
Luo tian yang sombong menyerang Mo bailu terlebih dahulu, Mo bailu yang melihat itu menyeringai " Santapan yang lezat" ucapnya dengan senyuman tipis di bibirnya.
Rounan yang melihat perkelahian Mo bailu dan Luo tian cemas " Bagaimana ini! apa yang harus aku lakukan" Rounan melihat ke arah piginya Lan yizhan " kenapa yizhan-ge belum kembali juga" ucapnya khawatir yang melihat pertarungan Mo bailu dan Luo tian yang sangat beda level kekuatannya.
Luo tian sudah hampir kalah nafasnya sudah tersenggal senggal " Sial dia lebih kuat dariku! " ucapnya dalam hati.
"Kenapa? sudah menyerah.. " ucap Mo bailu mengejek Luo tian. Luo tian meludahkan darah di lantai dengan kasar "Puihh! ". Luo tian mencoba untuk melawannya sekali lagi.
Tangan Rounan yang melihat pertarungan semakin sengit sudah gemetaran. Rounan yang melihat Luo tian kalah ingin berlari kesana namun tangannya dari belakang ditarik. Rounan merasa tangannya ditarik ia menoleh ke belakang " Yizhan-Ge.." ucapnya dengan mata berbinar.
Lan yizhan menggelengkan kepalanya " Kau tetap disini, jangan pergi kesana! "
"Tapi.. Luo" Lan yizhan memegang kedua bahu Rounan. "Percayalah padaku. " ucapnya dengan yakin. Lan yizhan menarik tangannya dari bahu Rounan ia mengambil busur panah di kantong penyimpanannya. Lan yizhan menarik anak panahnya dan mengarahkan ke tangan yang mencengkeram kera baju Luo tian.
Suusttt!!
"Aww" Mo bailu memegang tangannya yang terluka karena panah diam diam Lan yizhan, Mo bailu melihat kekanan dan kekiri siapa orang yang sudah menyerangnya diam diam.
"Keluar kau! jika kau tidak keluar temanmu akan mati di tanganku! " ucap Mo bailu teriak teriak didalam sana. Karena teriakan itu para pengawal yang berada di luar masuk ke dalam.
"Ada apa tuan? " ucap pengawal yang baru masuk, dan mereka terkejud melihat ada orang asing disana yang sudah tidak berdaya. "Penyusup" ucap pengawal itu terkejud.
Pengawal yang lain juga melihat darah yang keluar dari tangan Mo bailu " tangan tuan?" tanya pengawal itu.
"Hmm.. ada yang coba bermain-main dengan kita" ucap Mo bailu menyeringai.
"Cari mereka sampai dapat!" ucap Mo bailu yang santai namun penuh dengan kekejaman. Pengawal itu pun mulai berpencar mencari teman teman Luo tian.
Lan yizhan yang melihat keadaan semakin gawat ia panik, Lan yizhan mengambil Ginseng 2000 tahun di dalam kantongnya. Rounan juga melihat itu dan mendongak ke Lan yizhan "Ge segera makan lah, tidak ada waktu lagi." ucap Rounan menyuruh Lan yizhan untuk memakan ginseng yang ia pegang.
Lan yizhan melihat ke Rounan lalu jatuh ke ginseng itu ia mengangguk dan mulai memakannya. Ginseng itu tidak langsung bereaksi, menunggu beberapa menit baru bisa berkhasiat. Rounan menyerahkan pil kepada Lan yizhan " telan ini ge, itu akan mempercepat khasiat dari ginseng itu".
Lan yizhan dengan cepat mengambil pil yang di beri Rounan lalu menelannya. Tiba tiba..
"Itu mereka! " ucap para pengawal itu dengan keras sampai pengawal yang lain juga berlari ke arah mereka.
"Jadi kau yang menyerang ku tadi? berani juga kau ya! " ucap Mo bailu yang baru datang dengan menggeret Luo tian yang sudah tak berdaya.
Mo bailu melirik wanita yang bersembunyi di belakang Lan yizhan, matanya menyipit dan lama lama membelalakan matanya " Kau!!! "
Mendengar kata kata itu Rounan semakin gemetaran. Lan yizhan sudah memasang wajah seriusnya menatap Mo bailu.
