
Lan Ziyan dari belakang Mu shen dan Ling fan tersenyum jahil. Ia berjalan perlahan lahan dan dengan menarik nafas.
"PAMANNN....!!! " teriak Lan Ziyan keras dengan menepuk punggung Mu shen dan Ling fan.
Mu shen dan Ling fan sangking terkejutnya sampai jatuh kesungkur kedepan. Cai cai dan Rounan melihat ke sumber suara.
"ahahahah.... " tawa Lan Ziyan menggelegar disana, kerasnya suara Lan Ziyan tadi mengundang orang orang di dalam Klan ikut datang kesini.
"Apa yang terjadi Ziyan? " tanya Lan Cheyuan yang nafasnya masih tersenggal senggal habis berlari kencang karena suara Lan Ziyan.
Lan Cheyuan memegang dadanya karena sedikit sesak ia melihat ke arah Mu shen dan Ling fan yang masih di bawah. "Apa yang kalian lakukan? " tanya Lan Cheyuan menaikan alisnya sebelah melihat Mu shen dan Ling fan yang tersungkur.
Lan Xuan juga datang ia berlari dan langsung memeriksa tubuh Lan Ziyan " apa yang terjadi Ziyan? kau tidak apa apa? " tanya Kakeknya yang cemas, Lan Miyan juga ikut datang wajahnya khawatir takut terjadi apa apa dengan Lan Ziyan.
"Kakek.. Nenek Ziyan tidak apa apa, tapi paman Shen dan paman Fan yang perlu pengobatan" jawab Lan Ziyan menutup mulutnya menahan tawa.
Lan yizhan, Yan Li dan Gu fangzi juga datang mereka hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah teman temannya ini yang selalu membuat masalah.
Cai cai dan Rounan juga datang untuk melihat "Berdirilah, jika kalian ingin sekali melihatnya, ini dia" ucap Cai cai menarik pelan tangan Rounan.
Mu shen dan Ling fan saat ini sangat malu mereka bangkit dengan wajah merasa bersalah kedua orang ini menundukan kepalanya.
Rounan yang melihat tingkah teman suaminya ini tersenyum " Hai.. namaku Rounan " Rounan mengulurkan tangannya pada kedua orang ini.
Mu shen melirik itu, ia tersenyum canggung "Hmm.. aku Mu shen dan ini Ling fan" jawab Mu shen yang akhirnya bisa tau wajah selir dari Lan yizhan.
Lan yizhan yang melihat Mu shen berlama lama berjabat tangannya, Lan yizhan melangkah maju dan menarik tangan Rounan. " Sekarang sudah tau kan? " sela Lan yizhan menarik Rounan ke belakangnya.
Ling fan menggerutu " Aku belum juga kenalan, sudah datang pawangnya" umpatnya dengan pelan.
"Kakek paman paman ini sangat lucu" ucap Lan Ziyan pada kekeknya.
"Wajar.. Mereka adalah titisan pelawak" jawab Lan Xuan yang menarik tangan Lan Ziyan membawanya pergi dari sana.
Lan miyan menggelengkan kepalanya ia tidak heran melihat tingkah teman teman Lan yizhan. Lan miyan mengajak para mantunya untuk pergi denganya.
"Mereka sangat lucu" guman Rounan pada Cai cai.
Cai cai mengangguk setuju " Benar, Mereka memang sangat lucu" jawab Cai cai tertawa renyah.
Lan miyan mengajak Cai cai dan Rounan untuk berjalan jalan di kota Lan. 3 Wanita cantik ini berjalan santai dan anggun semua orang yang melihat kecantikan mereka terpukau tapi mereka tidak berani untuk menatap terlalu lama bagaimana pun wanita wanita cantik ini adalah Nyonya Lan dan para menantu Lan, jadi tidak ada orang yang berani menggoda dan berbuat jahat pada mereka.
Lan miyan mengajak Cai cai dan Rounan ke toko pakaian yang terkenal disana. Lan miyan menyuruh mereka untuk memilih pakaian yang mereka sukai namun mereka menolak. " Ibu saja yang pilihkan untuk kami" ucap Cai cai tersenyum lembut pada Lan miyan.
Lan miyan memilihkan 2 pakaian yang terbaik untuk menantunya ini. Setelah memilih pakaian mereka memasuki toko make up, Cai cai berjalan jalan melihat beberapa bedak dan pewarna bibir.
