Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Kota Yang Kosong



Rounan saat ini sangat bahagia karena sebentar lagi akan berjumpa dengan ayah dan ibunya yang sudah sekian lama tidak bertemu.


Saat mereka berjalan melewati kota orang orangnya tidak ada kota itu kosong tanpa penghuni, mereka melihat sekeliling tempat ini namun tidak menemukan manusia satu pun.


"Apa yang terjadi disini? kenapa kota ini tanpa manusia satu pun?" ucap Luo tian yang melihat ini sangat aneh.


Rounan menggelengkan kepalanya "Aku juga tidak tau apa yang terjadi, kota ini sebelum aku pergi sangat ramai dan ini beberapa tahun aku pergi sudah kosong tanpa penghuni." ucap Rounan juga tidak tau apa yang terjadi disini.


Lan yizhan mencoba masuk ke satu rumah yang terbuka, Lan yizhan mencari sesuatu didapur " Lengkap namun sudah berbau" ucap Lan yizhan pelan. Ia keluar dari rumah itu menghampiri Luo tian dan Rounan yang memeriksa rumah rumah yang lain.


Setelah Luo tian dan Rounan kembali mereka melihat ekspresi muka Lan yizhan yang sepertinya tau sesuatu. "Bagaimana?" tanya Luo tian kepada Lan yizhan.


Lan yizhan mengerutkan dahinya " Aneh, semua perlengkapan didapur mereka semua lengkap namun karena sudah ditinggal oleh pemilik rumah itu lama semua sudah bau" ucap Lan yizhan, Rounan dan Luo tian saling bertatapan " Maksudnya ge? " tanya Rounan melihat ke Lan yizhan serius.


Lan yizhan mulai menjelaskan " Sepertinya mereka terpaksa pergi meninggalkan kota ini, atau ada yang membuat mereka takut hingga mereka semua meninggalkan kota ini." jawab Lan yizhan menjelaskan semua apa yang ia ketahui.


"Apakah terjadi sesuatu di kerajaan, sampai semua orang meninggalkan kota ini" ucap Rounan mulai panik.


"Sebaiknya kita cari tahu dulu apa yang sudah terjadi, tujuan utama kita adalah Kerajaan Jingtian jadi kita kesana terlebih dahulu" ucap Luo tian. Lan yizhan dan Rounan menganggukan kepalanya mereka pun bergegas untuk pergi ke kerajaan Jingtian.


Sudah tidak jauh dari kerajaan Rounan membelalakan matanya terkejud melihat orang orang yang berjaga di pintu gerbang kerajaannya.


"Kenapa? bukannya itu pengawalmu? " tanya Luo tian yang melihat ekspresi muka Rounan.


"Kau tidak lihat mereka semua itu siapa? " jawab Rounan. Lan yizhan menyipitkan matanya memperhatikan dengan serius Lan yizhan juga ikut terkejud " Tidak mungkin! mereka?" ucap Lan yizhan menoleh ke Rounan. Rounan yang merasa Lan yizhan juga sudah tau mereka itu siapa mengangguk.


Luo tian mendengus kesal dia tidak tau orang orang disana itu siapa sebenarnya, Lan yizhan dan Rounan sudah tau tapi tidak mau memberitahunya siapa orang orang itu sebenarnya.


"Bagaimana sekarang? " tanya Lan yizhan pada Rounan. Rounan bingung harus bagaimana secara orang tua dan keluarganya ada disana tak tau apa yang terjadi dengan mereka masih hidupkah atau sudah jadi makanan mereka.


"Aku tidak tau akan terjadi seperti ini.. " ucap Rounan mulai menangis " Aku juga tidak tau orang tua ku masih hidup atau tidak.. " Rounan menangis sampai senggugukan.


"Manusia Serigala!!!" ucap Luo tian menelan ludahnya dengan raut wajah pucat.


"Kau sudah mengetahuinya dan sekarang apa solusimu? " tanya Lan yizhan kepada Luo tian.


"Sebaiknya kita pergi dari sini! ini sangat bahaya." jawab Luo tian yang menyerah ia juga trauma di buat manusia serigala itu jadi dia tidak ingin berurusan dengan namanya Manusia Serigala lagi.


