
Cai cai malam ini sangat bahagia karena mengetahui kalau dia sedang hamil. Cai cai melihat Xiao mei yang sedang mengupas buah di pinggiran tempat tidur mendatanginnya.
"Bu.. " ucap Cai cai memanggil ibunya, Xiao mei yang di panggi pun menoleh ke arah cai cai "Ada apa nak?" jawabnya.
"Siapa saja yang mengetahui kehamilanku bu?" tanya cai cai yang duduk di samping ibunya.
"Ayahmu, Gegemu dan tabib" jawab Xiao mei.
"Tabib? hmm.. jadi obat yang selalu di bawa shori-ge?" tanya cai cai.
Xiao mei menganggukan kepalanya dan mencubit pipi caby cai cai dengan gemas " Benar nak, itu adalah obat yang di beri tabib untuk si yizhan kecil" jawab Xiao mei mengusap perut sedikit buncit Cai cai.
"Kalau begitu aku akan dengan senang hati meminumnya bu, kalau itu untuk kesehatannya pasti aku akan meminumnya" ucap cai cai juga mengusap usap perutnya.
Xiao mei menyodorkan potongan buahnya pada cai cai " Ini.. ". Cai cai yang melihat itu langsung mengambilnya dan memakannya dengan semangat.
"Bu.. malam ini temani aku tidur ya?" minta cai cai pada Xiao mei, padahal cai cai paling tidak suka jika di tempat tidurnya ada orang namun ia semenjak tau kalau dia hamil jadi semakin manja pada ibunya.
Xiao mei tersenyum " Baiklah, ibu akan tidur bersamamu". Cai cai balas tersenyum dan ia mulai naik ke tempat tidur dan merebahkan dirinya diatas kasurnya. Xiao mei juga ikut merebahkan tubuhnya dikasur samping Cai cai.
Tidak langsung tidur cai cai masih ingin berbincang bincang pada ibunya, sebenarnya banyak pertanyaan pertanyaan di dalam isi kepala cai cai untuk di pertanyakan pada ibunya namun ia tidak sekaligus bertanya tapi dengan bertahap satu persatu.
"Bu.. bagaimana tanggapan ayah mengetahui kehamilanku? " tanya cai cai penasaran bagaimana reaksi ayahnya menerima kabar itu.
"Ahahahaa.. kau macem tidak tau ayahmu saja" jawab Xiao mei.
Alis cai cai naik sebelah " Hm?"
" Ayahmu pasti marah dan sangat marah tetapi bagaimana pun juga kau adalah putri kesayangannya, bagaimana dia mau bersikap marah denganmu?" jawab Xiao mei yang tau kalau Xiao Shunxi semarah marahnya dia, dia tidak pernah marah sungguhan pada anak kesayangan ini.
" Iya aku tau ayah sangat menyayangi ku bu, tetapi terkadang sayang yang di tunjukan ayah itu sangat keterlaluan bu" ucap cai cai jujur pada ibunya apa yang ia rasakan pada ayahnya.
"Ayahmu memang seperti itu nak, emm.. ohy ibu juga masih penasaran bagaimana anak ibu ini bisa jatuh cinta pada yizhan-ge nya?" ucap Xiao mei menggoda cai cai.
Cai cai mengingat kembali pertama kali ia jatuh cinta pada Lan yizhan " Aku juga tidak tau bu, kapan aku jatuh cinta pada Yizhan-Ge, yang aku ingat pertama kali kami dekat di ujian mencari ginseng. Kau tau bu.. yizhan-ge itu lain dari lelaki yang lain, dia orangnya lumayan diam dari teman temannya, dia juga lebih jenius dari yang lain, sangat gigih pantang menyerah dan.. " Cai cai tersenyum malu ia ingin melanjutkan ucapannya namun ia malu untuk mengatakan pada ibunya.
Xiao mei melanjutkan ucapannya cai cai " Dan sangat tampan.. " " benarkan?" jawab Xiao mei yang tau kelanjutannya ucapan cai cai selanjutnya.
