
"Aku tau pasti bukan itu yang terjadi, kenapa bisa aku berada disini bersama ayah dan ibu pasti ada yang mereka sembunyikan dariku. Apa mereka membenciku sampai membuang aku disini? " gumannya yang terus berpikir mengapa bisa ia terpisah dari ibu dan ayah kandungnya.
Lan Ziyan mendongak melihat bulan yang bulat sempurna "Dimana mereka berada? " ucapnya.
******
Beberapa hari kemudian, sampailah mereka ke tempat pertandingan. Tabib Zhaolin, Tabib Lingling, Zhang han dan Lan Ziyan sudah berada disana.
Tabib Lingling yang melihat peserta peserta pertandingan ini tubuhnya lebih besar dari pada Lan Ziyan semakin khawatir. Usia anak anak lain semua berusia 15 tahun dan Lan Ziyan lah peserta yang paling muda dan kecil, Tabib Lingling memegang lengan suaminya merasa cemas, Tabib Zhaolin membalas pegangan tangan istrinya dan berkata "Ziyan akan baik baik saja, tenanglah" ucapnya agar mengurangi rasa cemas istrinya.
Lan Ziyan bergabung dengan semua peserta, anak anak disana semua pada berbisik bisik membicarakan Lan Ziyan yang masih muda dan kecil ini, mereka tertawa mengejek menyepelekan Lan Ziyan. Mereka juga melihat pakaian Lan Ziyan yang lusuh dan cukup sederhana ini mencibir Lan Ziyan dengan kata "Miskin". Pakaian Lan Ziyan tidak sebanding dengan milik mereka yang berpenampilan megah, baju terbuat dari sutra terbaik, sepatu dari kulit rusa yang dijahit oleh orang profesional, juga pedang dan busur yang terbuat dari giok asli. Lan Ziyan tidak memperdulikan itu semua ia datang kesini bukan untuk bergaya tetapi bertanding tampilan tidak masalah baginya.
"Heh orang miskin! jika kau ingin menang, bermimpilah ginseng itu hanya milik kami!" ucap salah satu peserta anak anak itu pada Lan Ziyan. Lan Ziyan tidak peduli apa kata mereka tentang ginseng, yang diinginkan Lan Ziyan adalah emas dan peraknya bukan ginsengnya.
"Kita lihat saja sampai mana percaya dirinya itu bertahan! " ucap peserta peserta itu yang kesal karena mereka merasa tidak di pedulikan Lan Ziyan.
Melihat semua sudah berkumpul pembawa acara naik ke arena pertandingan "Karena semua sudah berkumpul langsung saja kita mulai, tapi sebelum itu kita buat dua tim sebelah kanan tim A dan yang sebelah kiri tim B" ucap pembawa acara pertandingan, setelah sudah di buat dua tim mereka pun mulai pertandingan tahap awal kedua tim.
Lan Ziyan masuk ke dalam tim B, Lan Ziyan karena paling muda jadi teman teman setimnya menyepelekannya ia dibuat hanya menjadi cadangan. Lan Ziyan tidak menyangkalnya ia menurut saja mengikuti perkataan teman temannya, Lan Ziyan duduk dikursi yang tak jauh dari pertandingan melihat teman teman setimnya yang sedang bertarung melawan tim A.
Beberapa jam sudah terlewati tim A lebih unggul dari tim B, Lan Ziyan merasa ini tidak benar ia ingin melawan namun teman temannya tidak membolehkannya Lan Ziyan sangat kesal ia kembali duduk dan hari pun semakin gelap pertandingan akan di lanjutkan besok.
Zhang han yang melihat ekspresi kesal Lan Ziyan mendatanginnya " Ada apa? " tanya Zhang han yang juga ikut duduk di samping Lan Ziyan.
"Tuan aku tidak diperbolehkan untuk ikut bertanding mereka bilang aku hanya cadangan, aku sangat kesal! " jawab Lan Ziyan.