"Bagaimana dengan farpum ini?" tanya Lan miyan pada Cai cai. Cai cai menghirup farpum itu namun wanginya membuat ia merasa mual.
Lan miyan yang melihat langsung menaruhkan botol farpum itu ke meja dan memegang bahu Cai cai " Ada apa sayang?" tanya Lan miyan khawatir.
Cai cai sedikit merasa pusing, Rounan menyuruh Cai cai agar duduk di kursi yang dekat dengan mereka.
Rounan meminta air minum kepada penjaga toko itu dan menyerahkannya pada Cai cai "Minumlah jie" ucap Rounan.
Karena merasa sangat cemas Lan miyan ingin memanggil Lan yizhan namun Cai cai menghentikan Lan miyan " Aku sudah merasa baikkan bu, ayo kita lanjutkan lagi berkelilingnya. " jawab Cai cai berdiri dari kursinya.
"Benar Cai-jie, kita harus kembali" ajak Rounan yang tidak mau juga melanjutkan perjalanan mereka.
Cai cai menghelah nafasnya " Baiklah, baik.. " gumannya menyerah, mereka pun kembali ke Klan Lan.
Setelah sampai di Klan Rounan memanggil tabib Lingling untuk segera memeriksa Cai cai.
"Nona, wajahmu juga terlihat pucat apakah kau sakit?" tanya tabib Lingling melihat wajah pucat Rounan.
Rounan menggelengkan kepalanya " Tidak tabib, aku baik baik saja mungkin hanya kelelahan." jawabnya.
Mereka pun sampai di kamar Cai cai, tabib Lingling memeriksa keadaan Cai cai. Bukan merasa cemas tabib Lingling malah matanya berbinar melihat ke Cai cai.
Lan miyan dan Rounan yang melihat itu saling memandang " Ada apa tabib? " tanya Lan miyan penasaran.
Tabib Lingling tersenyum " Nyonya Lan, Nona Cai cai sekarang sedang mengandung" jawabnya.
"Huh! benarkah? Sayang... " ucap Lan miyan datang ke Cai cai duduk di sampingnya dan memegang tangannya lembut.
Cai cai terkejut ia menunduk melihat ke arah perutnya yang masih rata dengan tatapan bahagia.
Rounan juga merasa senang " Cai-jie selamat.. " ucapnya.
Tabib Lingling melirik Rounan " Wajah nona Rounan semakin pucat, aku yakin pasti ia sedang menahan sesuatu" ucapnya dalam hati.
" Nona Rounan bolehkan ikut saya sebentar? " minta tabib Lingling pada Rounan.
Rounan karena sedang enak hati ia setuju dan mereka keluar dari kamar Cai cai.
"Ada apa tabib?" tanya Rounan.
"Sebaiknya kita berbicaranya di kamar nona saja" ajak tabib Lingling yang tidak sabar menarik pelan tangan Rounan.
Tabib Lingling mendudukan Rounan di kasurnya ia mengambil tangan Rounan dan segera memeriksanya.
Rounan yang melihat ini merasa ada yang aneh dengan tabib " tabib, aku tidak sakit " ucap Rounan.
Tabib Lingling menghela nafas lega " Nona.." panggil tabib Lingling pelan.
Rounan mengerutkan dahinya " ada apa tabib? " jawab Rounan sedikit takut.
"Selamat nona" ucap tabib Lingling tersenyum bahagia.
Rounan yang merasa bingung ia menyipitkan matanya. Tabib Lingling melihat ke perut Rounan. Rounan yang juga ikut melihat ke perutnya membelalakan matanya "Sungguh?" tanyanya.
Tabib Lingling menganggukkan kepalanya "Selamat nona.. " ucapnya memberi selamat sekali lagi.
Rounan tersenyum bahagia ia mengelus elus perut ratanya dengan berlinang air mata.
"Tuan Ziyan pasti bahagia jika ia tahu bahwa akan mendapatkan 2 sekaligus bayi" lirih tabib Lingling tersenyum puas.
Rounan menggelengkan kepalanya " Tabib, kehamilan ini tolong dirahasiakan dulu. Sekarang Klan Lan masih bahagia atas kehamilan Cai-jie." ucap Rounan meminta ke tabib Lingling.
"Kenapa nona, bukannya kebahagiaan akan bertambah dua kali lipat? " sanggah tabib Lingling.
"Tidak apa apa tabib" jawab Rounan.