
Ibu Lan yizhan masih setia menunggu kesadaran anaknya ini, Sekarang mereka sudah kembali ke Klan Lan keadaan Lan yizhan saat ini masih belum sadar namun luka luka di tubuhnya sudah mulai membaik. Sudah seminggu lamanya Ibu dan Ayah Lan yizhan masih bingung mengapa Lan yizhan belum sadar sampai saat ini, tabib segala tabib sudah mencoba mengobati namun hasilnya tetap sama.
Lan Che yuan masuk ke kamar Lan yizhan ia melihat ibunya yang masih melihat ketidak sadaran adiknya dengan muka sedih mata sembab akibat menangis sepanjang hari. Ia melangkah masuk dan sampai di samping kanan ibunya, tangannya memegang pundak ibunya dan mengusap usapnya.
"Kau lihat, adikmu kenapa lama sekali terbangunnya.. Ibu sudah merindukannya" ucap Lan Miyan kepada Lan Cheyuan, Lan Cheyuan yang mendengar itu merasakan sakit di dalam lubuk hatinya ia tidak tau harus menjawab apa dari pertanyaan ibunya ini, tak tahan rasa sakit yang ia rasakan di dalam hati Lan Cheyuan meneteskan cairan bening dari matanya dia berusaha menahan cairan bening itu namun ditahan mau bagaimana pun akhirnya cairan bening itu meluncur juga.
"Anakku sayang.. Bangun nak.. Ibu sudah sangat sangat merindukanmu.. " Lan Miyan membelai lembut rambut Lan yizhan.
"Bu.. Istirahat lah biar aku yang akan menjaga yizhan" ucap Lan Cheyuan dengan lembut kepada ibunya, ibunya menggelengkan kepalanya "Tidak. Ibu tidak akan meninggalkan yizhanku, ibu akan menjaganya sampai dia terbangun" balas Lan Miyan kokoh.
" Istriku benar kata Cheyuan, kau beristirahat lah biar dia yang menjaga yizhan" ucap Pemimpin Lan yang baru masuk ke dalam kamar Lan yizhan. Lan Cheyuan yang melihat ayahnya datang membungkuk hormat " Ayah.. " sapanya.
"Tidak suamiku, kalian saja sana yang beristirahat. Biarkan aku disini menjaga yizhanku" Lan Miyan lagi lagi menolak untuk pergi. Lan Cheyuan melihat ke ayahnya, ayahnya juga melihat ke arahnya ia menggelengkan kepalanya.
Lan Xuan menghelah nafasnya " Yasudah kalau begitu kita akan menjaga yizhan bersama sama malam ini. " ucap Lan Xuan menengahin. Lan Cheyuan berjalan ke kursi dan diikuti oleh Lan Xuan, mereka mulai beristirahat di tempat masing masing.
____________________
Klan Xiao.
Sudah seminggu lamanya Cai cai mengurung diri di kamar ia tidak mau berjumpa dengan siapapun, tubuhnya juga sekarang sudah kurus, warna kulit yang pucat, muka yang layu, rambut dan tubuh yang sudah tidak diurusnya. Ia mengunci pintunya dari dalam jadi bagaimana pun keadaan dia sekarang tidak ada yang mengetahuinya. Ibunya sangat cemas namun jika ibunya mencoba berbicara tentangnya kepada Xiao Shunxi, Xiao Shunxi hanya menjawab datar, pernah Xiao Mei mengatakan untuk merestui hubungan mereka namun Xiao Shunxi malah sebaliknya marah kepada Xiao mei, Xiao mei bingung harus apa lagi yang ia lakukan sampai ia pernah menyuruh orang kepercayaan untuk turun ke Klan Daratan mencari Lan yizhan agar Lan yizhan bisa datang kemari untuk membawa Cai cai pergi dari sini namun orang kepercayaan nya itu tidak menemukan Lan yizhan, bahkan dia mendengar rumor bahwa Lan Yizhan sekarang sudah tewas. Mendengar itu Xiao Mei menjadi prustasi bagaimana jika Cai cai mendengar itu entah apa yang akan terjadi dengan Cai cai selanjutnya semoga tidak buruk seperti yang ia pikirkan.
Xiao Mei berjalan kesana kemari sambil meremas tangannya, ia mondar mandir di depan kamar Cai cai.
