
Pagi hari yang cerah ini mereka memutuskan untuk kembali ke kerajaan Jingtian. Zhang Han yang tau status Lan yizhan yang duluan hanya seorang murid di Akademinya sekarang sudah menjadi Raja ia menyuruh orang orangnya untuk mengantarkan Keluarga Lan yizhan ini sampai di kerajaan menggunakan Kereta kuda dengan rasa hormat.
Ada dua kereta kuda yang di berikan kepada Lan yizhan, Kereta kuda yang pertama adalah Kereta kuda yang terbaik dan juga mewah itu ditunjukan untuk Lan yizhan, Cai cai dan Lan Ziyan sedangkan Tabib Zhaolin dan istrinya hanya menggunakan kereta kuda yang biasa saja.
Sepanjang perjalanan Cai cai banyak bercerita tentang orang orang di kerajaan Jingtian, Cai cai mengenalkan nama masing masing dan karakternya pada Lan Ziyan, tujuannya agar ketika mereka sudah sampai di Kerajaan Lan Ziyan tidak merasa asing dengan semua orang disana.
"Ayah.. bagaimana dengan kakek dan nenek Lan?" tanya Lan Ziyan yang ingin tau tentang keluarga ayahnya.
Lan yizhan melirik ke Cai cai, Cai cai menganggukan kepalanya. Lan yizhan menghela nafasnya dan mengelus elus kepalanya.
"Apakah er'Zi ingin berjumpa dengan mereka juga? " tanya Lan yizhan tersenyum melihat Lan Ziyan.
Lan Ziyan dengan cepat menganggukkan kepalanya " hmm.. iya, apakah Klan Lan sangat jauh? " guman Lan yizhan melihat serius ke Lan yizhan.
Lan yizhan sedikit berpikir mengingat seberapa jauh Kerajaan Jingtian dan Klan Lan, Lan yizhan menyipitkan matanya " Lumayan jauh" jawab Lan yizhan.
Ekspresi muka Lan Ziyan berubah "Hmm.. begitu ya, emm.. bagaimana kalau kakek Xiao? mama bilang kakek dan paman masih berada di atas, kapan kita akan mengunjungi mereka?" tanya Lan Ziyan memutar kepalanya menghadap Cai cai.
Cai cai terkejut ia tidak menyangka Lan Ziyan akan menanyakan ini padanya. Lan yizhan yang mendengar itu juga terkejut karena tidak mungkin Xiao Shunxi bisa menerima Lan Ziyan jika mereka pergi ke atas, kalau membawa Lan Ziyan ke Klan Lan, Lan yizhan bisa saja menceritakan semua yang terjadi dan Klan Lan juga tidak seribet Klan Xiao.
Lan yizhan dan Cai cai masih berpikir harus menjawab pertanyaan dari anaknya ini, apa yang harus mereka jawab.
"Klan Xiao sangat jauh er'Zi, jika kita kesana harus membutuhkan waktu berbulan bulan lamanya. " jawab Cai cai dengan kebohongannya.
Tidak ingin membahas masalah Xiao Shunxi terlalu jauh Lan yizhan memegang tangan Lan Ziyan "Oh iya.. siapa yang melatih er'Zi sampai sekuat sekarang?" tanya Lan yizhan mengalihkan topik pembicaraan.
Lan Ziyan tersenyum malu " Ayah, mama.. jika aku mengatakan aku berlatih sendiri apakah kalian akan percaya? " tanya Lan Ziyan sebaliknya.
Cai cai dan Lan yizhan saling memandang "Kenapa tidak? mama dan ayah percaya pada er'Zi " jawab Cai cai, Lan yizhan mengangguk setuju.
Lan Ziyan tertawa renyah "Hanya sebagian berlatih sendiri, selebihnya karena obat obat terbaik yang diberikan ibu dan ayah tabib" jawab Lan Ziyan.
"Begitu ya, mama sangat senang mendengarnya" gumannya merasa senang karena Tabib Zhaolin dan istrinya menjaga Lan Ziyan selama ini dengan kasih sayang yang penuh Cai cai merasa sangat sangat berterimakasih pada Tabib Zhaolin dan istrinya.
