
**Di koridor utama JungKook lagi duduk santai sambil menikmati irama kota yang berwarna warni pada waktu malam itu. Dia termenungkan sesuatu seketika dia mencapai pena dan mencoret sesuatu diatas kertas A4 itu. Sambil mencoret dia tersenyum puas.
Usai mencoret dia bangun berlalu ke kamarnya. Di kamar dia mencapai gitar nya dan berlalu kembali ke luar koridor. Dia melabuhkan punggung di kerusi putih.
Dia memetik gitar nya perlahan lahan sambil menggumam gumam sendirian. Seketika dia bernyanyi kecil sambil mencoret lirik di atas kertas.
"Biiipp...! " Pintu utama di buka. Jungkook berpaling dan memandang pintu utama. Taehyung muncul tersenyum sambil menunjuk kotak Pizza ditangannya. Jungkook menggamit Taehyung untuk berada di koridor bersamanya.
"Lagi apa Jung?! " Taehyung meletakkan pizza diatas meja bulat bersamaan dua tin air coca cola.
"Ni lagi nulis lirik..! "
"Wah... Udah siap liriknya?! "
"Udah ni separuh... Mau dengar?! ”
Taehyung mengangguk kan wajahnya tidak sabar. Jungkook tersenyum lebar. Gitar nya dipetik perlahan hingga mengeluarkan muzik alunan perlahan.
"~Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu
Hari hari berganti
Kini cintapun hadir
Melihatmu, memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggung terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamuu. Ooooooo
Terimalah lagu ini. Hmm... ! "'~
Penuh menghayati Jungkook menyanyikan lagu itu. Taehyung menepuk tangan apabila Jungkook menghabiskan lagu itu dengan penuh perasaan.
"Bagus lagunya.. Kayak orang lagi jatuh cinta aja ni jung...! "Usik Taehyung.
Jungkook tersenyum. Dia berdiri di koridor.
"Mungkin...! "Jungkook tersipu malu.
"Jatuh cinta sama siapa sih.. Kanak kuliah di Universitas kita nya.. ?! "
"Bukan...! "
"Terus siapa?! " Taehyung mengerutkan dahinya "Aku kenal nya sama gadis itu..?! "
"Gak... Mungkin kamu gak kenal dia.. Kerna aku juga gak kenal dia...!? " bicara jungkook sambil merenung ke gedung yang dihiasi lampu kerlipan warna warni itu. Taehyung heran.
"Bentar bentar... Aku bingung sih... Kamu gak kenal dia... Tapi kamu jatuh cinta sama orang yang kamu gak kenal?? Kamu halusinasi ya Jung... Apa masih waras nii..? "Taehyung menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
Jungkook ketawa.
"Ceritanya panjang kok..! "
"Pendekkan..! " Taehyung tidak sabar.
Jungkook melabuhkan punggung disebelah Taehyung.
"Ceritanya gini.. Waktu aku lagi di Mall.. Ada seorang cewek yang langgari aku. Cewek itu mah mau jatuh.. Jadi aku ni mau tunjukkan kejantanan aku langsung aku peluk pinggang nya supaya tidak jatuh gitu.! " Jungkook berhenti air coca cola dicapai lalu diteguk perlahan.
"Aduh.. Sabar.. Aku haus ni.. Kasi aku minum dulu...! " jungkook meneguk kembali air coke ya itu...
"Terus... Waktu aku pegang cewek itu entah kenapa aku tiba tiba kayak sokk gitu... Cewek yang dihadapan aku itu persis bidadari syurga coyy... Aku gak tipu ni... Dia cantik.. Terlalu cantik sehingga aku tak mampu berkata kata..!
"Rambut nya hitam panjang.. Bibirnya merah mungil.. Matanya bundar.. Alisnya tipis.. Pipinya merah.. Kulitnya putih mulus.. Pokok nya memang cantik..! "
"Tapi sayang Taehyung... Tanpa sempat aku kenalan sama dia.. Dia udah pamit pergi.. Kecewa aku bro...! "Jungkook menggeleng gelengkan kepalanya kecewa.
Taehyung ketawa
"Kenapa tidak kamu kejar aja tu cewek? "
"Ya gimana mau kejar.. Soalnya hilangnya kayak hantu...! "
"Hantu? Apa kamu yakin bro cewek yang kamu peluk itu manusia?! "Taehyung tersenyum nakal.
