
"Eittsss.. tidak bisa! kita bagi rata. Tenang saja jika kurang, aku sudah menyiapkan 10 kendi lagi disana" jawab Luo tian menunjuk ke atas meja yang tidak jauh dari mereka.
Mata Lan yizhan mengikuti arah tunjuk Luo tian, Lan yizhan terkejut melihat apa yang di katakan Luo tian itu benar ada 10 kendi lagi disana.
"Kau...!" tunjuk Lan yizhan kesal. Luo tian hanya tersenyum saja.
Lan yizhan karena kesal iya mengambil satu kendi dan langsung menenggaknya, Luo tian yang melihat itu hanya tersenyum kemenangan karena ia berhasil menjahili Lan yizhan.
Luo tian juga mulai minum, sudah lama ia tidak minum dengan temannya ini karena urusan Kerajaan, Rakyat dan Keluarga membuat mereka jarang berjumpa.
Luo tian menikmati kebersamaan ini, hari ini mereka habiskan waktu untuk bersantai.
Lan yizhan dan Luo tian kuat dengan arak jadi sudah habis di kendi ke tiga masing masing mereka hanya merasa pusing sedikit, Luo tian berdiri mengambil 4 kendi lagi di atas meja.
"Cihh.. apa yang kau lakukan! " ucap Lan yizhan yang melihat Luo tian menambah kendi arak lagi.
"Sudahlah, hari ini kita nikmatin waktu santai ini. Ingat ini tanda terimaakasihmu" jawab Luo tian duduk kembali ke tempatnya.
"Terserahmu saja" balas Lan yizhan menenggak arak yang ia pegang.
Beberapa jam kemudian kendi kosong sudah berserakan di lantai dan atas meja, tidak tersisa satu pun yang ada isi araknya di dalam. Bahkan yang ada di atas meja juga sudah tidak ada lagi.
Luo tian sudah tepar di lantai, Lan yizhan yang masih mempunyai kesadaran 5 % mencoba untuk berdiri dari duduknya. Terhuyung huyung ia mencoba memegang dinding untuk pertahanannya berdiri.
Melangkah demi langkah akhirnya Lan yizhan mendapatkan pintu keluar ia berjalan di pinggiran dinding merayap disana ingin menuju kamar.
Cai cai dari belakang melihat orang yang terhuyung huyung ini menghelah nafasnya "Pasti dia dan Luo tian minum terlalu banyak" guman Cai cai pelan.
Sudah hampir di dekat pintu Lan yizhan merasa kesadarannya semakin tipis ia terjatuh terduduk di depan kamar. Cai cai menaikan sebelah alisnya berpikir dan berpikir, Cai cai tersenyum tipis.
Cai cai dengan hati hati berjalan ke kamar Rounan mengetuk tiga kali terus bersembunyi.
Rounan membuka pintu kamarnya "Si- kenapa tidak ada orang? " gumannya merasa aneh ada yang mengetuk pintu namun tidak ada satu pun orang disana. Rounan keluar kamarnya ia melihat sekeliling mencari orang yang mengetuk pintu, tidak melihat siapa siapa Rounan menyipitkan matanya melihat orang yang duduk di depan pintu kamar Cai cai. Ia berjalan pelan dan membelalakan matanya melihat Lan yizhan yang mabuk disana.
Rounan mencoba membuka pintu kamar Lan yizhan mencari Cai cai namun Cai cai tidak ada di kamar, Rounan tidak berani menyentuh Lan yizhan tanpa persetujuanya. Namun keadaan sekarang tidak mungkin Rounan diam saja melihat Lan yizhan yang seperti ini. Rounan mencari Cai cai namun tidak menemukannya, ia pun kembali dan dengan mau tak mau menarik tangan Lan yizhan memapahnya membawa ke dalam kamarnya.
Cai cai yang melihat Rounan sudah masuk bersama Lan yizhan ke dalam kamar dengan berlari kecil ia menuju kamar itu dan menutupnya mengunci pintu kamar dari luar.
Cai cai menghelah nafasnya legah "Akhirnya waktu ini pun tiba" gumannya tersenyum semangat, Cai cai masuk kedalam kamar Rounan dan tidur disana.