*****
Tak terasa sampailah mereka di gerbang Kerajaan Jingtian, Kepulangan ini sudah diketahui oleh orang orang di dalam kerajaan maka dari itu mereka semua sudah berkumpul dan menyambut Lan yizhan beserta yang lain di pintu gerbang kerajaan.
Pertama orang yang turun dari kereta kuda adalah Lan yizhan diikuti oleh Cai cai dan terakhir Lan Ziyan. Lan Ziyan melihat banyaknya orang orang yang menyambut kedatangan mereka membuat dia memegang pucuk lengan baju Cai cai, ini adalah pertama baginya disambut oleh orang orang besar seperti ini jadi dia sedikit canggung dalam situasi ini.
Xiao mei tidak melihat Lan yizhan dan Cai cai matanya fokus ke anak kecil yang berada di tengah tengah Lan yizhan dan Cai cai.
Grepp...
Xiao mei tanpa tanya apapun ia langsung berjongkok memeluk Lan Ziyan dengan erat sambil menangis. Lan Ziyan menepuk nepuk punggung Xiao mei "Nenek.. " panggilnya dengan suara ramah dan lembut.
Xiao mei yang mendengar itu mundur dari pelukannya ia menatap mata Lan Ziyan "Kau tau siapa aku? " ucap Xiao mei dengan ekspresi terkejut.
Lan Ziyan menganggukan kepalanya "Nenek Xiao" jawabnya sambil tersenyum gemas.
Xiao mei tersenyum bahagia tangannya membelai pipi cabynya dengan lembut "Ziyan pintar.. " ucapnya dengan berlinang air mata.
Lan Ziyan yang melihat Xiao mei terus terusan menangis tangannya telulur menyeka air mata Xiao mei "Jangan nangis nek, Ziyan sudah disini" ucapnya dengan bijak dan tersenyum hangat.
Semua orang yang berada disana melihat anak sekecil ini bicara dengan bijak terpukau, anak laki-laki ini sangat tampan di tambah sikap yang bijak dan dewasa membuat orang orang ini sangat yakin kalau ini adalah putra Lan yizhan dan Cai cai.
Rounan berjalan kesamping Cai cai "Jie.. " panggilnya pada Cai cai.
Cai cai menoleh " iya Nan'er.." jawab Cai cai.
Rounan ingin mengatakan sesuatu namun takut jika Cai cai akan marah padanya. Cai cai yang melihat ekspresi gugup Rounan ia memegang bahunya "Ada apa Nan'er?" tanya Cai cai yang penasaran apa yang ingin dikatakan Rounan padanya.
"Emmm.. bolehkah aku memeluk Ziyan?" ucap Rounan takut takut.
Cai cai mendengar ini tertawa pelan " hmm.. Nan'er dengar. Lan Ziyan itu juga anak kamu, kamu ibunya, mengapa harus bertanya lagi jika ingin memeluknya" jawab Cai cai tersenyum ramah.
Rounan mendengar itu merasa bahagia, tetapi bagaimana dengan Lan yizhan?
Rounan melirik ke Lan yizhan, Lan yizhan melihat ke arah Rounan ia menganggukan kepalanya. Rounan yang melihat itu tersenyum lalu berjalan ke arah Lan Ziyan, ia berjongkok menyamakan tingginya dengan Lan Ziyan, Xiao mei yang melihat Rounan ingin berbicara pada Lan Ziyan bediri dan berjalan ke samping Cai cai. Xiao mei membiarkan Lan Ziyan dan Rounan berbicara saling mengenal.
Lan Ziyan melihat ke Rounan dan membungkuk hormat " Ibu muda.." sapanya dengan ramah.
Rounan menganggukan kepalanya, kedua tangannya terangkat mengisyaratkan agar Lan Ziyan datang padanya, Lan Ziyan yang paham ia pun maju dan segera memeluk Rounan.
"Iya sayang ini ibu.. " jawab Rounan dengan lembut. Xiao mei, Cai cai dan Lan yizhan yang melihat itu juga ikut merasa bahagia.