Xiao shori yang baru saja keluar kamarnya melihat ibunya di depan kamar Cai cai mondar mandir pun bertanya "Ibu.. "
Xiao mei yang masih gelud dengan pikirannya tidak mendengar panggilan itu, ia terus mondar mandir dan berpikir.
"Bu..! " Panggil Xiao shori sekali lagi.
Xiao mei terkejut dan menoleh kebelakang " Kau memanggil ibu? " tanyanya
Xiao Shori menganggukan dan berjalan ke arah ibunya. " Ada apa? " tanyanya pada Xiao Mei.
"Sudah seminggu lamanya adikmu belum keluar dari kamar, ibu sangat khawatir padanya" jawab Xiao Mei.
"Hmm.. semalam aku sudah mencoba untuk masuk dan mengajaknya untuk keluar kamar namun dia tetap bersi keras untuk tetap di dalam." ucap Xiao shori menunduk.
"Bagaimana caranya kau masuk?!!" ucap cepat Xiao Mei.
Xiao shori mengangguk ragu, " Aku membuat salinan kunci kedua bu, aku khawatir Cai cai melakukan hal yang aneh jadi aku membuat itu" ucapnya ragu ragu.
Ibunya dengan cepat mengambil kunci di tangan Xiao shori ia langsung membuka pintu kamar Cai cai.
"Anak-- Cai cai!!! " Xiao mei shok melihat anaknya yang pingsan di dekat jendela kamar.
Xiao shori yang melihat itu juga terkejud semalam dia masih melihat Cai cai baik baik saja namun ini ia sudah tidak sadarkan diri, Xiao Shori mengangkat Cai cai membawanya ke tempat tidurnya.
Suara Xiao mei dengan keras mengatakan " Panggil Tabib Sekarang Juga!!!! " raut wajah Xiao mei sudah tidak bisa di bayangkan lagi paniknya melihat keadaan anaknya sekarang ini.
"Anakku, bangun nak ibu disini.. Cai cai sayang.. " guman ibunya memegang dinginnya tangan Cai cai.
Tabib pun datang, ia langsung memeriksa Cai cai. " Bagaimana keadaannya?" tanya Xiao mei panik
Tabib itu menggelengkan kepalanya, " Nona Cai cai dalam keadaan kritis dan, " ucapnya dengan takut.
" Dan?? " tanya Xiao mei dengan penasaran Xiao shori juga mengerutkan keningnya.
" Nona.. Cai cai.. emm-
"Cepat katakan!!! " ucap Xiao shori dengan marah melihat tabib ini mengantung ucapanya.
Dengan tubuh gemetaran tabib itu berkata " Nona Cai cai sekarang sedang mengandung." ucap tabib itu menahan takut dengan memejamkan matanya.
Xiao mei membelalakan matanya dengan sempurna ia terperosot jatuh ke lantai. Xiao shori matanya langsung melihat ke arah perut Cai cai ia menggelengkan kepalanya tak percaya apa yang di katakan oleh tabib ini.
Ia menoleh ke tabib itu dan tangannya mencengkeram kuat baju tabib sampai terangkat tubuh tabib itu, " Tidak mungkin! kau harus memeriksanya kembali! Kau pasti salah!!" kata Xiao shori melepaskan cengkeramannya dari tabib itu dengan keras.
Tabib itu dengan ketakutan memeriksa kembali Cai cai memastikan apa dia melakukan kesalahan atau sebaliknya memang itu yang terjadi.
Tabib itu menelan ludahnya dengan takut, ia sangat sangat gugup sekarang dengan tangan lebih gemetaran ia duduk bersujud pada Xiao Shori " Maafkan aku tuan, kau boleh mengambil nyawa ku sebagai gantinya. Aku sudah memeriksa kembali dan hasilnya tetap sama Nona Cai cai sekarang sedang mengandung" ucap tabib dengan sekujur tubuh berkeringat dan gemetaran.
Xiao shori mundur satu langkah kebelakang, ia memegang dahinya " Cai cai.. " gumanya pelan.
Di balik pintu Pemimpin Klan Xiao sudah mengepalkan tangannya dengan keras wajahnya sudah memerah bagai tomat segar matanya memerah dengan tajam.