Zhang han tersenyum memegang pucuk kepala Lan Ziyan "hmm.. jika hari ini tidak bisa hari esok masih ada, ayo kita pulang" ajak zhang han menarik lembut tangan Lan Ziyan untuk pergi dari sana.
"Tabib, karena rumah kalian terlalu jauh dari sini sebaiknya kalian tinggallah di Klan Zhang sampai pertandingan ini selesai " minta Zhang han pada suami dan istri ini, Tabib Zhaolin mengangguk setuju mereka pun kembali ke Klan Zhang.
____________________
Hari semakin gelap Lan yizhan dan Cai cai mencari penginapan di tengah tengah perjalanan mereka, mereka berdua memasuki penginapan dan memesan satu kamar yang berukuran untuk dua orang. Setelah Lan yizhan membayarnya mereka naik ke atas penginapan untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah berjalan mencari pencarian ini.
Cai cai membersihkan dirinya setelah selesai dan bergantian dengan Lan yizhan.
Cai cai membaringkan tubuhnya dikasur, karena sudah mengantuk Cai cai tidur duluan Lan yizhan yang baru saja selesai mandi melihat Cai cai yang sudah tertidur ia berjalan ke kasur dan ikut membaringkan tubuhnya di samping Cai cai, tidak langsung tertidur Lan yizhan masih berpikir harus kemana lagi mereka akan mencari putranya, Tidak ada jejak dan orang yang ingin ditanya. Mereka sudah hampir putus asa, satu satunya tanda yang diingat Cai cai dengan anaknya adalah bekas goresan pedang di telapak tangan Lan Ziyan.
Lan yizhan mencoba berpikir keras namun sama saja tidak tau bagaimana mencarinya lagi, Lan yizhan menoleh kesamping melihat wajah Cai cai yang sudah tertidur pulas tersenyum dan tangannya mengusah usah pucuk kepala Cai cai dengan lembut.
Lan yizhan karena tidak bisa tidur ia turun dari kasurnya dan berjalan ke jendela, Lan yizhan melihat keluar jalanan yang sudah sepi tanpa orang orang disana, semua toko juga sudah tutup. Lan yizhan melihat ke samping yang agak jauh darinya ada seorang lelaki berbaju hitam yang sedang menggendong anak anak. Mata Lan yizhan menyipit melihat itu "Siapa yang malam malam membawa anak seperti itu, mau kemana dia pergi? " gumannya. Lan yizhan melihat ke sampingnya lagi ada seorang pria berbaju hitam menggendong anak juga, Lan yizhan mengerutkan dahinya "Mencurigakan.." ucapnya pelan.
Lan yizhan melihat ke tempat tidur Cai cai yang masih tertidur pulas " Aku akan secepatnya kembali sayang" gumannya dan langsung lompat keluar jendela.
Lan yizhan dengan berhati hati mengikuti kedua pria berbaju hitam itu dari belakang, sesekali pria pria itu menoleh ke belakang Lan yizhan yang takut ketahuan pun bersembunyi di balik balik rumah penduduk.
Lan yizhan mengikuti sampai di dalam hutan ada rumah yang sudah jelek seperti tidak ditempati, kedua pria itu masuk kedalam dan mereka setelah masuk mengunci pintunya dan tidak keluar lagi.
Lan yizhan berjalan mendekat mencari cela cela untuk mengintip kedalam, Lan yizhan terkejut melihat banyak anak anak disana yang mulutnya di tutup, tangan terikat dan kaki terikat.
"Kami dapat dua lagi bos" ucap salah satu pria berbaju hitam yang baru masuk itu dengan pria yang berada didalam berbadan kekar berwajah seram.
Pria bebadan besar itu tersenyum tipis "Baguslah, kita akan mengirimkan mereka semua ke pertandingan besok!! " ucap pria berbadan besar itu dengan tertawa licik.