Rounan membawa Lan yizhan ke atas kasurnya, karena Lan yizhan masih memakai sepatu Rounan dengan hati hati membuka sepatu Lan yizhan dan meletakannya di bawah, ia juga menarik selimut menutupi tubuh Lan yizhan. Setelah semua selesai Rounan berjalan ke pintu, ia mencoba membukanya namun tidak bisa "Pintu ini tidak bisa di buka" ucapnya panik.
Rounan mencoba berulang ulang kali namun tetap sama " Terkunci dari luar, hmm bagaimana ini? " gumannya.
Rounan mematung. Jantungnya hampir lepas karena terlalu cepat berdetak, Rounan merasakan hangatnya nafas Lan yizhan dari belakang kupingnya.
"Jangan pergi" ucap Lan yizhan dengan suara serak namun itu sangat sexy.
Rounan wajahnya bak kepiting rebus, tangannya juga sudah menggeletar.
"Cai-jie.. cepatlah kembali, kumohon.. " ucap Rounan memejamkan matanya.
Lan yizhan melingkarkan tangannya dari belakang di perut Rounan dan dagu Lan yizhan di sandarkan di bahu Rounan.
"Aku mencintaimu... " ucap Lan yizhan lembut.
Rounan tau itu ucapan cinta Lan yizhan untuk Cai cai, namun ia juga merasa bahagia walaupun tidak mendapatkan cinta Lan yizhan ia masih bisa menjadi selirnya.
"Yizhan-Ge.. maaf aku bukan Cai-jie, aku Rounan.." jawab Rounan pelan.
Lan yizhan mendengar itu melonggarkan pelukannya ia menarik lengan Rounan dan membaliknya.
Lan yizhan yang masih setengah sadar menatap mata Rounan, Rounan dengan muka yang masih merah juga memberanikan menatap mata Lan yizhan.
"Nan'er.." ucap Lan yizhan lembut.
Rounan menganggukan kepalanya, ia menunduk merasa bersalah karena sudah berani beraninya membawa Lan yizhan ke dalam kamar.
Lan yizhan yang melihat ekspresi wajah Rounan merasa bersalah tangannya tanpa ia sadari memegang pipi Rounan.
Rounan yang merasakan itu mendongak menatap mata Lan yizhan kembali. Lan yizhan mendekatkan wajahnya ke wajah Rounan, dekat semakin dekat dan hanya tinggal beberapa centi. Lan yizhan mengecup bibir tipis Rounan lalu menarik wajahnya sedikit menjauh melihat wajah Rounan.
Lan yizhan tersenyum tipis melihat Rounan yang masih memejamkan matanya, wajahnya juga semakin memerah tangannya masih menggeletar.
Lan yizhan merasa Rounan sekarang ini sangat lucu, Lan yizhan kembali mencium Rounan dan ******* bibirnya. Lan yizhan tidak merasakan perlawanan dari Rounan, Ia semakin memperdalam lumatannya agar Rounan terpancing membalasnya.
Rounan tidak melakukan itu, Lan yizhan melepas ciumannya menyipitkan matanya melihat serius wajah Rounan.
Beberapa menit berlalu karena Lan yizhan juga masih terdiam Rounan membuka kelopak matanya. Rounan melihat Lan yizhan yang menyipitkan matanya serius menatapnya.
Rounan takut melihat tatapan itu ia mengalihkan ke tempat lain. Lan yizhan menghela nafasnya pelan kesadaran Lan yizhan sekarang hampir kembali.
"Jika kau belum siap, aku tidak akan memaksamu. " Ucap Lan yizhan serius namun tetap lembut bagaimana pun Rounan adalah istrinya juga bukan orang lain. Tangan Lan yizhan yang tadinya masih memegang pipi Rounan di turunkan dari sana.
Rounan kembali menatap Lan yizhan dengan tatapan sedih, "Apa yang sudah ku lakukan.. " ucap Rounan dalam hati menyalahkan dirinya sendiri.
Rounan memberanikan dirinya mengulurkan tangannya ke leher Lan yizhan, karena Lan yizhan lebih tinggi darinya ia berjinjit sedikit menarik leher Lan yizhan lalu menciumnya dan ******* bibir tipis Lan yizhan seperti yang di lakukan Lan yizhan tadi.
Lan yizhan memejamkan matanya membalas ciuman itu dan menggendong Rounan ke atas kasurnya.