Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Mengembalikan Keadaan



Lan Cheyuan masuk ke dalam kamar ia sudah meniatkan di hati ingin bicara pada Lan yizhan.


"Yizhan, kemarilah ada yang ingin aku bicarakan padamu" ajak Lan Cheyuan serius pada adiknya.


Lan yizhan menggelengkan kepalanya ia tidak mau meninggalkan Cai cai. Lan Cheyuan tidak sabar lagi ia menarik tangan adiknya dengan kasar lalu membawanya keluar.


Rounan dan Lan miyan saling memandang mereka melihat wajah Lan Cheyuan tidak main main ia sangat serius, Lan Ziyan yang disana saja sampai berlari ke samping neneknya takut melihat ekspresi wajah pamannya. Rounan pamit pada Lan miyan untuk mengikuti Lan yizhan dan Lan Cheyuan keluar.


Setelah sudah keluar dari kamar, Lan yizhan yang merasa jauh pada Cai cainya ia menepis tangan Lan Cheyuan yang memegang lengannya, Lan yizhan ingin kembali ke dalam kamar melewati Rounan begitu saja tanpa memandangnya.


Lan Cheyuan melihat itu semakin marah, amarahnya sudah sampai ubun ubun ia geram melihat Lan yizhan yang sekarang ini.


Lan Cheyuan mengepalkan tangannya ia melangkah cepat mengejar Lan yizhan dengan keras ia menarik bahu Lan yizhan dan meninju kuat pipi Lan yizhan.


Lan yizhan tersungkur dibawah, tapi ia belum terlihat sadar juga. Lan Cheyuan sedikit membungkuk ia mencengkeram kera baju Lan yizhan dan meninju wajahnya sekali lagi sampai sudut bibir Lan yizhan terluka mengalir darah segar.


Rounan terbeliak melihat ini, ia ingin menolong suaminya namun ia takut akan membuat kakaknya semakin marah.


Lan yizhan menangis ia merasa sangat lemah sekarang ini. "Sadarlah!!!" teriak Lan Cheyuan pada Lan yizhan.


"Jika kau seperti ini terus tidak akan merubah apapun!!! malah sebaliknya kau memperburuk keadaan!"


"Kau lihat mereka juga bersedih, bahkan Rounan juga sangat menderita ibunya sudah tiada di tambah dia juga kehilangan Calon bayi dari kakaknya. Semua orang disini juga bersedih tapi mereka tetap tegar tidak sepertimu yang lemah dan sangat rapuh!!! ingat, kau itu seorang Raja kau memiliki rakyat yang membutuhkan mu! kau punya kerajaan yang harus kau urus!!!" ucap Lan Cheyuan marah besar.


Lan Cheyuan menghelah nafasnya dengan kasar ia berjongkok menatap mata Lan yizhan dengan tajam " Jika kau begini terus bagaimana kau akan balas dendam padanya!"


Ucapan terakhir Lan Cheyuan membuat Lan yizhan menoleh ke kakaknya. "Balas dendam?" guman Lan yizhan mengingat wajah Xiao Shunxi.


Lan yizhan mengangguk " benar! aku harus balas dendam padanya. Jika dia belum lenyap dari dunia ini aku tidak akan tenang!!" jawab Lan yizhan mulai semangat.


Lan Cheyuan tersenyum tipis ia menepuk bahu adiknya "Bagus! itu baru Lan Yizhan yang sebenarnya" sahut Lan Cheyuan lalu pergi dari sana.


Rounan yang bediri disana mencoba untuk mendekat ke Lan yizhan, ia takut namun ia menerima semua resiko jika Lan yizhan mendorong atau memarahinya nanti.


"Ge... " panggilnya dengan sangat pelan. Rounan berjongkok dengan susah payah karena perutnya yang sudah membesar, tapi demi Lan yizhan ia mencoba biasa saja.


Lan yizhan menoleh melihat Rounan, Rounan yang di tatap menundukkan kepalanya merasa bersalah dan ia sudah siap untuk di marah.


"Maafkan aku.." ucap Lan yizhan, ia tau kalau Rounan terlihat sangat menderita berjongkok seperti itu tapi dia menahannya. Lan yizhan mencoba menarik lembut tangan Rounan agar berdiri.


