memanggil pasukannya untuk terjun langsung ke sana.



"Baik yang mulai" ucap serempak pasukan Xiao Shori menudukkan kepalanya.


"Kita pergi sekarang!" perintahnya yang langsung menaiki kudanya. Namun sebelum itu ia juga memakai baju perang dengan lengkap.



____________________


Lan Cheyuan menyipitkan mata melihat pasukan kecil yang menuju ke arahnya dengan sangat laju.


Semua pasukan Lan Cheyuan yang di lewatinya dengan ganas pedangnya bertumbangan satu persatu.


Lan Cheyuan merubah wajahnya yang santai menjadi sangat serius.


"Siapa dia, aku yakin dia bukan Panglima perang biasa" guman Lan Cheyuan menyelidik pria yang ganas membunuh pasukannya.


"Siapapun dia, aku akan menujukan padanya bagaimana caranya berperang yang sesungguhnya" ucap Lan Cheyuan tersenyum tipis.


"Serangg!!" teriaknya keras.


Lan Cheyuan tidak tertarik dengan pasukan kecil Klan Xiao ia hanya mengincar pria yang ganas itu saja.


Lan Cheyuan sudah sampai tepat di depan Xiao Shori.


"Cara berpedang mu bagus juga.. " guman Lan Cheyuan.


Xiao Shori menyipitkan sedikit matanya "Lebih bagus jika pedang ini sudah menebas lehermu!" jawab Xiao shori dengan tajam.


"Wow.. kejam sekali. Siapa kau?" tanya Lan Cheyuan yang melihat wajah Xiao Shori mirip dengan orang yang sangat ia kenal.


"Pentingkah ku jawab pertanyaan bodohmu itu?"


Lan Cheyuan menaikan alisnya sebelah "Kau mirip dengan... adik perempuan ku"


Xiao Shori membelalakan matanya.


"Cai cai.. " lanjut ucapan Lan Cheyuan.


"Terlalu banyak omong!! " Xiao Shori yang tak mau identitasnya terbuka ia langsung menyerang Lan Cheyuan dengan gesit.


Lan Cheyuan menerima serangan itu walaupun dia tidak terlalu serius menyerang karena pikirannya masih penasaran siapa pria ini? mengapa ia mirip dengan Cai cai? Apakah dia?...


Srettt!!!


Tangan Lan Cheyuan tersayat pedang Xiao Shori. Lan Cheyuan baru merasa sadar jika dia tidak fokus.


Lan Cheyuan melihat lukanya. "Kau Xiao Shori?" guman Lan Cheyuan menoleh ke Xiao Shori.


Xiao Shori terdiam.


"Hmm.. jadi kau kakaknya Cai cai ya.. " gumannya sekali lagi.


Xiao Shori mengeratkan kepalan tangannya.


Lan Cheyuan berusaha bersikap ramah " Aku Lan Cheyuan, kakak Lan yizhan " ucapnya memperkenalkan dirinya.


"Siapapun kau aku tidak peduli!" sahut Xiao Shori menyerang Lan Cheyuan dengan beringas.



"Pria ini sangat serius. Aku kira dia ada di pihak Cai cai" ucap Lan Cheyuan dalam hatinya.


Kekuatan Lan Cheyuan dan Xiao Shori sebanding. Mereka bertempur dengan serius, Lan Cheyuan merasa jika Xiao Shori ini adalah lawan yang cocok untuknya.


Lan Cheyuan serius juga di ikuti ia nyaman dengan perang ini.


Xiao Shori juga merasa sebaliknya juga ia merasa Lan Cheyuan adalah lawan yang pas untuknya. Tidak ada yang jatuh di antara mereka sampai pasukan mereka sudah sama sama hampir habis.


Lan Cheyuan melirik pasukan yang ada di sekelilingnya. "Kekuatan ini sebanding" batinnya.


Xiao shori menyeringai melihat pasukan Lan Cheyuan yang sama sama tinggal sedikit, ia membunyikan kode memanggil pasukannya dan bertambah semakin banyak.


Lan Cheyuan menggerutu. "Terlalu meremehkan"


Tanpa berkode pasukan bantuan Lan Cheyuan muncul sendiri.



Hujan anak panah pun akhirnya keluar dari persembunyiannya yang sedari tadi menunggu.


Rounan dan pasukan panahnya yang lain terus menerus menghujanin anak panah pada Klan Xiao. Xiao Shori yang melihat itu menjadi kesal. ia pun dengan cepat menghalau semua anak panah yang mengarah ke arahnya.