
Semua sudah bersiap siap untuk pergi.
Biao mendatangi Cai cai dan memeluknya " Aku akan merindukanmu" ucapnya, Cai cai yang mendengar itu membalas pelukan Biao.
Biao melepaskan pelukannya dan berkata " Berapa tingkat kekuatan levelmu sekarang?" tanya Biao penasaran.
"Selama 2 tahun ini dan mengkonsumsi tanaman obat obat itu, level kekuatanku naik menjadi 40 mungkin jika aku berlatih sedikit lagi akan menjadi 41" jawab Cai cai mantap.
"Itu sangat menakjubkan, orang tua mu pasti bangga padamu" balas Biao
"Hmm.. Semoga saja" jawab Cai cai.
Setelah mereka berbincang bincang akhirnya mereka saling berpamitan murid Akademi satu persatu sudah meninggalkan Akademi.
Kini giliran Cai cai dkk dan Lan yizhan dkk.
Lan yizhan dkk berpamitan dengan para wanita.
" Sampai bertemu kembali" ucap Mu shen dengan senyum 5 jarinya.
"Siapa yang ingin bertemu denganmu lagi? " jawab asal Nie Yana
"Sudah ingin berpisah, bisakah kalian bersikap manis dengan kami? " Celoteh Ling fan pada para wanita.
"Tidak, kalau mau pergi ya pergi saja sana" Jawab Nie Yana
" Nie Yana, aku Ling fan berjanji di masa depan aku pasti akan melamarmu" ucap Ling Fan membusungkan dada memukul mukulnya.
Semua orang terkejud mendengar kata kata Ling Fan.
"Kau serius fan ingin melamar putri dari Klan Nie? " tanya Mu shen tak percaya.
"Aku selalu serius dalam perkataanku" jawabnya mantap.
"Menikahi Putri dari Klan besar itu sangat sulit, apa lagi pasti ada tuntutannya, atau enggak biasanya Klan besar mengadakan Saimbara untuk memilih calon Suami Putrinya" Mu shen mengatakan sesuatu yang sering ia dengar dan lihat dari buku adat istiadat terdahulu.
"Jika seperti itu, aku akan mengikuti saimbara itu dan akan memenangkannya" balas Ling Fan pantang menyerah.
"Begitu ya.. " Mu shen memegang dagunya dan berpikir sejenak.
"Aku juga akan memutuskan!" ucap Mu shen menggantung membuat semua orang penasaran.
"Apa yang kau putuskan? " tanya Yan Li sedikit kepo
Mu shen menghelah nafasnya dengan hati hati dan menghembuskan nya.
-Fiuuuuuuhh-
Ehemmm..
"Aku akan berjanji pada.. Emm,?" Mu shen melirik Gu Fangzi. Gu Fangzi yang di lirik juga menunggu lanjutan perkataan Mu shen yang membuat semua manusia jika mendengarnya pasti menjadi penasaran.
Dengan berhati hati ia melanjutkan ucapannya " Gu Lin, aku... Aku suka padamu di masa depan aku akan menjadikan mu istri,-
Pukkkk....
Sendal Gu Fangzi sudah melayang di wajah Mu Shen.
Mu shen cemberut dan melirik kesal pada Gu Fangzi, " Gege ipar, jangan seperti itu pada calon didi mu ini" ucap Mu shen lebay tingkat dewa dengan membersihkan bekas sendal yang di lemparkan Gu Fangzi pada muka Mu shen.
"Cihh.. Ga sudih punya adik kek lo" ucap Gu Fangzi gak selo.
"Hmm.. Yizhanku" Mu shen merengek pada Lan yizhan, ia menarik narik tangan Lan yizhan seperti anak kecil yang meminta belikan mainan pada ayahnya.
"Ck.. Menjauhlah dariku" Lan yizhan menyingkirkan tangan Mu shen yang bergelantungan di lengan Lan yizhan.
Gu Lin yang melihat tingkah konyol Mu shen tersenyum malu.
Gu Fangzi melirik ke Tang Min, Tang min yang merasa di lirik juga mukanya memerah malu.
Tang min tersentak kaget " Emm.. Cuaca disini sangat panas" jawab asal Tang min.
Wang susu melihat ke sekeliling merasakan cuaca disini sangat bersahabat dimana yang panas, ia bingung.
"Baiklah kami pamit pergi" ucap Yan Li pada Wang susu dkk.
"Baiklah.. Hati hati kalian semua" balas Wang susu.
