Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Cemburu???



Cai cai melanjutkan perjalanannya dia berhenti di dekat sungai untuk membersihkan dirinya membasuh mukanya dan kembali cantik mempesona seperti semula, ia juga mengambil 1 set pakaian dari kantong penyimpanan lalu menggantinya dengan pakaiannya, setelah selesai dia berpikir ada apa dengan laba laba tadi dari mana asalnya.


" Laba laba ya?? " Cai cai baru mengingat dia mengeluarkan bukunya dan apa yang diingat dia di lihatnya.


"pasti ini ada hubungannya dengan ginseng yang kami cari" gumannya lalu mencoba merapikan barang barangnya lalu melanjutkan perjalanannya mengikuti jejak laba laba tadi.


_____________


Beberapa Hari kemudian.


Wang susu sadar dari pingsannya Nie Yana dkk bahagia melihat itu.


"Susu-jie...." peluk Gu Lin. Wang susu tersenyum pada Gu lin, Wang susu melihat ke arah Lan Yizhan dkk " Kalian?? "


Nie Yana menyahut " mereka juga membatu kita "


"Cai...Cai.?" ucap Wang susu.


Tang min menunduk "Setelah dia membuang racunnya d..dia pergi"


Mata Wang susu menyipit " Dia yang menyelamatkan ku? dan aku belum berterimakasih padanya"


" Susu-jie bisa berterimakasih pada Cai cai nanti jika kita bertemu lagi dengannya" ucap Gu lin meyakinkan wang susu, Wang susu mengangguk.


Yan li yang melihat Wang susu sudah sembuh akhirnya merasa lega, dia mengkode teman temannya agar melanjutkan perjalanannya mereka pun pamit pergi.


Diperjalanan mereka memutuskan pergi berpencar sendiri sendiri jika mereka mendapatkan bahaya atau sesuatu yang tidak bisa di atasin sendiri mereka bisa memberi isyarat kepada teman temannya agar bisa datang, mereka sudah mempersiapkan rencana ini dari seminggu yang lalu.


Diperjalanan Lan yizhan melihat lengan bajunya yang terkena darah hitam monster laba laba itu dia menyentuhnya dan sedikit berpikir " Ginseng " gumannya. Lan yizhan tersenyum tipis dia memutuskan mencari sarang dari laba laba itu.


Lan yizhan fokus memperhatikan jejak dari laba laba itu, dia melihat ada goa " Sepertinya itu sarangnya" Lan yizhan berhati hati ingin memasuki Goa


" Apa itu " Lan Yizhan berjalan ke arah gulungan hitam dan memengangnya.


Citttt... citttt...


Lan Yizhan tersentak mendengar suara itu, dia melihat ke arah lorongan depan sepertinya pasukan laba laba itu ingin ke arahnya Lan Yizhan sangat panik, namun selagi Lan Yizhan sibuk dengan kepanikannya tangannya di tarik oleh seseorang membawanya untuk sembunyi.


"Kau?? " ucap Lan yizhan


Cai cai melihatnya dengan tatapan sinis.


"Ceroboh..! " umpat Cai cai kesal


"Apa yang kau lakukan disini?" Lan Yizhan bertanya hati hati


"Kau sendiri? Apa yang kau lakukan! " balas Cai cai


"Hn. Kurasa apa yang kita cari itu adalah hal sama" jawab Lan Yizhan santai


Cai cai menatap Lan yizhan dingin dan berbalik berhati hati melihat para pasukan laba laba itu.


"Sepertinya kita harus memusnahkan semua itu agar tujuan kita tercapai" ucap Cai cai


Lan Yizhan menoleh ke Cai cai " Semua itu? "


"Kau takut?" Cai cai menyahut


"Tidak, baiklah ayo kita serang" balas Lan Yizhan percaya diri.


Cai cai melihat itu hanya menyeringai.


"Sekarang!!!" ucap cai cai.


Mereka bekerja sama untuk menyerangnya, walaupun beda tingkat level Mereka berbeda namun kekuatan dan kejeniusan Lan Yizhan tidak kalah dari kekuatan Cai cai. Cai cai melihat kegigihan Lan yizhan bertarung membentuk senyuman tipis.


Cai cai berhenti mengayunkan pedang.


