
Klan Lan sedang mengadakan pesta besar karena kehamilan Cai cai dan perayaan Lan yizhan kembali ke Klan, Semua Klan Daratan datang untuk mengucapkan selamat kepada keluarga Lan terutama untuk Lan yizhan dan Cai cai.
Semua yang datang ke perayaan memuji kecantikan Cai cai dan ketampanan Lan Ziyan cucu pertama Klan Lan. Pemimpin Klan Lan juga mengenalkan Rounan kepada mereka bahwa ia adalah selir Lan yizhan menantu mereka juga. Tamu juga memuji kecantikan Rounan, mereka tidak menyangka bahwa Lan yizhan yang terlihat diam dan datar sudah memiliki dua istri dan sebentar lagi akan mempunyai 2 anak.
Para Orang tua disana banyak yang iri melihat Lan Xuan dan Lan miyan karena mereka sudah memiliki cucu, Pemimpin pemimpin Klan disana melihat ke anak anak mereka, usia sekarang yang cukup untuk menikah malah harus di tahankan tidak menikah. Mereka padahal juga ingin bahagia seperti Pemimpin dan nyonya Lan ini.
Mu shen uring uringan, kupingnya serasa sudah panas karena omelan kedua orang tuanya untuk segera menikah seperti Lan yizhan serta memiliki anak yang tampan seperti Lan Ziyan juga istri yang cantik seperti Cai cai dan Rounan.
Mu shen yang kesal iya selalu menghindar dari orang tuanya, namun dimana pun ia berada orang tuanya akan kesana dan mulai mengomel.
Yan Li, Gu fangzi dan Ling fan tertawa melihat Mu shen yang sedang kejar kejaran dengan orang tuanya. Sambil meminum arak dengan santai mereka mendengar ada beberapa orang yang berdehem di belakangnya. Yan Li, Gu fangzi dan Ling fan sama sama berbalik dan ternyata itu adalah ke enam orang tua mereka yang menatap dengan tajam ke arah mereka bertiga.
Mereka bertiga yang melihat itu menelan ludahnya bersama " Masalah datang lagi" batin mereka bersama.
Pesta pun berjalan dengan lancar. Senyuman senyuman bahagia berukir di bibir masing masing.
Cai cai yang bersama dengan Wang susu, Tang min, Nie yana dan Gu lin juga berjumpa kangen kangenan dengan Cai cai mereka tidak sangka bahwa Cai cai duluan yang akan menikah dan memiliki anak, padahal jika liat usia Cai cai adalah yang termuda dari mereka.
Cai cai juga mengajak Rounan bersamanya untuk dikenalkan dengan teman temannya, karena teman teman Cai cai adalah orang yang ramah mereka cepat dekat dengan Rounan. Cai cai sangat senang melihat interaksi mereka.
Xiao mei melihat ke kompakan Klan Daratan ini ia tersenyum lembut, Xiao mei membayangkan jika Xiao shunxi dan Xiao shori berada disini pasti Xiao mei akan lebih bahagia dari hari ini, membentuk aliansi pada Klan Daratan bekerja sama dengan mereka semua pasti Klan Xiao tidak terkucil dan di takuttin banyak orang.
Xiao mei duduk disana seorang diri dengan bibir tersenyum tetapi air mata berlinang. Xiao mei memikirkan bagaimana keadaan Xiao shori sekarang. Xiao shori berjanji pada Xiao mei dan Xiao cai cai akan menyusulnya ke Klan Daratan jika urusan di Klan Xiao sudah selesai namun di tunggu Xiao mei sampai bertahun tahun lamanya tidak kunjung datang.
Xiao mei mengeratkan genggaman tangannya ia tau pasti Xiao Shunxi telah membuat Xiao shori tertekan dan menyiksanya sampai sampai Xiao shori sekarang belum datang.