Lan yizhan mengusap usap pelan perut buncit Rounan " Maafkan ayah, demi kalian ayah akan kuat dan tidak akan membuat kalian terluka lagi"


Rounan menggigit bibirnya merasa ingin menangis bahagia ini pertama kalinya Lan yizhan begitu perhatian padanya dan calon bayinya.


Lan yizhan memegang kedua tangan Rounan "Maafkan aku, Ku mohon maafkan aku" ucapnya dengan lembut.


Rounan tak bisa menahan lagi air matanya ia menangis, Lan yizhan memeluknya dengan hangat dan penuh kasih sayang. Rounan semakin menangis ia mengeluarkan dan menuangkan rasa sakit di dalam hatinya.


Lan miyan dan Lan Ziyan mengintip dari balik pintu " Nek aku baru ini melihat ayah memeluk ibu" gumannya dengan pandangan lurus kedepan.


"Nenek juga sayang" jawab Lan miyan dari balik pintu.


"Kalau mama liat ini pasti mama juga ikut bahagia kan nek?" ucap Lan Ziyan melirik ke mamanya yang masih belum sadarkan diri.


Lan miyan menghela nafasnya " Pastinya, kita berdoa saja agar mama cepat sadar dan kembali seperti dulu" Lan miyan membelai lembut kepala Lan Ziyan.


Lan Ziyan mengangguk mereka pun kembali menjaga Cai cai di sampingnya.


***********


Keesokan harinya.



Lan yizhan berjalan dengan penuh semangat ia memasuki Aula Utama.


Lan Cheyuan dan Lan Xuan melihat Lan yizhan yang sudah kembali seperti biasa mengukir senyum tipis. Tetua tetua yang berada di Aula melihat Raja mereka sudah kembali juga senyum bahagia.


Mereka dengan kompak membungkuk hormat pada Lan yizhan. Lan yizhan mengangguk ia pun duduk di kursi kebesarannya.


Lan yizhan sebelum memulai inti pembicaraan ia meminta maaf pada semua orang karena sikapnya yang beberapa hari lalu, membiarkan kerajaan begitu saja dan tidak ingin berjumpa dengan orang orang dari kerajaan.


Lan yizhan mengatakan dan berjanji bahwa dia tidak akan mengulang perbuatan itu lagi, ia akan bersikap layaknya seorang Raja yang tegas dan bijaksana, tidak menyampingkan urusan pribadi dengan kerajaan.


Semua orang menerimanya mereka juga paham kondisi Lan yizhan saat itu.


Sudah siap dengan urusan itu Lan yizhan mulai membahas tentang persiapan untuk menyerang Klan Xiao.


Lan yizhan menyusun strategi baru, ia bertekad untuk membuat pasukan Kerajaan Jingtian semakin kuat dan tangguh tidak mudah diserang kuat dalam berperang.


Lan yizhan berpikir beberapa tahun sebelumnya musuh sangat mudah untuk menguasai Kerajaan ini, jika ini berlanjut terus menerus mungkin Kerajaan ini akan jatuh ke tangan musuh.


Kerajaan Jingtian terkenal dengan pengobatannya maka dari itu Kerajaan ini selalu di remehkan dalam segi kekuatan, Lan yizhan berpikir keras ia tidak akan mengubah sejarah kalau kerajaan ini terkenal dengan pengobatan. Tetapi Lan yizhan akan menambahi bahwasanya Kerajaan ahli pengobatan juga kuat dan ahli berperang serta benar benar tidak bisa di pandang remeh dengan yang lain.


Lan yizhan meminta bantuan kepada Pemimpin Lan, ia mengatakan agar jendral terkuat Lan dapat melatih tentara Kerajaan Jingtian.


Lan Xuan selaku Pemimpin Klan Lan ia setuju.


"Bukan hanya jendral ku saja, melainkan aku sebagai Pemimpin Klan Lan akan turun langsung untuk melatih kalian" jawab Lan Xuan dengan berdiri dengan tegas di Aula.


Semua yang mendengar itu turut bahagia siapa di Dataran ini yang tidak mengenal Lan Xuan orang nomor satu paling terkuat di Dataran.