"Apa yang kau lakukan, ayo serang mereka! Jangan berhenti! " ucap Lan Yizhan yang masih bentrok dengan laba laba melihat cai cai tiba tiba berhenti menyerang.


"aku akan coba menyusup kedalam, kau tanganin yang disini" ucap cai cai


"Cih.. Kau sangat merepotkan!" ucap caicai dengan geram mengepal pedangnya dengan sekuat tenang mengarahkan ke laba laba itu.



Klangg... Swosss...


Semua laba laba yang disitu hancur berkeping-keping. Lan Yizhan tersentak " kenapa tidak kau lakukan dari tadi "


Cai cai menyimpan pedangnya dan berkata " aku hanya ingin lihat seberapa lama kau bisa bertahan"


Cai cai berjalan ke arah lorongan itu, Lan yizhan mengelengkan kepalanya dan mengumpat dalam hati " Dasar wanita kejam! "


Lan Yizhan di belakang Cai cai melihat dengan hati hati, perasaan Yizhan tidak enak dia melempar cahaya putih untuk penerangan kedepan benar saja ternyata sekeliling mereka adalah para laba laba yang sedang mengintai mereka. YiZhan dan caicai syok melihat itu mereka dengan cepat mengeluarkan pedangnya dan saling belakang membelakangi


"Aku harap kau tidak akan membebani ku disini" ucap Caicai


"Kita lihat saja nanti" ucap Lan yizhan mulai menyerang dengan lihainya Lan yizhan membunuh laba laba itu.


Sambil bertarung caicai berucap " Bagus juga cara bertarung mu " Caicai sedikit takjub oleh Lan Yizhan.


Lan Yizhan hanya tersenyum " Kau jangan terlalu meremehkan ku"


"Hm." guman Caicai.


Setelah semuanya mati hanya tersisa satu inti dari laba laba ini induknya. Laba laba yang berkali kali lipat besarnya dari monster laba laba sebelumnya. Caicai menyipitkan matanya "Aku akan percayakan dia untukmu" ucapnya lalu pergi terbang ke batu dan duduk santai disana.


"Hn. Dasarr wanita yang kejam! " umpat Yizhan


Lan Yizhan memperhatikan wajah dari monster laba laba induk ini dia memutar otak untuk bersiap menyerangnya jika di bandingkan dengan kekuatannya saat ini pasti kalah jauh dari monster ini, jadi harus memiliki rencana dan mengandalkan kepintaran menghadapinya.


Caicai memperhatikan gerak gerik Lan Yizhan" Trik apa lagi yang akan kau lakukan" ucapnya.


Lan Yizhan mengambil tali di kantong penyimpanannya, dia memegang tali ditangan kirinya dan tangan kanannya memegang pedang. Caicai yang sedang santai disana memperhatikan Yizhan dengan seksama. Laba laba itu menyerang Lan Yizhan dengan sangat ganas. Lan Yizhan hanya menghindar tangan kanannya yang memegang pedang menghunuskan ke kaki laba laba itu pertama di hunuskan tidak kena namun ke empat kali dan ke lima kalinya kaki belakang dan depannya terhunus. Lan Yizhan tersenyum tipis tangan kirinya yang memegang tali setelah di buat lingkaran di lemparkan ke atas atau kepala laba laba itu dengan ditarik sekuat tenaga tali itu mulai mengetat di lehernya laba laba itu, memberontak kaki kanannya ingin di tusukan ke Lan Yizhan yang menarik tali itu namun dengan cepat caicai menarik anak panahnya mengarahkannya pada kaki laba laba yang akan menyerang Lan Yizhan.


" Dasar ceroboh! " ucap Caicai dengan sedikit pelan namun tetap didengar Yizhan .


Lan yizhan mencoba terbang ke atas laba laba itu dengan cepat menghunuskan di leher laba laba itu. Nafas Lan Yizhan berderu dengan kencang namun karena gengsinya di hadapan Caicai dia mencoba bersiap biasa saja.


"Dia sudah mati" ucap Lan yizhan mencabut pedangnya dari leher laba laba itu. Cai cai terbang ke depan monster itu mata cai cai menyapu sekeliling goa itu "Disana" tunjuk Caicai ke lorong sempit


Lan Yizhan dan Caicai berjalan kesana dan benar saja apa yang mereka cari ada disini. Lan Yizhan memetik daunnya dan menciumnya, Cai cai melihat ke Yizhan, Lan yizhan mengelengkan kepalanya " Tanaman Ginseng ini hanya berusia 200 tahun " ucapnya.


