
Kereta pun berhenti di depan gerbang Klan Lan. Lan yizhan yang tau sudah sampai ia menghela nafasnya dan turun dari kereta.
Lan yizhan berjalan ke gerbang, dua pengawal yang melihatnya terkejut dan mereka buru buru membungkuk hormat. "Tuan muda.." sapa kedua pengawal pada Lan yizhan di depannya.
Lan yizhan hanya mengangguk "Sampaikan pada Pemimpin Lan bahwa aku bersama keluargaku ada di sini." ucap Lan yizhan pada kedua pengawal, kedua pengawal itu saling melempar pandangannya lalu mereka melihat ke depan ada 3 kereta kuda disana.
Tanpa basa basi salah satu pengawal bergegas pergi ke dalam. Selang beberapa menit pengawal itu kembali bersama seseorang.
"Yizhanku.. "
Lan yizhan yang masih hadap ke depan mendengar suara itu ia berbalik badan.
Greppp...
"hiks.. hiks.. hiks.. Yizhanku kembali.. " ucap Lan Cheyuan memeluk Lan yizhan.
Lan yizhan menghela nafasnya " Semakin parah sifatnya.. " guman Lan yizhan menaikan sebelah alisnya berwajah datar.
Lan Cheyuan melepaskan pelukannya ia memperhatikan wajah Lan yizhan sampai dengan telapak kakinya.
"Penampilanmu kenapa semakin tampan saja?" tanya Lan Cheyuan melipat tangan kirinya dan tangan kanan memegang dagunya.
"Ayahku memang yang paling tampan paman.. " ucap anak kecil dari belakang Lan yizhan tiba tiba.
Lan Cheyuan memiringkan kepalanya melihat ke belakang Lan yizhan "Tunggu! itu? " Lan Cheyuan melihat wajah Lan yizhan serius.
Lan yizhan yang di tatap hanya bermuka datar, Lan Cheyuan kembali memiringkan kepalanya melihat jelas wajah anak yang sudah berada di samping Lan yizhan.
Lan Cheyuan berjongkok "Kenapa wajahmu sangat mirip dengan Yizhanku? " tanya Lan Cheyuan penasaran.
"Paman ini.._- sudah jelas jelas aku memanggilnya ayah, kenapa masih bertanya aku bisa mirip dengannya.." sahut Lan Ziyan menghelah nafasnya pelan.
Lan Cheyuan mendongakan kepalanya ke atas melihat wajah Lan yizhan, Lan yizhan mengangguk.
"Kau keponakan ku? " tanya Lan Cheyuan membelalakan matanya.
Lan Ziyan membungkuk hormat " Salam paman, aku Lan Ziyan putra dari Ayah Lan yizhan dan Mama Cai cai " ucapnya dengan sopan.
"Astagaaa.. kau tampan sekali, paman mempunyai saingan baru " jawab Lan Cheyuan mencubit dan mengusal ngusal gemas pipi Lan Ziyan.
Lan yizhan melihat Lan Cheyuan yang mengintimidasi anaknya dengan cepat menggendongnya.
"Hentikan! cepat, segeralah menikah." ucap Lan yizhan dengan muka kesal.
Lan Cheyuan merasa sedih atas ucapan Lan yizhan yang ngenak dihati. Wajahnya murung ia menunduk.
Lan Cheyuan pura pura menyeka air mata yang tidak keluar ia dengan wajah sedih melihat Lan yizhan " Dimana adikku Cai cai? " tanya Lan Cheyuan yang tidak melihat kehadiran Cai cai disana.
Terasa terpanggil Cai cai turun dari kereta kuda disana, Cai cai yang tidak menggunakan cadarnya membuat Lan Cheyuan matanya berbinar binar " Hmm.. surga duniaa.. " gumannya pelan namun masih bisa di dengar Lan yizhan dan Lan Ziyan, mereka mendengar itu hanya saling memandang dan menaikkan bahunya.
Cai cai tidak langsung berjalan menuju ke tempat Lan yizhan, ia berjalan menuju ke kereta tempat Rounan.
Cai cai mengajak Rounan dan ibunya turun, serta dua tabib yang di siapkan mereka untuk membantu pengobatan nyonya Lan.
Cai cai menggandeng tangan Rounan berjalan menuju tempat Lan yizhan. Lan Cheyuan mengerutkan dahinya ia melirik Lan yizhan "Siapa wanita yang bersama adikku? " guman Lan Cheyuan pada Lan yizhan.