"Ehh... Ya iya la aku yakin.. Masak hantu bisa dirasa..! "
Taehyung ketawa
"Udah puas aku mencari.. Aku tiap tiap hari ke mall itu tapi tetap aja aku gak ketemu sama cewek itu...! Kemana nya dia menghilang....! " keluh kesal jungkook..
"Ya... Luk hantu pastinya menghilang la...! " Taehyung masih bercanda
"Aduh.. Ini budak canda doang dari tadi.. Gak lucu taw....! " Jungkook mencapai bantal kecil lalu dibaling kan ke muka Taehyung. Taehyung mengelak sambil ketawa.
Tiba tiba handpon Jungkook berdering.
Jungkook mencapai handphone nya dan melihat ke luar skrin. Ibunya lagi menghubunginya. Dengan pantas dia menekan butang jawab.
"Hello ibu...! "
"Hello Jungkook..! " terdengar esak tangis ibunya dihujung panggilan
"Hello ibu... Ada apa ni ibu... Kenapa ibu nangis...! "Jungkook cemas
"Ini nak... Bapak mu dimasukkan ke rumah sakit nak... Bapak mu diserang penyakit jantung...! " ibunya menangis
"Astaga... Ibu sabarnya... Nanti Jungkook kesana... Daaaa...! "Talian dimatikan. Jungkook pantas berlalu ke kamarnya. Beg bajunya dicapai.. Lalu berapa helai baju dimasukkan.
"Kenapa jung.. Ada apa jadi? ” Taehyung mengikuti langkah Jungkook
"Ayahku dimasukkan ke hospital gara gara serangan jantung.. Aku mau pulang ke kampung Taehyung..! "
"Tapi ini udah lewat malam.. Bas menuju ke kampung mu juga udah gak ada kan? "
"Gak apa apa nanti aku panggil taksi aja... Aku harus pulang juga taehyung.. Aku khawatir sama ayahku...! " Jungkook menahan matanya yang memerah
"Ya aku faham.. Gak perlu pakai taksi.. Bawa aja mobil aku ini biar cepat sampai..! "Taehyung menyerahkan kunci mobil kepadanya jungkook
"Terus kamu ke kuliah pakai apa..? "
"Ya.. Santai aja bro..gak usah fikir aku.. Fikirkan dulu keadaan kamu..! "Taehyung tersenyum. Jungkook mengambil kunci itu dari tangan Taehyung.. Tubuh Taehyung dipeluk.
"Thanks bro... Kerna kamu selalu ada waktu aku susah...! "
"Ya.. Santai....! "
"Aku pergi dulu... Daaa~..! " Jungkook berlalu pergi..
Usai mengemas ruang koridor dan memasukki pizza kedalam kulkas, Taehyung keluar dari apartment itu berniat untuk pulang kerumah aja. Dia berjalan perlahan ke lif.
Biiippp...! " Pintu dihadapan terbuka
Tzuyu melangkah keluar sambil membawa beg plastik sampah berwarna hitam. Taehyung terpana. Tidak disangka wanita yang dia kenal di Universiti itu menjadi tertangga nya.
Tzuyu tersenyum memandang Taehyung dan perlahan lahan mendekati Taehyung yang berdiri di depan pintu lift itu.
Tzuyu simple memakai baju pink berlengan pendek dan seluar jeans ketat warna putih paras lutut. Rambutnya yang hitam itu diikat tinggi
"Hai...! "Sapa Tzuyu lembut. Taehyung tersedar dari renungannya.
"Hai... Kamu juga tinggal disini?! " tanya Taehyung tidak percaya
"Iyaa... Tumpang teman.. Dia yang punya apartment ini... Aku cuma numpang aja..! " lembut suara Tzuyu
"Sama... Aku juga numpang sama teman.. Gak nyangka kan kita tertangga.. Kayak jodoh itu dekat..! "Taehyung ketawa
Tzuyu ketawa perlahan. Pipinya memerah kerna malu.
"Kamu mau kemana?! ” Taehyung tidak lepas memandang wajah Tzuyu
"Ini tadi lagi kemas kemas jadi mau turun kebawah mau buang sampah ini..! "Tzuyu menunjukkan plastik hitam di tangannya..
"Emmmm... Habis buang sampah bisa gak kita minum minum sebentar di cafe bawah?! " ajak Taehyung.
Ketika itu pintu lift terbuka. Mereka sama sama melangkah masuk.
Tzuyu berfikir. Mina lagi keluar beli barang
"Gak lama.. Sebentar aja kok... Bisa kan?! " Taehyung memujuk
Dan akhirnya Tzuyu mengangguk tanda setuju. Taehyung melonjak gembira.
**