Caicai berkata " tidak masalah, ini adalah hasil jerih payah kita aku akan tetap mengambilnya " Caicai mencabut ginseng itu dan sedikit membersihkannya lalu mencabut satu lagi dia menyerahkan pada Lan yizhan. " Simpan lah ini akan berguna suatu saat nanti "


Lan Yizhan mengambilnya dan menyimpannya.


"Tolong... Tolong... "


Lan Yizhan dan Cai cai saling memandang. Mereka pergi keluar mencari sumber suara itu " Sepertinya suara itu dari sana " ucap Lan yizhan, cai cai mengangguk dan mereka pergi dengan melompat dari ranting pohon demi pohon tidak jauh dari situ mereka melihat sekelompok orang yang diserang Harimau Putih besar. Lan Yizhan dan Caicai turun dari atas pohon.


"Yizhann-Ge...."


Greppp...


Seorang wanita memeluk Lan Yizhan dari belakang. Lan Yizhan tersentak dan dengan sigap menarik tangan itu dan melihat siapa yang memeluknya. Caicai melirik itu dengan mengerutkan keningnya.


"Gu nian nian?? "


"Yizhan-Ge aku takut, harimau itu tiba tiba menyerang kami" ucap Gu nian , Gu Nian adalah adik sepupu dari Gu Fangzi dan Gu Lin dia berumur 15 tahun level kekuatan 19, Gu nian sangat mencintai Lan Yizhan, Lan Yizhan adalah pria tampan, cukup perhatian, sedikit dingin dan tenang sikapnya itu lah yang membuat banyak wanita ingin mendekatinya. Lan Yizhan hanya menganggap Gu nian seorang adik.


" Aku takut Ge aku takut" rengek Gu nian bergelantungan di lengan Lan Yizhan.


Cai cai yang melihat kedua orang ini bermesraan membuatnya kesal. Dengan aura dinginnya bagai es caicai dengan cepat berhadapan dengan harimau itu Caicai tertarung hebat dengan harimau itu, jika di bandingkan kekuatan mereka sama jadi Caicai cukup kelelahan menghadapinya. Nafas Cai cai berderuh kencang ia panik jika ia tidak bisa melawan harimau ini apa yang akan terjadi selanjutkan baru di awal saja sudah tidak bisa bagaimana melawan musuh yang lebih kuat darinya nanti. Caicai menepis pikiran kotornya dia mulai lebih fokus dan berhati hati, Lan Yizhan ingin menolong Caicai namun Gu nian nian menghalanginnya.


Tatapan Caicai masih sedingin es ketika dia melihat Gu nian nian dan Lan Yizhan yang sedang bersama ia merajut alisnya sedikit ia menghelah nafas dalam hatinya " Sialann!!! " Cai cai mengepalkan giginya dengan kebencian. Semakin memuncaknya amarah Cai cai ia semakin lebih kuat untuk menghadapi harimau ini dengan kekuatan penuh di tambah kekuatan kecemburuan harimau ini jatuh ke tanah dengan pingsan, namun bukan sampai situ saja Caicai tetap menusuk nusuk harimau yang sudah tidak berdaya ini dengan amarahnya. Lan Yizhan melihat itu merasa sangat sangat kasian pada harimau itu padahal sudah tidak bisa menyerang lagi namun dengan kejamnya Caicai dia tetap menusuk nusuk harimau ini.


Ekspresi aneh muncul di mata Lan Yizhan, Lan Yizhan menggelengkan kepalanya " Wanita ini? Sangat kejam "


Lan Yizhan melepaskan diri dari Gu nian nian dan berjalan mendatangi Cai cai " Sudah hentikan " Caicai tetap menusuknya menghiraukan ucapan Lan Yizhan, Lan Yizhan yang melihat itu dengan berani menghentikan tangan Cai cai . Cai cai membelalakan matanya dan berkata " Enyah! " nada suaranya sedingin es. Lan Yizhan tersentak mendengar kata-kata itu. Gu Nian nian dan teman temannya juga merasa takut melihat Cai cai sekarang.