
Rounan sudah sampai di depan kamar Lan yizhan tapi ia ragu untuk masuk. Lan yizhan berbalik badan melihat Rounan yang masih ragu mau masuk pun berkata " Hm. masuklah"
deg.. jantung Rounan berdetak dengan kencang, mukanya sudah merah merona ia mengigit bibirnya agar lebih tetap terlihat tenang. Ia pun melangkah masuk ke dalam kamar, Rounan melihat sekeliling kamar itu cukup sederhana dan hanya memiliki satu tempat tidur.
"Kau tidurlah disana, aku akan tidur dikursi itu" ucap Lan yizhan berjalan ke kursi samping tempat tidur, Lan yizhan meletakan pedangnya disampingnya lalu ia mencoba berbaring disana.
Rounan melirik ke arah Lan yizhan, Lan yizhan tidur tanpa bantal dan selimut ia pun berinisiatif mengambil bantal yang ada diatas kasur dan berjalan ke tempat Lan yizhan. Karena Lan yizhan sudah memejamkan matanya ia bingung harus memberinya bagaimana Rounan memperhatikan wajah Lan yizhan dengan serius, Kuliat yang bersih dan putih, alis yang tebal dan sedikit berserak, bulu mata yang panjang dan lebat, hidung yang mancung sempurna, bibir yang merah dan tipis, garis rahang tegas yang dilihat dari samping mau pun depan terlihat sangat sempurna. Rounan mengukir senyum tipis di bibirnya "Sangat tampan " gumannya dalam hati melihat Lan yizhan yang tertidur.
Merasakan ada orang didekatnya Lan yizhan membuka kelopak matanya, matanya onyxnya terbuka langsung menuju mata Rounan yang masih memperhatikannya. Rounan terkejud ia gugup dan menunduk. Lan yizhan bangkit "Ada apa? " tanyanya yang melihat Rounan disana.
Rounan memberikan bantal yang ia pegang pada Lan yizhan, Lan yizhan melihat ke bantal yang ia pegang pun menjadi teringat akan masa lalu Cai cai yang juga melakukan itu padanya.
Lan yizhan mengambil bantal yang diberi Rounan kepadanya ia meletakkan di kursinya, Lan yizhan melihat ke Rounan yang masih berdiri disana pun bertanya " Kau membutuhkan sesuatu? "
Rounan menggelengkan kepalanya lalu pergi dari sana ia pun merebahkan tubuhnya di kasur tidur membelakangi Lan yizhan. Lan yizhan yang melihat Rounan sudah tidur juga ikut tidur. Rounan tidak bisa tidur ia berbalik menghadap ke arah Lan yizhan " Dia sudah tidur.." gumannya pelan sangat pelan. Rounan pun mulai mencoba memejamkan matanya tidak tau berapa lama ia pun mulai terlelap di dalam mimpi.
Di pagi yang cerah seorang wanita yang cantik masih memejamkan matanya karena teriknya matahari ia kepantul sinar matahari yang lolos dari jendela kamar, Rounan membuka kelopak matanya melihat hari sudah cerah ia menoleh kesamping ternyata Lan yizhan sudah tidak ada disana ia sontak bangun dari tempat tidur dan melihat sekeliling kamar. Rounan berjalan ke kursi yang di tidurin Lan yizhan disana dan beralih ke meja sampingnya ada satu buah set pakaian wanita Rounan mengambil baju itu dan melihatnya, baju bewarna merah muda yang elegan dan sopan.
Rounan mengganti pakaiannya dengan yang baru ia melihat tidak ada kertas atau surat yang tertinggal disana " Apa dia sudah meninggalkan ku?" ucapnya untuk dirinya sendiri. Rounan keluar dari penginapan itu dengan muka yang sedih ia turun penginapan sambil menunduk.
