Secret Love

Secret Love
Bab 1 - Tzuyu



Tzuyu seorang gadis yang memiliki raut wajah yang cantik dan rupawan. Tzuyu juga merupakan seorang wanita yang mulia budi pekerti ya. Tzuyu sentiasa tersenyum hingga menampakkan lesung pipit di pipi kiri dan kanan ya. Dengan tinggi 168cm dan memiliki badan yang lansing itu membuat kan tzuyu merupakan gadis tercantik didesa itu. Sudah terlalu ramai yang ingin memiliki gadis jelita itu namun ditolak mentah mentah kerana Tzuyu ingin mencapai cita2 ya menjadi seorang penyanyi dan perlakon terkenal. Namun Tzuyu sedar kalau cita cita nya itu tidak mampu digapai kerna keadaan orang tuanya tidak mengizinkan. Tzuyu hanya duduk di desa setelah habis ya SMP. Hari hari Tzuyu hanya mampu menolong ibunya jualan manakala Ayahnya pulak hanyalah seorang petani.


Hingga pada suatu hari Tzuyu mendapat surat tawaran melanjutkan pelajaran ya di Universiti termuka di Kota K. Tzuyu teriak kegembiraan namun ianya tidak lama Tzuyu kembali murung. Surat tawaran itu di letakkan atas meja rias. Tzuyu bersandar dan merenung keluar jendela. Memikirkan keadaan ibu dan ayahnya apa dia mampu melanjutkan peelajaran ya. Tzuyu bingung dan kecewa. Dia bangun dari kasur dan perlahan lahan kakinya melangkah keluar dari ruang kamarya yang kecil itu. Tzuyu menuju ke pintu utama


"Tzuyu, mau kemana nak? " tegur ibunya yang sedang membikin kuih untuk jualan ya petang nanti


"Ibuk.. Tzuyu mau keluar jalan jalan ke pantai bentar ya..!? " lembut suara tzuyu


"Ya, baiklah.. Jangan lama lama ya nanti mau jualan kuih ya..? " Ibu nya tersenyum


"Baik ibuk.. Tzuyu pergi dulu ya... Assalammualaikum! " Laju kaki Tzuyu menuruni tangga kayu dirumahya.


"Waalaikummusalam..! " perlahan ibunya menjawab.


Laju tzuyu melangkah tanpa menyedari ayahnya yang baru pulang dari sawah itu.


Pak Kim mengerutkan dahi melihat tingkah anak gadisya yang terlihat sedih itu. Kaki nya meniti satu persatu tangga kayu itu dan duduk di pinggir pintu sambil mngibas2kan topi ya kerana panas


"Bapak... Udah pulang.. Mau makan ini ada lebihan kuih yang ibuk buatkan..? " Lembut ibuk Rina menyapa suaminya yang baru pulang itu.


"Gak usah ibuk.. Bapak masih kenyang cuma buatkan bapak kopi ya sama ais ya.. Haus ni ibuk..? "


"Ya pak.. Bentar..! " Ibuk Rina bangun menyediakan kopi buat suaminya. Kopi disiap lalu diletakkan di hadapan suaminya itu. Ibuk Rina duduk di sisi Bapak Kim.


"Ibuk.. Ada apa sama Tzuyu.. Bapak lihat wajahnya sedih tadi.? " tanya Pak Kim sambil menghirup kopi ya


"Ibuk juga kurang tau pak.. Tadi sepulangan dia dari kedai dia bawa satu surat. Lalu dia masuk ke kamarya..! "


"Surat..? Surat apa itu ibuk? "


"Ibuk gak tau pak..!? "


"Lekas ibuk cari surat itu dikamarya.. Bapak pengen tau...?! "


"Ya... Bentar ya pak....! " dengan laju ibuk rina melangkah ke kamar anak gadis ya itu. Matanya tertumpu pada surat yang dilipat rapi di meja rias itu.. Surat itu dicapai lalu berlalu ke arah suaminya. Pak Kim mengambil surat itu lalu dibaca.


"Alhamdulillah ibuk.. Tzuyu dapat surat melanjutkan pelajaran ya di Kota K..! "


"Benar ya pak... Alhamdulillah..! " mengalir airmata kedua nya melihat kejayaan anak gadis satu2 ya itu.