Cai cai mengangguk " Hmm.. benar bu.. " ucapnya malu malu muka cai cai merona kemerahan.
"Bagaimana ibu pertama kali melihat yizhan-ge bu?" tanya cai cai soal tanggapan Xiao mei pertama kali melihat Lan yizhan.
Cai cai tersenyum malu " Benarkah bu?"
"Hmm.. ibu mengatakan dengan jujur cai cai" jawab Xiao mei, Xiao mei menunggu pertanyaan selanjutnya namun kenapa tidak ada suara lagi, Xiao mei melihat ke samping "Hmm akhirnya dia sudah tertidur.. " ucap Xiao mei melihat cai cai yang sudah terlelap.
Xiao mei mencoba menarik selimut dan menyelimuti cai cai lalu mencium dahi cai cai. "Anakku sudah dewasa sekarang, ibu akan selalu ada untukmu nak" ucapnya lalu mematikan lampu ia pun juga mulai tertidur.
_______________
Pagi hari yang cerah bagunlah kedua wanita yang sedang tertidur ini, Xiao mei yang pertama kali terbangun melihat kesamping anaknya yang masih memejamkan matanya "Cai cai.. " panggil ibunya. Cai cai membuka kelopak matanya dan melihat ibunya yang masih di samping pun berkata " Pagi bu.. " ucapnya dengan semangat.
Cai cai memutuskan dari sekarang dia akan lebih semangat dan kuat seperti yang di katakan ibunya, ia harus lebih kuat untuk bisa melindungi yizhan kecilnya.
Xiao mei ingin membersihkan tempat tidur cai cai namun cai cai mengatakan pada ibunya agar dia saja yang membersihkan dan merapikan tempat tidurnya. Xiao mei yang melihat cai cai sudah merubah sikapnya pun tersenyum.
"Baiklah ibu akan menyiapkan makan untukmu nak" ucap Xiao mei pergi keluar kamar cai cai.
Cai cai mulai merapikan tempat tidurnya dan beberapa menit kemudian masuklah Xiao mei dan Xiao shori ke dalam kamar cai cai.
Cai cai yang melihat ibunya membawa nampan makanannya ia langsung berjalan ke ibunya mengambil nampan makanannya " Biar aku yang akan membawanya bu.. " ucap cai cai.
Xiao shori menoleh ke Xiao mei, Xiao mei melihat Xiao shori tersenyum dan menepuk bahu Xiao shori " Mei meimu sekarang sudah berubah" ucap Xiao mei.
Xiao shori mengerutkan dahinya tidak paham maksud ibunya " Bu.. jangan bilang kalau cai cai? "
Xiao mei menganggukan kepalanya " hmm.. ibu sudah memberitahunya nak" ucap Xiao mei.
"Tapi bu?.." ucap Xiao shori tak percaya.
"Shori-ge.. sudahlah lagian lama kelamaan aku juga pasti bakal tau, jadi lebih cepat tau lebih baikkan" jawab Cai cai. Cai cai melihat Xiao shori memegang botol obat yang selalu ia minum. Cai cai mengambilnya dan membuka tutup botolnya langsung meminumnya dengan semangat. " Hmm.. sudah habis" ucap cai cai tersenyum melihat Xiao shori dan Xiao mei.
Xiao shori sedikit terkejut melihat sikap mei meinya yang sudah berubah 100% ini. Xiao shori pun mulai tersenyum dan tangannya terangkat mengusap usap pucuk kepala Cai cai. " Mei meiku sayang, sudah dewasa sekarang ya" ucap Xiao shori gemas melihat Cai cai.
Cai cai yang mendengar itu mengerucutkan mulutnya " Ge aku memang sudah dewasa ge.." ucap cai cai sedikit kesal pada Xiao shori.
Xiao shori tersenyum " Iya iya mei mei gege sudah dewasa" ucap Xiao shori mengalah.
"anak ibu memang sudah dewasa dewasa sekarang" ucap Xiao mei melihat kedua anaknya yang tampan dan cantik ini.