Secret Love

Secret Love
Chapter 44



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sorenya aku berniat untuk pergi ke mini market,karena ada barang yang harus aku beli. Namun baru saja aku keluar dari rumah, aku mendengar percakapan ibu dan tante Sonia tengah ngobrol di depan gerbang.


Karena penasaran aku pun menguping pembicaraan mereka berdua,tapi ternyata bukan aku saja melainkan Al pun ikut menguping di belakang ku.


"Kamu ngapain di sini?" Bisik ku.


"Ya ngapain lagi, menguping lah."


"Kakak sendiri gimana?"


"Udah jangan berisik, nanti ibu dengar lagi kalau kita di sini." Lanjutnya.


"Iya kan, aku sudah menebaknya sejak lama." Ucap ibu.


"Ya sama saya juga,"


"Kita kan pernah muda, tahu lah hal yang kayak gituan." Balas tante Sonia.


"Iya benar,"


"Kemarin saya hanya pura-pura marah saja sama Rania, saya hanya ingin tahu reaksi dia seperti apa."


"Ternyata sesuai dengan perkiraan saya, dia berani untuk mengungkapkannya dan bicara jujur sama saya. Ya meski pun udah telat," jelas ibu.


"Iya sama, Daffa pun tadi bicara sama saya. Tampaknya sebenarnya dia ingin mengatakannya lebih awal, tapi sepertinya masih malu-malu."


"Ya sudahlah, yang terpenting untuk saat ini mereka bisa menjaga kepercayaan yang udah kita kasih sama mereka."


"Memang dari awal kan kita udah sepakat mau jodohkan mereka. Tapi kalau kejadiannya seperti ini, sepertinya kita tidak perlu susah-susah untuk menjodohkan mereka berdua." Jelas ibu.


"Iya benar sekali,"


Ibu dan tante Sonia pun saling tertawa, tampaknya kedua orang tua kami sangat bahagia saat ini.


"Ya ampun kak, jadi selama ini ibu sama tante Sonia emang udah mau menjodohkan kakak." Bisik Al.


Karena merasa di curangi, aku pun langsung keluar dan menghampiri ibu.


"Ibu........" Teriak ku.


"Jadi selama ini, ibu......."


"Wah ibu,"


"Selama ini aku cukup tertekan, karena harus merahasiakan hubungan aku dan Rania dari teman dan keluarga ku."


"Tahu begini, aku harusnya tidak perlu merahasiakannya sejak awal." Lanjutnya.


"Ya ampun, Daffa."


"Kenapa kamu malah ikut menguping di sana?"


"Ya ibu dan tante Renata sejak awalnya memang akan menjodohkan kalian berdua. Tapi ternyata kalian sudah lebih dulu pacaran,"


"Iya, kami pun baru akan kasih tahu kalian setelah kalian berdua lulus sekolah. Tapi ceritanya malah seperti ini," sambung ibu.


"Aduh, kenapa malah bertengkar di sini sih,"


"Intinya baik dari pihak orang tua, atau pun anak. Kalian sama-sama hanya menunda dan tidak berterus terang sejak awal. Toh pada akhirnya keduanya sama-sama di untungkan."


"Aku pusing melihat orang dewasa jaman sekarang, ribet." Lanjut Al.


Melihat dia berbicara seperti itu, kami hanya bisa terdiam melongo.


Al pun langsung masuk kembali ke dalam rumah, sedangkan kami masih terdiam di depan rumah.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sejak kejadian itu, aku dan Daffa menjalini hubungan kami dengan baik. Kami berdua pun memutuskan untuk kuliah di kampus yang sama dengan Agnes dan Dio juga. Karena sepertinya kami berempat di takdirkan untuk bersama sejak awal.


Kejadian ini, buat aku tersadar. Perlunya bicara jujur sejak awal, agar kita tidak menyesak nantinya. Meskipun nanti jawabannya tidak sesuai atau pun sesuai dengan harapan kita, setidaknya kita harus berusaha untuk jujur terlebih lagi sama keluarga dan teman kita. Karena kalau bukan karena dukungan mereka, hubungan kita pun tidak akan berhasil.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


...©© T A M A T ©©...


Terima kasih untuk semua pihak yang sudah mendukung Author dari awal novel ini di buat. Meskipun masih terdapat banyak kekurangan dan ada yang harus di perbaiki lagi.


Namun semua itu Author anggap sebagai bahan perbaikan, supaya kedepannya bisa membuat karya yang jauh lebih baik dan menarik lagi.


See you.....😘😘✍️