
Lan yizhan berbalik badan dan menghampiri Cai cai. Ia duduk di sampingnya meraih tangan Cai cai dan menggenggamnya erat.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu sayang.. " Lan yizhan mengatakan itu dengan suara beratnya.
Cai cai menghelah nafasnya pelan " Aku tau apa yang akan kau bicarakan suamiku" jawab Cai cai mencoba tersenyum seperti tidak terjadi apa apa.
Lan yizhan menautkan kedua alisnya ia takut kalau Cai cai marah jika tau apa yang terjadi padanya, tetapi Lan yizhan juga terkejut kalau Cai cai sudah mengetahui apa yang akan ia katakan.
Lan yizhan menarik tangan Cai cai membawa dalam pelukannya, Ia mengusap usap lembut rambut panjang Cai cai.
Cai cai menahan agar tidak menangis tapi semakin di tahan sakit itu malah menjadi tak tertahankan, akhirnya air mata jatuh di pipinya ia terisak di dada bidang Lan yizhan. "Maafkan aku"
Lan yizhan mendengar kata-kata Cai cai meminta maaf ia mengerutkan dahinya, mendorong sedikit tubuh Cai cai agar ia bisa melihat wajah cantik istrinya.
"Seharusnya aku yang meminta maaf, karena tidak bisa menjaga kalian. Aku yang terlalu lemah sampai membuat keluargaku kehilangan orang orang yang ku sayangin." jawab Lan yizhan tak kuasa melihat isakan tangis Cai cai.
Lan yizhan juga selalu menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang terjadi.
Cai cai terus menangis, Lan yizhan menyeka air mata Cai cai dengan lembut dan memeluknya kembali.
Lan yizhan membiarkan bajunya basah oleh air mata Cai cai, ia juga tidak mau banyak berbicara padanya. Lan yizhan hanya dengan penuh kasih sayang mengusap usap bahu Cai cai tujuannya agar Cai cai merasa tenang dan menyudahi sedihnya.
Beberapa jam sudah berlalu entah saat kapan Cai cai berhenti menangis kini ia sudah tertidur di dalam pelukan Lan yizhan.
Lan yizhan tak sanggup meninggalkan Cai cai ia terus berada di sampingnya walaupun pekerjaannya sudah memanggilnya.
Lan yizhan membelai lembut rambut Cai cai, ia tersenyum mengingat masa masa dulu saat ia pertama kali bertemu Cai cai. Wanita yang sangat dingin dan kejam itu adalah sifatnya dulu dan wanita yang susah untuk di dekati. Sekarang Cai cai adalah wanita yang ramah, lembut dan murah tersenyum berbanding terbalik dengan dulu.
Lan yizhan memerhatikan wajah Cai cai tertidur, bulu mata yang panjang dan lentik, bibir yang tipis kemerahan serta pipi yang caby. Lan yizhan merasa gemas ia menoel noel hidung mancung Cai cai dengan jahil. Cai cai yang sedang tertidur pun terusik dengan kejahilan Lan yizhan.
Lan yizhan terkikil geli, ia terus menjahilinya sampai tangan Cai cai mengawas awaskan tangan yang menyentuh hidungnya namun karena Lan yizhan kurang kerjaan ia tetap melanjutkan kejahilannya sampai yang tertidur akhirnya terbangun. Cai cai yang menyadari kegeratilan Lan yizhan dengan geram ia mengigit jari suaminya dengan kuat.
"Aaahk...!" teriak Lan yizhan meringis kesakitan.
Cai cai cemberut kesal pada Lan yizhan ia membalikkan badannya tidak mau menghadap Lan yizhan.
Lan yizhan si korban dari gigitan Cai cai melihat ke jarinya yang memerah. Bukan menghentikan malah Lan yizhan semakin ingin menjahili Cai cai.
Karena melihat Cai cai yang membelakanginya, Lan yizhan mengelitiki perut Cai cai. Cai cai yang tak tahan ia tertawa dengan keras dan berbalik menghadap Lan yizhan kembali "Hentikan! itu sangat geli, ku mohon.. " guman Cai cai yang hampir menangis karena tertawa cekikikan.
Lan yizhan merasa menang karena Cai cai sampai memohon padanya. Ia tersenyum puas menyeringai " Makannya jangan abaikan aku seperti itu"
"Itu karena salah mu, mengapa aku tidur dijahili? " jawab Cai cai yang gak mau di salahkan.
