Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Keputusan Lan Yizhan



Lan Cheyuan mendengus kesal ia kembali mengambil topinya di meja. "Ayo kita kembali, Moodku mencari jodoh sudah hilang" guman Lan Cheyuan bangkit dari tempat duduknya tangannya mengambil uang dari sakunya meletakan di meja, lalu ia merapikan pakaiannya beranjak pergi dari sana.


Cai cai melihat kakaknya yang sudah pergi ia menghabiskan minumnya yang masih tinggal setengah sebelum pergi.


Cai cai berjalan keluar melihat Lan Cheyuan yang lurus berjalan arah pulang ke kerajaan. "Dia beneran kesal?" guman Cai cai mengekori Lan Cheyuan dari belakang bagai anak bebek.


"Ahhhk..!!!"


Lan Cheyuan dan Cai cai menoleh ke belakang. Mereka melihat ke sumber suara di belakang sana, tidak pikir panjang Cai cai dan Lan Cheyuan langsung berlari kesana.


Penduduk sudah ramai disana berkerubung. Cai cai dan Lan Cheyuan menyelinap melihat itu.


Seorang mayat pria yang penuh dengan tusukan pedang dan cakaran hewan binatang buas.


Cai cai mendekat ke mayat ia ingin memeriksanya. Cai cai melihat dari tusukan itu pasti pedangnya sangat tajam, jika tidak salah itu lebih ke pedang seorang prajurit. Bekas luka cakarannya, di lihat dari luka pinggirannya kuku binatang itu sangat tajam dan runcing untuk menyayat kulit ini.


Lan Cheyuan juga ikut berjongkok melihat luka luka itu.


Cai cai menoleh ke Lan Cheyuan menganggukan kepalanya.


Lan Cheyuan mengepalkan tangannya "Siapa yang pertama kali menemukan mayat ini! " tanyanya dengan serius.


Salah satu penduduk itu maju. "Maaf tuan, saya yang pertama kali menemukan dia. hmm.. ini juga bukan yang pertama" jawabnya dengan takut.


Cai cai menautkan alisnya "Maksudmu? "


"Hmm.. ini adalah mayat ke tiga selama sebulan ini. Tetapi dua mayat terakhir kami temukan ada di hutan."


Lan Cheyuan memegang dahinya merasa tak menyangka. "Mengapa tidak ada yang melapor ke istana!!!" teriaknya marah.


"ma-maaf kan kami tuan.. " ucapannya tergagap takut mendengar teriakan Lan Cheyuan.



Cai cai bangkit ia berjalan ke samping penduduk itu "Ini untuk yang terakhir. Kedepan jika ada masalah seperti ini lagi kalian harus segera melapor ke istana" ucap Cai cai dengan kepala dingin ia tak mau menambah masalah lagi.


"Baik nona, tetapi.. nona siapa?" tanyanya yang tak tau, mereka melihat wanita yang berada di depannya ini adalah wanita berbeda.


"kami hanya seseorang yang bekerja untuk Kerajaan Jingtian " jawabnya yang tak jujur dengan identitasnya.


"Kuburkan dia dengan layak. Masalah ini akan kami laporkan pada Kerajaan, dan kalian harus ingat dengan apa yang aku katakan tadi. Kali ini kami memaafkan kalian." ucap Cai cai dengan tegas pada semua penduduk yang mengerubung disini.


Cai cai mengkode Lan Cheyuan agar segera pergi, Lan Cheyuan mengangguk lalu mereka pergi kembali ke Kerajaan.


Setelah sampai wajah Cai cai dan Lan Cheyuan tanpa serius mereka masih tidak habis pikir akan terjadi kejadian ini.


"Mama.. Paman.. " sapa Lan Ziyan.


"Dimana ayahmu ziyan?" Lan Cheyuan karena lagi serius ia tidak mau berbasa basi lagi.


"Ada di ruangan pribadi bersama kakek, paman"


Lan Cheyuan langsung pergi kesana. Lan Ziyan yang tidak biasa melihat pamannya seserius itu ia melihat ke mamanya. "Ada apa ma?"


Cai cai berjongkok di hadapan Lan Ziyan " Ada masalah sedikit, Ziyan malam ini tidur di kamar mama ya.. " minta Cai cai.


Lan Ziyan yang memang suka tidur di kamar mamanya langsung mengangguk setuju.


"Mama akan menemui ayah dulu"


"Baik maa"


Cai cai bangkit lalu segera berjalan pergi.


Brakk!!!


Suara geprakan meja di dalam ruangan pribadi. Cai cai yang di pintu mendengar itu menahan langkah kakinya agar tidak masuk dulu.


"Xiao Shunxi! Dasar berengs*k!!!" ucap marah Lan yizhan di dalam ruangan.


"Tentara sudah siap untuk berperang." Lan Xuan dengan tegas mengatakan itu. Ia juga sudah emosi melihat Xiao Shunxi yang selalu bertindak seenaknya jika tentang merenggut nyawa.


Lan yizhan sudah habis kesabarannya ia kali ini akan benar benar membunuh Xiao Shunxi.



"Kita akan berperang!" ucap Lan yizhan dengan keputusan yang sudah bulat.