Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Adik Kecil



Sibuk dengan bayi Rounan Cai cai tak memperhatikan putranya yang masih di gendongan Lan Cheyuan.


Lan miyan tak sengaja melihat ke arah lutut Lan Ziyan " Ziyan ada apa dengan lututmu? bukannya tadi tidak seperti itu?" tanya Lan miyan segera menghampiri cucunya.


Cai cai menoleh ke arah Lan Ziyan memperhatikan penampilannya saat ini "Lusuh dan penuh dengan luka?" guman Cai cai menatap mata Lan Ziyan dengan serius



Lan Ziyan mengukur kepalanya yang tidak gatal ia takut melihat mamanya sekarang.


"Ada apa ini sebenarnya?" tanya Cai cai melipat tangannya.


Lan Cheyuan berbisik pada Lan Ziyan "Aduhkan saja ini semua karena ayahmu" Lan Cheyuan mengkompori Lan Ziyan.


Lan Ziyan berbisik kembali di kuping pamannya "Tidak paman, nanti mama marah lagi dengan ayah"


"Ziyan!" panggil Cai cai.


"Hmmm.. ini semua karena aku, ziyan berlari terburu buru tadi ingin memberitahuku" Lan yizhan menyahut pertanyaan Cai cai.


Lan yizhan menyerahkan putrinya pada ibunya, setelah itu ia berjalan ke hadapan putranya.


"Maafkan ayah, tadi ayah sudah marah padamu" ucap Lan yizhan merasa bersalah pada putranya karena sudah membentaknya tadi.


Lan Ziyan tersenyum ramah ia pun mengangguk di hadapan ayahnya.


Lan Cheyuan menurunkan Lan Ziyan ke bawah, Lan Ziyan ingin melihat adik perempuannya sedari dekat namun Cai cai menariknya " Tidak sekarang, bersihkan dulu tubuhmu".


"Mama.. tapi


"Ziyan!" sela Cai cai sedikit tegas memarahi putranya.


Lan Xuan sangat menyayangi cucunya ini ia paling tidak bisa jika mendengar cucunya di bentak atau di marahi.


Lan Xuan berjongkok di hadapan Lan Ziyan "Cucu kakek ayo kita bersihkan dan obatin dulu lukamu, setelah itu baru kita melihat adik kecil hmmm.. "


Lan Ziyan melirik mamanya " Ayo kek" jawab Lan Ziyan meraih tangan Lan Xuan dan pergi dari sana.


"Ayah terlalu memanjakan ziyan" guman Cai cai pada semua disana.


Lan miyan yang sudah bosan mendengar perdebatan anak anaknya ini semakin membuatnya pusing "Sudahlah sudah. lihatlah Rounan masih tertidur jangan berbicara terlalu keras"


Cai cai menganggukan kepalanya menurut. Lan miyan kembali membiarkan bayi Rounan berada di samping ibunya yang masih tertidur.


"Sudah terpikir akan memberi namanya apa?" tanya Cai cai pada suaminya.


Lan yizhan menggelengkan kepalanya "Kita tanya Rounan setelah ia bangun nanti" jawab Lan yizhan.


Lan yizhan melihat Cai cai hari ini tampak sangat bahagia ia merasa tenang, seharusnya jika kandungan Cai cai masih ada pasti Cai cai sama di posisi seperti Rounan sekarang ini. Tetapi waktu sudah berlalu mungkin Cai cai sudah mengihklaskannya dan melupakannya.


Cai cai memegang lengan Lan yizhan " Kenapa melihatku seperti itu?" tanyanya.


Lan yizhan mengusap usap lembut rambut panjang Cai cai "Kau bahagia?"


Cai cai dengan cepat menganggukkan kepalanya "Sangat sangat bahagia" jawabnya.


"Ayah... mama.. " panggil Lan Ziyan yang sudah tampan seperti biasa.


Lan Xuan berjalan di belakang cucunya.


Lan Ziyan menundukan kepalanya ia dengan takut takut berkata "Bolehkah em.. aku melihat adik kecil ma.. "


Cai cai tersenyum lucu melihat putranya "Boleh tetapi dengan satu syarat?"


"Apa?" jawab Lan Ziyan pelan.


Cai cai berjongkok lalu tangannya menyentuh pipi kanannya. Lan Ziyan dengan polosnya ia menurut melangkah maju ke depan mamanya dan mencium pipi kanan Cai cai.


"Sekarang boleh?" tanya Lan Ziyan yang sudah tidak sabar ingin segera melihat adik perempuannya.


Cai cai menganggukan kepalanya. Lan Ziyan tanpa basa basi lagi ia lari menuju adik kecilnya.


"Dia sangat menggemaskan" ucap Lan Ziyan dengan lembut menoel noel pipi caby adiknya.


Lan miyan mengangguk "Tentu, dia sangat menggemaskan siapa dulu gegenya" sindir Lan miyan melirik Lan Ziyan.


"Lan Ziyan GeGenya.." sahut Lan Ziyan terkikil geli.