Secret Love

Secret Love
Awas lecet.



🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Pala lo ke luar kota!" sentak Skala saat Chiko memberi tahu Bosnya itu jika lusa ada kunjungan di kota A selama dua hari.


Chiko yang kaget karena di lempar memakai pulpen tentu langsung membalasnya.


"Pala gue disini, lo gak liat?!" Chiko balik mengomel.


"Lo aja sono yang pergi, ngapain ngajak-ngajak gue?"


"Astaghfirullah, lo niat kerja gak, Mpeeeeeeeeet?" teriak Chiko kesal.


"Heh, kenapa lo ikutan manggil gue begitu? kualat baru tau rasa lo!" omel Skala tak senang hati.


"Kenapa? gue cuma ngikuti emak-emak noh di kolom komentar," ledek Chiko yang langsung keluar dari ruangan Skala, ia lebih baik menghindar dari pada harus bonyok kemudian.


Skala membuang napas kasar, bukan ia tak tahu tapi ia lupa jika memamg harus ke kota A saat lusa nanti. Kini di otaknya hanya ada Qia, jadi ia tentu akan berat jika harus pergi dan tak melihat Si gadis bawah pohon..


Semua sepupunya pun di hubungi terkecuali Rain, ia akan meminta Heaven dan ArXy menggantikannya dengan alasan tak enak badan, tapi sialnya para sepupunya itu tak. ada yang percaya, karna bagi mereka Skala adalah kesesatan yang hakiki jika sedang ada maunya.


"Sial!" Umpatnya kesal sambil melempar ponselnya ke tengah meja.


Ia yang sudah tak mood untuk bekerja akhirnya memilih untuk pulang, kali ini ia beruntung karna tak perlu mampir ke lantai Qia bekerja nyatanya gadis itu ada di lobby sedang mengambil makanan.


Sabar ya cantik, nanti kamu tinggal diam dirumah nunggu suamimu ini pulang.


Skala senyum senyum sendiri saat ia berkata dalam hatinya. Doanya tak pernah putus ketika menyangkut tentang Qia. Tujuannya hanya satu meski harus tertatih karna seringnya berhenti, jalan di tempat bahkan putar arah.


Gadis itu benar-benar mengalihkan dunianya, yang tadinya kesal kini berubah bahagia meski melihat dari jarak jauh sekalipun.


Dan langkah kaki Skala terhenti saat ada seseorang yang memanggilnya, Skala menengok kearah belakang karna ia hapal siapa suara pria tersebut.


"Tuan, Tuan mau kemana?" tanya Chiko, jika bukan di dalam ruangan Bosnya tentu dua pria tersebut akan berbicara senormal mungkin layaknya Direktur Utama dengan Asisten pribadinya.


"Pulang, kenapa?" tanya Skala, ia melipat tangan di dada dengan sorot mata tak lepas dari punggung Qia yang berjalan dan hampir hilang di depan Lift karyawan.


"Urus saja denganmu, aku malas," sahutnya santai sambil melanjutkan langkahnya, ia seperti orang tak punya dosa saat melenggang begitu saja meninggalkan kantornya.


Tapi, itu tak berlangsung lama saat Fathan justru menyapanya dengan begitu sopan.


"Selamat Siang, Tuan, " ucap Fathan sedikit menunduk tanda hormat.


"Hem, kamu jaga sampai sore?" tanya Skala, dahi Fathan pun langsung mengkerut karna ini tak pernah terjadi di antara mereka.


"Iya, Tuan," jawab Fathan kemudian.


.


.


Hem, baiklah.. jaga semua yang jadi milikku, Awas kalau sampai lecet, akan ku habisi dirimu!!!!



Si Mpet ngancem doang bisanya 😩😩


.


.


.


Assalamu'alaikum, ada yang udah tahu kalau ArXy udah launcing?


yuk ah mampir, jangan lupa like komen dan Subscribenya yang nanti, Sayang...