"Rounan...! " ucap seorang pria dengan sedikit keras, Rounan yang di panggil melihat ke samping ia menyipitkan sedikit matanya melihat Luo tian yang sedang melambay lambaykan tangannya padanya Rounan melihat disamping Luo tian ada Lan yizhan yang sedang menyesap tehnya tanpa melihat ke arahnya. Rounan tersenyum sedikit melihat adanya Lan yizhan disana berarti ia tidak ditinggalkan. Rounan berjalan ke arah mereka dan duduk disamping Luo tian berhadapan dengan Lan yizhan.
"Wahh.. kau sangat cantik Rounan, siapa yang membelikan bajumu?" ucap Luo tian namun ia sengaja berbicara begitu menyindir Lan yizhan.
Rounan malu untuk menjawabnya ia hanya melirik ke Lan yizhan, Lan yizhan tidak menatapnya ia hanya sibuk dengan tehnya. Luo tian memperhatikan kedua orang ini dengan mengerutkan dahinya " Kenapa dia diam saja" ucapnya dalam hati melihat ke Lan yizhan.
Lan yizhan mendongak melihat Rounan yang melihatnya lalu turun melihat meja kosong di depan Rounan, Lan yizhan memanggil pelayan
Beberapa menit kemudian datang lah pesanan Lan yizhan, Lan yizhan menyuruh pelayan untuk memberikan pada Rounan, Rounan menerimanya tapi ia belum berani memakannya. Lan yizhan yang melihat makanan dan teh itu belum dimakannya pun menghelah nafasnya " Makanlah " ucapnya. Rounan melihat ke Lan yizhan mengangguk lalu memakannya.
Luo tian yang melihat kedua orang ini sedikit tertawa, Lan yizhan melirik ke Luo tian "Apa yang kau tertawakan? " tanyanya.
"Tidak ada hanya, Kenapa Rounan terlihat sangat canggung denganmu" ucap Luo tian lalu menyesap tehnya. Lan yizhan hanya menggeleng.
"Kau mendengar dikampung sebelah ada ginseng yang berusia 2000 tahun?"
"Iya aku mendengarnya, tapi setiap orang yang pergi kesana tidak akan pernah kembali!"
"Kenapa bisa seperti itu? dengar dengar ni yang menjaganya adalah serigala, Tidak!! manusia serigala tempatnya! "
"Apa!! lihat ini aku jadi merinding mendengar ucapan mu itu! "
" 2000 tahun? " guman Lan yizhan dalam hati mendengar ucapan pengembara lain yang sedang minum teh disamping tempat duduk mereka.
"Kampung sebelah? itu sangat dekat dengan kita" ucap Luo tian pada teman temannya ini.
Lan yizhan mengangguk " Kita harus melihat kesana" ucapnya. Luo tian mengangguk setuju namun ia melihat ke arah Rounan " Kau tetaplah disini, kami akan melihat itu setelah kami selesai urusan disana kami akan datang lagi kesini" ucap Luo tian pada Rounan.
"Aku takut di sini sendirian, bolehkan aku ikut? " ucap Rounan yang ingin ikut dengan Lan yizhan dan Luo tian. Rounan menganggkat dua jari ke atas " Aku berjanji tidak akan menjadi beban kalian, aku janji" ucapnya dengan penuh keyakinan.
Luo tian juga tidak tega meninggalkan Rounan disini karena mereka juga tidak tau berapa lama akan kembali kesini. Luo tian melihat ke Lan yizhan, Lan yizhan yang di tatap Luo tian juga bingung sebenarnya sepertinya ini sangat berbahaya untuk Rounan tetapi ia juga tidak tega meninggalkan Rounan disini sendirian. Rounan melihat ke Lan yizhan dengan tatapan sedih Lan yizhan melihat itu pun menjadi ibah dan mengangguk. " Setelah makan kita langsung pergi." ucap Lan yizhan jelas. Rounan yang mendengar itu tersenyum gembira ia melanjutkan makannya dengan lahap, agar menambah tenaga biar jangan menjadi beban untuk mereka.
"Jangan terlalu cepat makannya nanti kau bisa tersedak" ucap Luo tian yang melihat Rounan semangat sekali makannya. Lan yizhan yang melihat itu pun juga sedikit tersenyum namun yang menyadari ia tersenyum tipis hanya dirinya.