Lan yizhan mendekat ke Cai cai " Karena istriku sangat cantik" bisik Lan yizhan di kuping Cai cai dengan manja.
Cai cai membulatkan matanya merasa bisikan itu membuatnya merinding sekujur tubuhnya.
Lan yizhan semakin mendekat, tangan jahilnya mulai menelusupkan memeluk Cai cai.
Cai cai menghelah nafasnya " Jangan menggoda ku! "
"Sayang aku... mencintaimu.. " bisik Lan yizhan dengan godaan yang sulit untuk di tolak.
"Aku merindukanmu... " bisiknya dengan suara berat yang terkesan lebih maskulin bagi Cai cai. Cai cai menggenggam tangannya mencoba menahan godaan Lan yizhan.
"Sayanggg... " Suara Lan yizhan semakin berat dan sexy.
"Astaga.." ucap batin Cai cai yang sudah tidak tahan dengan godaan manusia yang satu ini.
Lan yizhan menelusupkan kepalanya di leher Cai cai, ia menghirup aroma tubuh Cai cai dalam dalam. "Sayang.. aku mencintaimu"
"Aku tau" jawab Cai cai mencoba bersikap datar.
"Sudah aku katakan jangan abaikan aku" Lan yizhan mendusel duselkan kepalanya semakin maju ke depan.
Cai cai yang tak tahan akhirnya pasrah ia berbalik. Mengecup bibir Lan yizhan, Lan yizhan yang tidak tinggal diam membalasnya dengan penuh cinta. Ini lah yang ia mau sebenarnya dari tadi.
Lan yizhan merasa sudah lama tidak bermesraan dengan cintanya, ia sangat menunggu untuk hari ini.
Lan yizhan segera ingin menunjukkan aksinya malam ini, tiba tiba..
Tok.. Tokk.. Tokkk...
"Mama.. ini Ziyan" terdengar suara dari balik pintu.
Lan yizhan meremas rambutnya dengan prustasi, wajahnya cukup kesal ia turun dari kasur membuka pintu.
Cai cai bersyukur dalam keadaan ini, ia bisa menghindar malam ini dari manusia yang jahil itu.
"Ayah? mengapa ayah disini?" tanya Lan Ziyan kaget yang membuka pintunya adalah ayahnya.
"Ziyan sendiri mengapa malam ini kesini?" Lan yizhan membalikan pertanyaan putranya.
"Aku ingin tidur dengan mama lagi... " Jawab Lan Ziyan berlari ia langsung naik ke kasur Cai cai.
Lan yizhan memijit alisnya " Susah payah aku menggodanya, mengapa ia harus datang!" gerutu Lan yizhan pelan sambil kembali menutup pintu kamar.
Lan Ziyan memeluk Cai cai tapi pandangannya melihat Lan yizhan " Ayah malam ini juga akan tidur disini? "
"Hmm. " jawab Lan yizhan sedikit kesal.
Cai cai yang tau wajah kesal Lan yizhan kenapa ia tersenyum geli. Lan Ziyan melihat wajah mamanya dan beralih ke ayahnya "Apakah ziyan mengganggu kalian?"
"Sangat mengganggu!!" gerutu Lan yizhan dalam hati menjawab pertanyaan Lan Ziyan.
Cai cai melambaikan tangannya "Tidak sayang, mama malah senang ziyan malam ini tidur disini" jawab Cai cai melirik Lan yizhan.
Lan yizhan mencoba tersenyum paksa "Bagaimana jika malam ini ayah yang tidur di tengah dan ziyan tidur disini" tawar Lan yizhan menepuk pingir kasur tempat tidurnya.
Lan Ziyan menggelengkan kepalanya "Tidak, ayah saja yang disitu aku ingin dekat mama" jawabnya dengan segara membaringkan tubuhnya dikasur.
Cai cai ikut membaringkan tubuhnya samping Lan Ziyan. Lan Ziyan tidur sambil memeluk mamanya.
Lan yizhan mengkode Cai cai dengan matanya, Cai cai menjulurkan lidahnya mengejek Lan yizhan dan ia langsung memejamkan matanya.
Lan yizhan menghembuskan nafasnya kesal "Hanya untuk hari ini!." gumannya lalu ia pun ikut berbaring dikasur.