 


Dipantai Tzuyu sedang duduk di pinggiran pantai. Dia mencoret coret sesuatu diatas pasir. Fikiranya bingung. Rambutya yang ikal itu dibiarkan lepas terbuai buai ditiup angin. Fikiranya kosong.


"Woi..! " tiba tiba tubuhya ditepuk dari belakang. Ranting kayu di tangan ya terlepas gara gara terkejut. Tzuyu berpaling dan...


"Apaan sih Mina...! Bikin gue kaget aja loo..! " marah tzuyu sambil membulatkan matanya yang bundar itu.


Mina ketawa terjerit jerit. Dia jadi lucu melihat Tzuyu a.k.a teman baiknya itu terkejut. Tzuyu memuncungkan mulutya kerna merajuk.


"Yuu.. Kamu kenapa sih.. Cemberut amat jadi orang.. Kayak orang lagi PMS aja...! "


"Gak ada apa apa ahh Min... Cuma capet aja..! "


"Benar ni..!? "


"Iya siiii Minn...! " Tzuyu menarik pipi Mina.. Mina ketawa mengekek


"Eh... Yuu kamu tau gak aku dapat tawaran lanjutkan pelajaran ke universitas yang terkenal di Kota K tau gak..! Aku happy bangat.. Udah lama tau aku ingin belajar muzikal di sana..! " ceria suara Mina. Tzuyu mengerluh.


"Aku juga dapat min..! " lemah suara Tzuyu


"Whattt...!! Apa benar ni... Asyikkk aku dapat bersama teman baikku di Universitas tu nanti..! Mina terjerit kegembiraan.. Tzuyu hanya mendiamkan diri.


"Kamu kenapa si Yuu.. Kamu gk gembira ya dengan tawaran itu..? "Mina heran


"Bukan gak gembira Min cuma.....! "


"Cuma apa Yuu.. Cuba kasi taw aku..? ”


"Aku terpaksa menolak tawaran itu Min..! " Tzuyu kecewa


"Lohh.. Kenapa Yuu begitu..? " Mina sedih


"Kerna orang tua ku tidak mampu Mina.. Tidak seperti kamu. Orang tua kamu punya usaha sendiri sedangkan orang tuaku hanya punya sebidang tanah peninggalan nenek ku.. Aku tidak mahu membebankan mereka. Mereka telah menjaga ku dari kecil sehingga aku dewasa sekarang. Aku tidak mampu membuat mereka susah lagi semata mata kerna cita citaku itu.. Padahal Min.. Aku tu kepengen bangat sama kamu mengapai cita cita yang kita impikn bersama... Tapi aku gak mampu Min..! " Teresak esak Tzuyu mengalirkan air mata. Mina memeluk Tzuyu. Mina juga turut mengalirkan air matanya. Dia faham apa yang di tanggung sahabat ya itu..


 


Dimalam itu ketika Tzuyu lagi melipat baju bapak dan ibunya menghampiri ya..


"Tzuyu.. Sini sebentar nak..? " buk rina memanggil lembut anak ya itu


"Ada apa ibuk..? " Tzuyu menghampiri orangtua ya itu


"Ini...! " Pak Kim menghulurkan buku rekening kepada tzuyu.. Tzuyu membukanya. Mata Tzuyu membulat apabila melihat jumlah yang tertera di akaun rekening ya itu.. Dia memandang orang tuanya minta penjelasan


"Tzuyu.. Itu peninggalan harta dari nenekmu untuk kamu.. Gunakan lah ia sebaik mungkin..?! "


"Maksud Bapak? " Tzuyu bingung


"Gunakan wang itu untuk capai cita citamu dan pergilah ke Universitas di Kota K itu bapak izinkan..! "


"Tapi bapak ibu.....


"Gak usah mikirin kami.. Kamu pergilah gapai cita cita kamu dan banggakan kami dan tidak lupa juga banggakan nenek mu...! " pak kim tersenyum. Tzuyu memeluk kedua orang tuanya. Dia menangis kegembiraan.