
Usai menghantar Tzuyu pulang ke Apartment ya Taehyung pulang ke rumah mewahnya. Dia meletakkan kereta sport ya di parkir perkarangan rumah mewahnya itu. Dia melangkah masuk ke dalam rumah sambil bersiul. Seketika dia tersenyum sendirian apabila wajah Tzuyu membayangi matanya.
"Benar benar gadis yang lembut..! " ucap Taehyung perlahan.
Taehyung melewati ruang keluarga menuju ke tangga ke tingkat atas. Tiba tiba suara batuk mengejutkan ya. Taehyung berpaling dan terlihat papa nya lagi menonton TV.
"Belum tidur pa..! " sapa ya perlahan
"Belum... Kamu dari mana jam segini baru pulang? "Tanya papa ya
"Ya... Dari apartment ya jungkook pa..! "
Papanya terdiam. Taehyung mengambil langkah untuk meniti tangga.
"Tunggu sebentar Taehyung.. Ada yang ingin papa omongin..! "Papa ya bersuara tegas.
Taehyung mengerluh kesal.. Namun kakinya tetap melangkah ke arah sofa di hadapan ayahnya.
"Mau omongin apa pa...! "
"Esok Nancy pulang dari London.. Ayah mau kamu ikut jemputnya ke Bandara..! "
"Bandara... Maaf pa esok Taehyung sibuk.. Gak bisa...! "
"Pokoknya papa ingin kamu menjemputnya di Bandara esok sore.. Titip..! " suara papanya lantang
"Maaf pa... Taehyung gak bisa... Lagian Nancy punya keluarganya kenapa harus Taehyung yang menjemputnya..! "
"Kerana kamu bakal tunangan sama Nancy.. Tunjukkan etika kamu yang baik kepada keluarganya Nancy...! "
"Tunangan...! Pa Taehyung gak pernah setuju sama tunangan ini...! Lagian Taehyung itu sudah menganggap Nancy itu seperti adik Taehyung sendiri..! Kenapa sih papa suka ngatur hidup Taehyung begini pa...! " Taehyung menahan marah
"Kerana kamu satu satunya anak papa taehyung... Dan papa berhak mengatur hidup kamu termasuk juga mengatur perjodohan kamu sama Nancy demi masa depan kamu... Demi darjat kita..! " Suara papanya melenting
"Ya... Emang Taehyung satu satunya anak papa.. Emang papa berhak keatas Taehyung.. Tapi pa.. Maaf... Papa tak berhak mengatur perjodohan Taehyung sama Nancy.. Taehyung gak akan setuju Pa... Gak akan pernah setuju...! "Taehyung bangun "Taehyung pamit ke kamar.. Udah lewat malam. Taehyung ngantuk.. Selamat malam pa....! "Habis berkata laju Taehyung meniti tangga menuju ke kamarnya...
"Dasar anak durhaka...! " Papanya menggepal tangan ya. Wajahnya memerah menahan amarah...
Di kamar Taehyung menhempaskan dirinya diatas kasur. Matanya menatap siling. Wajah Nancy menggamit dimatanya.
Taehyung akui Nancy adalah anak kancukkan yang mempunyai wajah yang cantik. Mereka membesar bersama malah bersekolah dan kuliah pun bersama sama. Nancy adalah anak tunggal Pamannya adik kepada Papanya.
Dari kecil Taehyung sudah menganggap Nancy seperti adiknya sendiri tidak pernah lebih kerana itu mereka rapat. Namun tanpa dia sedar sebenarnya Nancy menaruh hati padanya.
Taehyung teringat gimana Nancy meluahkan perasaannya kepada Nya.. Ketika itu hari valentine day. Taehyung tidak menyangka kalau layanan baiknya pada Nancy selama ini disalah ertikan. Puas Taehyung menjelaskan kepada Nancy kalau dia hanya menganggap Nancy hanya sebatas adiknya.. Namun Nancy gak bisa terima kenyataan lalu bersumpah akan memilikki nya satu hari nanti walau gimana pun caranya.
Taehyung mengerluh berat.. Jam di dinding sudah di angka 1pagi. Namun matanya tidak mahu lagi tertutup. Tiba tiba Taehyung teringat sama lukisan wanita yang dilukisnya itu dihujung pelosot kamarnya. Dia bangun dan berlalu ke lukisan yang ditutupi kain berwarna hitam. Kain hitam itu dilurutkan. Dia tiba tiba tersenyum. Wanita yang sering muncul didalam mimpinya itu adalah persis sperti Tzuyu...
Taehyung menyentuh lembut lukisan itu.
"Bidadari ku...! " ucapnya lembut sambil tersenyum. Taehyung yakin kalau wanita dihadapanya ini adalah jodohnya...
Keesokkan harinya.
Pagi itu Tzuyu ke Universiti dengan memakai dress paras lutut tidak berlengan berbunga putih.. Dia makeup simple dan rambutnya disisirkan ke sisi bahu kanan. Manakala Mina pulak mengenakan baju blouse berwarna putih dan skirt paras lutut berwarna pink.
Mereka tiba di Universiti. Mina meletakkan kereta dibawah pohon dan berlalu beriringan bersama Tzuyu. Ada siulan nakal dari pemuda pemuda yang lagi berkumpul di hadapan lobi kampus itu... Mina dan Tzuyu hanya melemparkan senyuman dan berlalu ke Kafe untu sarapan.
Tzuyu memilih Roti bakar cheese sebagai sarapannya pagi itu. Manakala Mina pulak memilih sepinggan Nasi goreng.