Pergilah para lelaki itu dan tinggal para wanita.
Nie Yana, Tang Min dan Wang Susu pamit pergi pada Cai cai, Cai cai melihat kepergian mereka dengan perasaan yang sulit di artikan. namun jika ada pertemuan pasti akan ada perpisahan.
Cai cai masih berjalan melihat lihat matanya menyapu semua yang berada disini, ia tidak tau setelah ia kembali ke atas masih bisa kembali ke Daratan lagi atau tidak, banyak kesan dan pesan di tempat ini, suka dan duka, cinta dan persahabatan, marah dan kesal, canda dan tawa. Ia mengingat kesan pertama kali ia masuk ke Akademi ini. Bagai orang asing yang tidak dikenal, takut dengannya karena sifat angkuh dan dinginnya, di benci orang karena muka datarnya tanpa ekspresi itu lah kesan yang paling berkesan selama di Akademi ini.
Awal mula bertemu Lan yizhan dari yang saling acuh tak acuh sampai sama sama saling merindukan.
Awalnya Cai cai pergi kesini dengan keterpaksaan namun seiringnya bertambah waktu ia malah tidak ingin meninggalkan ini.
Selama 2 tahun ini hari harinya di penuhi oleh hal hal baru yang tidak pernah ia lakukan di Klannya, namun di sini dia bisa mengubah cara pola berpikirnya, bagaimana rasanya untuk bersabar, menahan amarah, menghajar orang semua ia lakukan.
Cai cai mengingat itu semua dengan tersenyum.
"Kau juga bisa nanti kembali melihat tempat ini" ucap seorang pemuda dari balakang Cai cai. Cai cai sudah tidak asing dengan suara ini ia berbalik dan benar itu adalah suara Kekasihnya "Lan Yizhan".
"Bagaimana dengan mereka Ge? " tanya Cai cai menyinggung teman teman Lan Yizhan tadi.
"Mereka sudah menuju ke Klan masing masing, dan aku melarikan diri untuk pergi kesini" ucap Lan Yizhan dengan tersenyum memamerkan kepintarannya.
Lan yizhan mengambil langkah ke samping Cai cai dan merangkulnya. Lan Yizhan berbisik ke telinga Cai cai " Aku sangat merindukanmu "
Bluss wajah Cai cai memerah bagai tomat.
Cai cai mendorong yizhan dengan lembut, " Jangan menggoda ku seperti itu ge" ucapnya dengan nada manja.
"Kenapa disini hanya kita berdua" jawab Lan yizhan melihat sekelilingnya.
"Tapi ini terlalu terbuka, hmm ayo cepat kita pergi" Cai cai menarik tangan Lan Yizhan untuk pergi.
"Kemana kita akan pergi?" tanya Lan yizhan
"Aku akan tinggal disini untuk satu hari lagi, lalu setelah itu aku akan kembali ke Klan" jawab Cai cai
"Baiklah, kita habiskan waktu untuk kita bersama" Lan yizhan menggenggam tangan Cai cai lalu menuntun jalan di depan.
Mereka berjalan memasuki Pasar dan pertama tama mencari penginapan terlebih dahulu.
Masuklah mereka di tempat Penginapan yang sederhana.
"Satu kamar yang berukuran sederhana tidak besar dan tidak kecil" ucap Lan yizhan pada pelayan disana.
"1 kamar pasangan" pelayan memberikan kuncinya.
Cai cai melirik Lan yizhan dengan lirikan waspada. Lan Yizhan yang melihat ekspresi Cai cai gemas dan mencubit pipi Cai cai dengan geram.
"Kau sangat menggemaskan" ucap Lan yizhan.
"Kenapa hanya satu kamar Ge, kenapa tidak dua? " tanya Cai menyelidik
Lan yizhan tersenyum dan menyentil dahi Cai cai dan berkata " Bisa pesan 1 kenapa harus pesan 2 kamar" ucap Lan yizhan jahil lalu pergi menaiki tangga pergi ke kamar mereka.
"Apa yang dia pikirkan dengan satu kamar bersama?" gerutu Cai cai mengikuti langkah Lan yizhan ke kamar.
Pelayan yang melihat kedua pasangan ini sangat gemas, ia tersenyum malu mendengar perkataan pasangan ini.
"Mereka sangat serasi, pasangan yang sempurna" guman pelayan itu melihat kepergian Lan Yizhan dan Cai cai.