Xiao mei beberapa kali pernah berpikir akan nekat kembali ke Klan Xiao untuk menjemput putranya tetapi sebaliknya ia berpikir jika kembali ke atas Cai cai pasti akan mengkhawatirkan dirinya.
Xiao mei serba salah, bagaimana kedua adalah anaknya masing masing dan mereka saling membutuhkan dirinya sedangkan ia hanya satu orang bagaimana bisa di bagi dua.
Cai cai melihat kesana kemari mencari dimana ibunya, Cai cai permisi pergi pada teman temannya. ia berkeliling di ruangan pesta yang banyak orang ini, satu persatu di lihatnya, setiap sudut di datanginnya.
Cai cai mengerutkan dahinya " Dimana ibu? " guman cai cai yang masih mencari Xiao mei.
Cai cai berjalan lurus dan melihat Xiao mei yang duduk disana dengan raut wajah sedih di matanya.
Cai cai menghampiri Xiao mei " Ibu... " panggil Cai cai pelan sambil melangkah kesana.
Xiao mei mencoba bersikap biasa seperti tidak terjadi apa apa ia tersenyum melihat kehadiran Cai cai.
"Cai cai.. " sahut Xiao mei.
"Mengapa duduk disini sendiri bu?" tanya Cai cai yang ikut mendudukkan dirinya di samping Xiao mei.
"Ahh.. iya ibu hanya ingin duduk disini" jawabnya asal.
Xiao mei melihat kesana dan kesini " Dimana Ziyan? " tanya Xiao mei dengan mengalihkan pembicaraan.
"Bersama ayah Lan bu" jawab Cai cai yang merasa aneh melihat ibunya.
"Nyonya Xiao disini ternyata, saya mencari anda kemana mana ternyata duduk disini" ucap Nyonya Lan yang baru datang.
"Ada apa nyonya Lan? " tanya Xiao mei ke Lan miyan.
Nyonya Lan menarik lembut tangan Xiao mei "Ayo.. Saya akan mengenalkan nyonya Xiao dengan yang lainnya" jawab Lan miyan yang ingin mengenalkan besannya ini pada Nyonya Klan Daratan.
Xiao mei melirik Cai cai lalu bangkit " Hmm.. baiklah ayo" Xiao mei tidak ingin membuat Cai cai curiga jadi Xiao mei ingin sedikit menghindari Cai cai agar tidak bertanya.
Lan miyan tersenyum lembut " Nak, pinjam ibumu ya.. " ucapnya dengan ramah permisi dengan Cai cai.
Cai cai tersenyum dan menganggukan kepalanya membalas Lan miyan, mereka pun pergi dari sana hanya Cai cai yang tertinggal sendiri di tempat duduk itu.
Kurang lebih sudah 8 tahun Xiao mei tidak berjumpa dengan suaminya dan putranya, pasti ia merasa rindu. Cai cai menghembuskan nafasnya " Apa yang harus ku lakukan.. " guman Cai cai pelan memijit pelipisnya dengan berpikir.
Cai cai melihat Lan yizhan dari kejauhan, ia jika ada masalah pasti akan bercerita dan terbuka dengan Lan yizhan tapi saat ini jika ia menyinggung masalah Xiao Shunxi pasti Lan yizhan akan merasa tertekan kembali.
Cai cai sekarang sudah hidup bahagia orang orang disisinya sangat baik dan mencintainya sedangkan ibunya, putra dan suaminya masih berada disana entah bagaimana kabar mereka sekarang. Cai cai merasa terlalu serakah jika masih menghalangin istri yang merindukan suami dan putranya.
"Aku harus membuat keputusan" ucap Cai cai dengan wajah serius. Setelah berpikir panjang Cai cai membuat keputusan dia tidak akan menghalangi ibunya lagi jika ingin kembali ke Klan Xiao, Cai cai akan membicarakan ini dengan Lan yizhan selesai dari pesta perayaan.
Cai cai dengan wajah bahagia ia kembali berkumpul dengan teman temannya.