"Tzuyu... Semalam kamu kemana? "Pertanyaan Mina membuatkan Tzuyu yang lagi minum terbatuk batuk kerana terkejut.
"Gak... Gak kemana mana.. "Ucap Tzuyu sambil menggeleng kepalanya laju.
"Benar ni? "Mina memandang Tzuyu dengan senyuman nakal
"Ya benarlah... Masak sih aku bohong...! "Tzuyu menelan air liur. Renungan Mina membuatnya tidak senang duduk.
"Terus.. Yang aku lihat di kafe semalam bukan kamu ya lagi minum berduaan sama Taehyung...? " Mina merenung Tzuyu
Wajah Tzuyu memerah.. Dia tunduk malu
"Sejak kapan sih...? Kok gak kasi taw aku? "
"Sejak kapan apaan sih Min..! "Tzuyu pura pura marah..
"Yaiilah.. Sejak kapan sih dekat sama Taehyung.. Gak kasi taw aku...!? "
"Emangya harus di kasih taw kamu ya Min..! "
"BFF konon... Bilang aja lah loe itu busybody...! "
Mina ketawa terbahak bahak... Tzuyu juga turut ketawa.
"Ngomong ngomong emng sejak kapan sih kamu dekat sama Taehyung...? "Mina bertanya sambil menghirup Coklat ice ya..
"Pengen taw ya...? "
"Ya... Pengen taw bangat ni...! "Mina mendesak.. Tzuyu tersenyum dengan tingkah sahabatnya itu
"Ya.. Semalam itu bukan dirancang atau mau ngedate gitu... Semalam aku cuma keluar mau buang sampah gitu. Dan ketika aku keluar dari apartmen aku tiba tiba lihat Taehyung keluar dari pintu hadapan apartment kita. Ternyata kalau Taehyung itu sebenarnya kita punya tertangga... Jadi ya saling berbual gitu tiba tiba Taehyung ajak aku minum minum di bawah... Ya aku setuju aja lagian aku takut taw sendirian di rumah...! "
"Ohh.. Gitu nya... Tapi kok aku lihat mesra bangat kamu sama Taehyung.. Kayak orang lagi pacaran aja...! "
"Min.. Bicara apa sih kamu...! " peha Mina dipukul. Mina ketawa smbil mengaduh kesakitan.
Tiba tiba.
"Hai...! " suara garau dibelakang.Tzuyu dan Mina berpaling.. Memerah wajah Tzuyu apabila memandang Taehyung yang lagi berdiri di belakangnya.. Tzuyu menunduk malu.
"Hai...! "Mina tersenyum..
"Bisa aku duduk..! "Taehyung menunjukkan kerusi dihadapan Tzuyu..
"Ya... Boleh... Silakan..! "Mina tersenyum sambil melirik arah Tzuyu yang lagi tertunduk malu itu.
Taehyung malabuhkan punggung dihadapan Tzuyu.. Wajah Tzuyu yang kemerahan itu dipandang. Suasana hening seketika
"Emmm.. Kalian berbual lah dahulu... Aku mau pamit ke toilet ya sebentar. ! " Mina bangun.. Beg ya digalas.
"Aku temanin...! "Tzuyu memegang tangan Mina
"Ehhh... Gak usah... Aku bisa sendiri kok...! " tangan Tzuyu dilepaskan. Mina berlari kecil menuju ke toilet.
"Hari ni kamu cantik..! "Puji Taehyung. Tzuyu tersenyum malu..
"Mekasihnya udah berlanja aku minum semalam..? " Tzuyu memandang arah Taehyung
"Ya... Hal kecil.. Sama sama kasih...! " Taehyung tersenyum. Tzuyu ketawa kecil
"Oh iya... Kamu masuk di girl group mana..? " tanya Taehyung
"Ya... Di TWICE.. sama dengan Mina... Kalau kamu? "
"Ya aku dari semester pertama udah BTS kok.. "
"BTS Boy Group yang paling popular di Universiti sini ya...! "
"Iyaaa... Kamu dengar dari mana...! "
"Dari unnie Jihyo.. Ketua girl group aku...! "
"Ohh... Jihyo...! "
"Kamu kenal sama Unnie...! "
"Ya.. Kenal... Dia pacar teman ku Kang Daniel..! "
"Kang Daniel.. Ganteng orang ya...! "Puji Tzuyu. Taehyung merasa cemburu.
"Menurut mu aku ganteng gak sih...? " Taehyung merenung Tzuyu.
Tzuyu menelan air liur.
"Ganteng...! "Perlahan suara Tzuyu menahan malu. Taehyung ketawa.
Taehyung bangun.. Dia merapatkan wajahnya ke wajah Tzuyu. Tzuyu terpana
"Aku cemburu jika kamu memuji lelaki lain dihadapanku...! " usai berkata Taehyung melangkah pergi meniggalkan Tzuyu kebingungan..
Disudut lain Nayeon mengalirkan air mata nya. Dia tidak menyangka dalam berapa hari sahajaTaehyung dan Tzuyu menjadi dekat. Apa yang dilihat tadi kemesraan diantara mereka benar benar mengguris perasaan dia.
Kai Exo yang memerhati Nayeon mendekati ya..
"Nah... Usapkan air mata mu..! " Kai Exo menghulurkan sapu tangan ya kepada Nayeon. Nayeon mengambilnya
"Mekasih...! " Nayeon mengusap air matanya perlahan lahan.