
Semua telah selesai akhirnya mereka kembali ke tempat masing masing, Cai cai menggandeng tangan Lan Ziyan ingin menunjukkan kamar barunya. Xiao mei yang melihat Cai cai bersama Lan Ziyan pergi bersama ia juga ikut dari belakang.
Cai cai dan Lan Ziyan memasuki kamar yang bersebelahan dengan kamarnya dan Lan yizhan. "Bagaimana er'Zi suka? " tanya Cai cai pada Lan Ziyan yang masih melihat lihat kamarnya.
" Ma.. kamar ini terlalu besar untukku" jawab Lan Ziyan yang melihat kamar ini sangat besar dan mewah.
Cai cai tersenyum ia mengelus pucuk kepala Ziyan. " Benar er'Zi, tapi jika er'Zi menolaknya ibu muda nanti sakit hati, karena ini semua ibu muda yang sudah menyiapkan spesial untuk er'Zi " jawab Xiao mei yang baru masuk ke dalam kamar, Xiao mei dari balik pintu sudah mendengar ucapan Lan Ziyan dari dalam.
"Nenek.. " sapanya menoleh kebelakang.
Xiao mei berjalan mendatangi Lan Ziyan dan Cai cai disana. "Ibu.. " sapa Cai cai membungkuk hormat.
"Begini saja, jika er'Zi merasa takut untuk tidur sendiri, mama akan tidur disini bersama er'Zi. Bagaimana?" tanya Cai cai.
Lan Ziyan menggelengkan kepalanya "Bagaimana dengan ayah jika mama tidur disini?" jawab Lan Ziyan.
"Ayah sudah dewasa tidak masalah jika harus tidur sendiri, atau er'Zi yang tidak mau tidur dengan mama? " guman Cai cai dengan ekspresi pura pura sedih.
"er'Zi mau ma, tapi er'Zi tidak mau bersaing dengan ayah" jawab Lan Ziyan serius melihat Cai cai.
Xiao mei yang melihat perdebatan antara ibu dan anak ini tertawa. " Baiklah begini saja, er'Zi tidur dengan nenek. Bagaimana?" sahut Xiao mei melihat ke Lan Ziyan.
"Ibu.. " panggil Cai cai dengan muka kesal karena keinginannya untuk tidur dengan anaknya terhalang.
Lan Ziyan melirik ke Cai cai ia tersenyum tipis, lalu Lan Ziyan melirik ke Xiao mei mengkedipkan matanya.
"ahahahaa.. baiklah jadi sudah di putuskan, kalau er'Zi tidur dengan nenek" ucap Xiao mei yang senang karena telah memenangkan perdebatan ini.
Lan Ziyan memegang tangan Cai cai "Maa.. tadi ayah bilang ingin bicara dengan mama" ucapnya dengan muka serius.
Cai cai menyipitkan matanya melirik Lan Ziyan "Kali ini pasti bohong" jawab Cai cai melipat tangan di atas dadanya.
"Hmm.. yasudah jika mama tidak percaya" guman Lan Ziyan sambil berjalan naik ke atas kasurnya.
Xiao mei menyenggol lengan Cai cai " Ibu juga mendengarnya tadi, yizhan mengatakan itu pada er'Zi " sahut Xiao mei yang ikut duduk di atas kasur bersama Lan Ziyan melihat serius ke Cai cai.
Cai cai menghelah nafasnya pelan "Baiklah baik, aku akan pergi.. " ucap Cai cai, sebelum pergi Cai cai berjalan ke kasur Lan Ziyan mengecup kening dan mengucapkan selamat malam pada Lan Ziyan dan Xiao mei lalu ia pergi keluar kamar.
"Nenek.. " panggil Lan Ziyan tersenyum jahil. Xiao mei tertawa mereka pun bertos tangan karena rencana jahil mereka berhasil membuat Cai cai kembali kekamarnya.
Cai cai membuka pintu kamarnya, ia melihat ke kanan dan ke kiri mencari Lan yizhan di dalam kamar namun tidak menemukannya. Cai cai berjalan ke ruang kerja ternyata disana Lan yizhan sedang membaca buku.
Cai cai sengaja tidak mengetuk pintu, ia masuk berjalan perlahan dari belakang Lan yizhan.
Grepp..