Lan yizhan mendecak lidah " Cih.. Sudah ku duga! " ucap Lan yizhan dengan sedikit kesal.


Rounan berjalan kedepan Lan yizhan dengan mata yang basah raut muka yang sangat menyedihkan tangannya juga sudah gemetaran ia menatap mata Lan yizhan " Ge.. aku mohon kepadamu, bantu aku menemui ayah dan ibu ku jika mereka masih hidup di dalam sana. Aku berjanji kepadamu apapun yang kau minta dan butuhkan aku akan memberikannya, sekalipun itu Kerajaan Jingtian ini atau nyawaku. Aku mohon ge.. " ucap Rounan yang jatuh ke bawah memohon kepada Lan yizhan.


Luo tian yang melihat Rounan sampai memohon seperti itu menjadi kasian pada temannya satu ini.


Lan yizhan memegang bahu Rounan dan menariknya agar tidak memohon sampai seperti itu, Lan yizhan menghapus air mata Rounan dengan tangannya sendiri dari pipi Rounan. " Aku akan berusaha, kau jangan khawatir. Kau ingat apa yang selalu ku katakan? percaya lah padaku hmm... " ucap Lan yizhan dengan lembut menangkup wajah Rounan.


"Ge... " ucap Rounan dengan menangis sekali lagi. Lan yizhan tersenyum manis dengan Rounan, Rounan tanpa ragu ragu ia memeluk Lan yizhan dengan eratnya.


Lan yizhan yang merasa di peluk tiba tiba oleh Rounan mematung. Rounan menangis di dada bidang Lan yizhan dengan sangat sedih, semakin sedih semakin erat pelukannya itu. Lan yizhan tidak ingin membuat Rounan khawatir ia juga membalas pelukan Rounan padanya. Lan yizhan menepuk nepuk punggung Rounan dengan lembut untuk menenangkannya.


Karena hari sudah larut malam mereka tidak mungkin menjalankan rencananya malam ini, itu sama saja menyerahkan nyawa jika malam malam bertindak. Jadi mereka memutuskan besok saja jika siang hari kekuatan mereka sedikit melemah itu adalah hal yang bagus buat mereka.


Luo tian sudah mengistirahatkan tubuhnya di bawah pohon, Lan yizhan juga ingin istirahat namun Rounan mendatanginya " Ge.. " ucapnya pelan agar tidak mengganggu Luo tian yang sedang tidur. Lan yizhan menoleh ke Rounan,


"Ajarkan aku cara menggunakan busur, aku ingin membantu membunuh musuhku ge aku tidak mau hanya berdiam diri saja tanpa melakukan apapun. " ucap Rounan dengan mengepalkan tangannya.


Lan yizhan berpikir sebentar lalu ia berdiri dan mengambil busurnya di kantong penyimpanannya diberinya kepada Rounan "Gunakan ini" ucap Lan yizhan lalu berjalan mencari tempat latihan yang bagus dan aman.


Rounan mulai menarik anak panahnya dan membidik batang pohon didepannya namun meleset, sekali lagi di lakukan Rounan juga meleset. Lan yizhan mencari tau kenapa terus meleset ia melihat cara yang dilakukan Rounan memegang busur salah, Lan yizhan berjalan ke samping Rounan dan membenarkan cara pegangannya untuk busur lalu menaikan lengan Rounan yang kurang kuat menarik anak panah serta Lan yizhan meluruskan tubuh Rounan yang salah untuk membidik.


" Terakhir! fokuskan matamu pada titik musuh yang ada didepanmu, jangan ragu harus percaya diri! jangan menyerah dan ulangi sekali lagi sampai titik yang ada didepanmu terkena anak panah busurmu! " Ucap Lan yizhan dengan tegas. Rounan yang serius mendengarkan arahan dari Lan yizhan menganggukan kepalanya " Baik ge." Rounan dengan tatapan serius membidik pohon yang ada didepannya namun tetap meleset, ia sedikit menggelengkan kepalanya lalu mengulang kembali dan terus menerus.