"Itu ibu mudaku paman, namanya ibu Rounan" Lan Ziyan yang menjawab pertanyaan dari Lan Cheyuan.
Lan Cheyuan sweatdrop seketika, tubuhnya terasa tersambar petir tiba tiba. Dengan mulut terperangah ga elite mata melotot sempurna "Huh?.." gumannya tak percaya.
Lan Cheyuan menepuk bahu Lan yizhan "Istrimu sudah dua dan gege mu satu pun tidak ada, apakah kau benar Lan yizhanku? " ucap Lan Cheyuan sedikit mundur menyipitkan matanya melihat Lan yizhan.
"Banyak yang sudah terjadi, aku akan menceritakannya nanti." jawab Lan yizhan.
"Cheyuan-ge.." sapa Cai cai membungkuk hormat dan di ikuti oleh Rounan.
"Hmm.. Cai cai dan ini... Rounan?" jawab Lan Cheyuan melihat ke Rounan. Rounan yang baru pertama kali ini berjumpa dengan kakak dari Lan yizhan merasa canggung.
Rounan balas hanya menganggukan kepalanya saja. Cai cai memperkenalkan ibunya dan juga tabib yang mereka bawa pada Lan Cheyuan.
Setelah sudah mengenal semua Lan Cheyuan berjongkok menghadapi Lan Ziyan " Bolehkan paman menggendongmu? " mintanya pada Lan Ziyan.
Lan Ziyan langsung merangkul bahu Lan Cheyuan, Lan Cheyuan tersenyum bahagia mereka pun masuk ke dalam Klan.
Semua orang yang berada di dalam Klan terkejut melihat ke kedatangan Lan yizhan dan orang orang yang berada di belakangnya.
Orang orang disana juga pada penasaran anak kecil tampan yang di gendong Lan Cheyuan, mereka bertanya tanya kenapa wajahnya mirip dengan Lan yizhan.
Masuk ke dalam mereka langsung menuju kamar nyonya Lan. Lan Cheyuan membuka pintu kamar ibunya.
Lan Xuan menoleh ke pintu menyipitkan matanya "Siapa,- Yizhan..!" ucap Lan Xuan bangkit dari tempat duduknya.
"Ayah.. " jawab Lan yizhan pelan dan berjalan cepat langsung memeluk ayahnya.
"Anakku, kau kemana saja? Ayah dan ibumu sangat merindukanmu nak" ucap Lan Xuan meneteskan air matanya.
"Yizhan juga sangat merindukan kalian, yizhan sudah kembali yah.." jawab Lan yizhan.
Lan Xuan melihat orang orang yang berada di belakang Lan yizhan, Lan Xuan melepaskan pelukannya pada anaknya dan melihat Lan yizhan dengan tatapan bertanya siapa orang yang dibawanya ini.
Lan yizhan menyeka air matanya ia melihat ke Cai cai dan Rounan, mereka berdua pun maju membungkuk hormat.
"Mereka adalah istriku, Cai cai dan ini Rounan" jawab Lan yizhan sedikit takut ayahnya akan marah.
Lan Xuan menerima hormat dari kedua menantunya, mata Lan Xuan jatuh ke anak kecil tampan yang sedang di gendong Lan Cheyuan.
Lan Cheyuan tersenyum jahil " Ayah dari mukanya seharusnya kau bisa menebak ini siapa?" guman Lan Cheyuan menyeringai.
"Cucuku..." jawab Lan Xuan tersenyum datang ke depan Lan Ziyan.
Lan Ziyan juga tersenyum malu mukanya sedikit kemerahan " Kakek.. " sapa Lan Ziyan malu malu.
Lan Xuan mengambil Lan Ziyan dari gendongan Lan Cheyuan "Siapa nama cucu kakek ini? " tanya Lan Xuan pada Lan Ziyan.
"Ziyan.. emm Lan Ziyan" jawab Lan Ziyan ramah pada kakeknya.
"Ziyan.. " sahut Lan Miyan pelan yang baru siuman.
Lan yizhan yang melihat ibunya sadar langsung berlari kesamping ibunya dan menggenggam erat tangannya "Ibu.. " panggilnya pelan.
Lan Miyan tersenyum " Yizhanku sudah kembali.. " guman Lan Miyan melihat wajah anak yang ia rindukan selama ini.
Lan yizhan mengangguk " Yizhan sudah kembali bu, ini Yizhan.." jawab Lan yizhan semangat kapada ibunya.
Lan Xuan membawa Lan Ziyan ke samping istrinya " Nenek.. " sapa Lan Ziyan.