Cai cai memeluk Lan yizhan dari belakang "Ada apa mencariku? " tanyanya pelan.
Lan yizhan merasa sedikit terkejut karena Cai cai yang tiba tiba memeluknya dari belakang,tetapi Lan yizhan tidak marah malah sebaliknya semakin bahagia.
"Siapa yang mengakatannya? " tanya Lan yizhan.
"Ziyan dan Ibu yang mengatakannya tadi" jawab Cai cai.
"Aku merindukanmu" ucap Lan yizhan berbisik pelan di kuping Cai cai.
"Hmm.. sepertinya aku di bohongi lagi dengan putra mu" gerutu Cai cai mengerucutkan mulutnya.
Lan yizhan yang melihat itu mengecup bibir manyun Cai cai dengan gemas. Cai cai mengerutkan dahinya " ayah dan anak sama saja" ucapnya sedikit kesal.
Lan yizhan tertawa renyah " Jangan lupa mamanya juga " jawab Lan yizhan.
"Suamiku, bagaimana dengan er'Zi kedepannya?" tanya Cai cai mulai serius menanyakan masa depan Lan Ziyan.
"Aku sudah menyiapkan semuanya" jawab Lan yizhan yang sudah berpikir matang dengan masa depan Lan Ziyan.
Cai cai mendongak melihat wajah Lan yizhan "Semuanya? " tanya ulang Cai cai yang masih belum paham.
Lan yizhan menoel pucuk hidung Cai cai "Hmm.. aku sendiri yang akan melatih er'Zi. Karena dia anak yang sepecial, di umurnya yang masih 7 tahun tingkat kekuatannya sudah berada di level 20, di kerajaan ini tidak ada guru yang cocok untuk melatihnya." jawab Lan yizhan serius.
Cai cai berpikir sejenak " hmm.. benar juga, suamiku? emm.. bolehkan aku mendaftar menjadi gurunya juga? " tanya Cai cai dengan handalan puppy eyesnya.
Lan yizhan gemas sekali lagi ia mengecup bibir Cai cai kali ini sedikit lebih lama dari yang tadi.
"Boleh tetapi tidak gratis" jawab Lan yizhan dengan senyuman liciknya.
"Tidak gratis?, jadi aku harus membayar berapa agar bisa diterima menjadi guru Ziyan??" tanya Cai cai mengernyitkan dahinya.
"Tidak dengan uang!" sahut Lan yizhan.
"Lantas dengan apa? " tanya Cai cai menyipitkan sedikit matanya.
"Dengan ini.. "
Cuppp...
Lan yizhan ******* bibir ranum Cai cai dengan lembut dan penuh dengan cinta. Lan yizhan sangat menikmati ciuman mesranya ini, Cai cai juga yang merasa cintanya semakian lama semakin besar dengan Lan yizhan ikut membalas ******* bibir Lan yizhan dan menikmatinya juga.
Tidak sampai di ciuman mesranya Lan yizhan meletakan bukunya di atas meja dan tangannya di gunakan untuk menggendong Cai cai ala bridal stylenya membawanya ke atas kasur menidurkannya di sana dengan lembut.
Lan yizhan memajukan wajahnya ke samping wajah Cai cai " Sepertinya er'Zi kesepian jika sendiri, bagaimana dengan seorang adik? " ucap Lan yizhan dengan suara cool cool sexy dan sangat menggoda.
Cai cai mendengar Lan yizhan yang berbicara dengan nada bicara yang begitu sexy kupingnya memerah, deruhan nafas hangat Lan yizhan juga sangat terasa di kupingnya. Cai cai menelan ludahnya " Sial.. aku tergoda olehnya" gerutu Cai cai di dalam hatinya.
Lan yizhan yang melihat ekspresi terpancing Cai cai ia tersenyum kemenangan "Berhasil" batinnya.
Cai cai mengigit bibirnya ia mencoba menggelengkan kepalanya. Lan yizhan yang melihat itu menaikan alisnya sebelah.
"Bagaimana jika begini.." ucap Lan yizhan yang memajukan wajahnya sakali lagi, namun ia tidak berbicara malah dengan jahilnya ia menghembuskan nafas pelan di kuping Cai cai.
Cai cai yang sudah tidak bisa menahannya lagi ia pasrah, tangannya terangkat memeluk leher Lan yizhan lalu menariknya agar jatuh diciumannya.