"Jadi kau kabur dari ku memilih pria macam dia!" ucapnya dengan nada tinggi.
"Baiklah! Aku akan membunuhnya tepat di depan matamu! " ucap Mo bailu dengan marah.
Rounan yang mendengar ucapan dari Mo bailu semakin cemas ia mencengkeram lengan Lan yizhan dengan kuat sambil menunduk memejamkan matanya, Lan yizhan berbalik badan "Tenanglah.. tatap lah mataku! lihat" ucap Lan yizhan pada Rounan. Rounan membuka kelopak matanya dan mulai mendongak menatap Lan yizhan " Ge.. " ucapnya sambil menangis.
"Semua akan baik baik saja dan bagaimana pun situasinya kau harus tetap di belakang ku. Mengerti!" ucap Lan yizhan serius. Rounan menghapus air matanya dan mengangguk. "Gadis pintar" ucap Lan yizhan tersenyum pada Rounan.
Lan yizhan berbalik badan menghadap Mo bailu. Mo bailu yang melihat kedekatan Lan yizhan dan Rounan membuat dia semakin marah dan menyerang duluan. Mereka bertarung sangat dahsyat, Luo tian yang sudah tidak berdaya dengan mata kekaburan melihat pertarungan sengit Lan yizhan " Cih.. sudah ku duga! dia pasti dari Klan besar. hmm dia membohongi ku" ucapnya didalam hatinya.
Rounan melihat pertarungan ini adalah seimbang, ya walaupun dengan tingkat kekuatan level 55 Mo bailu melawan Lan yizhan dengan Tingkat kekuatan level 48, tapi dengan taktik dan kejeniusan Lan yizhan ia tidak kalah padahal yang menyerang Lan yizhan bukan hanya Mo bailu pengawal pengawalnya juga sesekali menyerang Lan yizhan.
Pertarungan sudah berjalan satu jam namun banyak pengawal Mo bailu yang sudah tergeletak di tanah, Lan yizhan menyeringai melihat ke Mo bailu yang sudah lelah.
"Bagaimana ini bisa terjadi, bukannya tadi pertama aku menyerang mu kau masih di level 48, dan ini kau semakin kuat levelmu juga naik pesat menjadi 55!" ucap Mo bailu bingung tak habis pikir dengan Lan yizhan.
Mata Mo bailu membesar " Jangan bilang? kau sudah memakan ginsengku! " ucapnya baru mengingat pengawal yang tadi disurunya mengambil ginseng tidak kembali sampai sekarang.
"Baguslah jika kau sudah tau" jawab Lan yizhan dengan tatapan sinis. Mo bailu semakin marah mukanya sudah merah padam tangannya menggenggam pedangnya sampai bergoyang.
"Matilah kau!!" Mo bailu menyerang Lan yizhan dengan semakin sengit. Rounan saja yang melihat muka Mo bailu sampai begitu sampai ketakutan.
Lan yizhan juga tak kalah serius dengan Mo bailu ia ingin segera menyelesaikan pertarungan ini, namun dengan curangnya pengawal Mo bailu menyerang Rounan yang berada di belakang Lan yizhan. Rounan yang panik dengan kesal mengambil sebotol bubuk cabe yang memang sudah disiapkannya untuk ini. Rounan menyiramkannya kepada para pengawal yang mau menyerangnya.
Mo bailu yang melihat itu emosinya semakin memuncak " Gadis kurang ajar!! matilah kau!!!" ucap Mo bailu mengarahkan pedangnya ke Rounan. Lan yizhan yang melihat kesempatan itu dengan sigap menebas Mo bailu dari belakang. Belum sampai pedangnya ke Rounan, Mo bailu sudah jatuh ketanah tanpa nyawa.
Pengawal Mo bailu melihat pemimpinnya yang sudah tewas dengan marah ingin menebas Rounan dari belakang, Lan yizhan yang melihat itu ia tidak sempat menghalanginnya dengan pedang jadi tubuhnya sebagai gantinya. Lan yizhan menahan sakit di punggungnya berbalik ke pangawal itu lalu menebasnya gantian.