The Girl Who Likes Me

The Girl Who Likes Me
Bab 35 - Spesial Visual



Halo pembaca The Girl Who Likes Me (Gadis yang menyukaiku) author hari ini cuman iseng mau bagi visual tentang karakter di novel ini. Meskipun terlambat, tetapi lebih baik ada dari pada tidak ada sama sekali.


Aku sengaja pilih tampilan mereka yang sekarang ya. Karena penampilan mereka yang sekarang akan bertahan hingga cerita ini tamat. Oh kecuali Risa, kemungkinan dia nanti akan mengembalikan warna rambutnya jadi hitam.



Nama Karakter : Juni Anugerah, adalah salah satu karakter utama di novel ini. Awalnya berbadan gemuk dan doyan makan, tetapi setelah terjadinya tragedi yang menyakitkan hatinya, Juni mulai kehilangan berat badannya. Namun anehnya, dia malah menjadi semakin tampan dan menarik. Memiliki suara yang merdu, hingga membuat dirinya memilih berkuliah di jurusan seni musik.


Asmara : Berpacaran dengan Amelia (untuk sementara :v)


Watak : Tidak percaya diri, agak pendiam, sederhana, perhatian, kepintarannya standar (selalu berada di rangking 20 besar saat di sekolah), dan menghargai perempuan/gentleman.


...-----...



Nama Karakter : Marisa Indriyani, merupakan salah satu karakter utama di novel ini. Bersahabat dengan Juni sejak kecil hingga sekarang. Berpenampilan tomboy, namun cantik. Di London dia sempat berkuliah di jurusan Arsitek, tetapi saat kembali ke Indonesia, Risa memilih pindah jurusan ke Seni Rupa. Demi bisa satu fakultas dengan Juni.


Asmara : Berjuang mengejar cinta Juni :v


Watak : Blak-blakan, banyak ngomong, supel, berjiwa bebas, dan sangat pintar (sering jadi juara kelas/umum saat di sekolah). Risa ini swag kali orangnya, kadang kelakuannya mencairkan suasana dan bisa juga malah menghancurkan suasana.


...-----...



Nama Karakter : Amelia Susan, merupakan karakter pendukung di novel ini. Dia adalah gadis polos dan ramah. Melanjutkan kuliah ke jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomi.


Asmara : Berpacaran dengan Juni (untuk sementara :v)


Watak : baik hati, pekerja keras, pintar (selalu masuk ranking 3 besar di kelas, saat sekolah) dan agak pendiam.


...-----...



...-----...


Semoga kalian suka ya, dan tetap stay baca. Tolong komen dibawah mengenai reaksi kalian terhadap visual yang aku tampilkan ini. Maaf kalau visualnya mengecewakan, hehe.


Sebenarnya pengennya terserah pembaca aja sih bayangin visualnya kek gimana. Love yaa :♡


Btw, Karena masih jauh dari lima ratus kata, aku kasih bonus epilog untuk bab ini. Cus ke bawah!


[Epilog Spesial, Flashback Risa Pindah ke London]


Risa dan Bayu sudah memasukkan semua barang-barang ke dalam mobil. Mereka sudah siap untuk segera pergi menuju bandara.


"Ris, kamu nggak mau pamitan dulu sama Juni?" tanya Bayu sembari fokus menyetir. Mobil mereka sudah hampir mendekati rumah Juni.


Risa menghela nafas sejenak. "Ya sudah Yah, boleh juga. Toh aku belum memberinya kabar sedikit pun!"


Tidak lama kemudian, sampailah mereka. Bayu menghentikan mobil dengan pelan tepat di depan rumah Juni.


"Ayo kita turun!" ujar Bayu seraya melepaskan sabuk pengamannya.


"Yah!" Risa mencengkeram lengan sang ayah, seakan berusaha mencegah. "Nggak jadi deh!"


"Loh, kenapa?" tanya Bayu.


"Udah ayo jalan saja! nanti pesawat kita keburu lepas landas!" Risa tidak ingin mengatakan alasannya. Padahal kala itu dirinya tengah melihat Juni termenung di dalam kamar. Seperti terakhir kali Risa menemuinya. Gadis tersebut tahu, bahwa Juni sedang ingin sendiri dan tidak mau bertemu dengan siapapun. Alhasil Risa pun melewatkan perpisahannya dengan sahabat terbaiknya. Meskipun hatinya terasa sangat berat.


***