Not Your Perfect Prince

Not Your Perfect Prince
Menyelidiki



Keesokan harinya.


Reinhart merasa cukup cemas. Entah kenapa, apa yang telah terjadi pada Aiden membuatnya khawatir.


Usai latihan pagi, Reinhart segera pergi menuju ke akademi. Dia langsung menuju kelas seperti biasa. Membuat catatan tentang pelajaran nanti atau meninjau kembali beberapa pelajaran pada hari sebelumnya.


"Huh ..."


Reinhart menghela napas panjang. Merasa aneh karena pikirannya benar-benar tidak bisa tenang.


Siang harinya sewaktu jam istirahat, pemuda itu pun akhirnya memutuskan untuk memastikan dugaannya.


Reinhart pergi ke area belakang akademi, tempat Zale dan bawahannya biasanya berkumpul.


Sampai di sana, pemuda itu tampak lega ketika melihat banyak siswa yang berkumpul di sana. Tentu saja, mereka juga tahu kehadirannya.


"Dimana Zale?"


Tanpa basa-basi, Reinhart langsung bertanya kepada para bawahan Zale.


Mereka semua tiba-tiba saling memandang. Setelah beberapa saat, mereka menatap ke arah pangeran berambut perak itu dengan ekspresi serius. Kemudian ...


Bruk!


Mereka semua berlutut bersamaan.


"Apa yang coba kalian lakukan?"


Melihat ke arah banyak siswa yang tiba-tiba berlutut, sudut bibir Reinhart berkedut.


"Tolong selamatkan Bos Zale, Pangeran Reinhart!"


Mereka semua berseru bersamaan. Hal tersebut membuatnya terkejut. Tidak menyangka kalau ternyata ada alasan kenapa Zale tidak muncul di tempat itu.


"Katakan, apa yang terjadi pada Zale? Tidak mungkin dia dipukuli atau semacamnya, kan? Lagipula, orang itu kuat."


"Bukan begitu, Pangeran Reinhart."


"Lalu?"


"Bos Zale sudah tidak waras! Dia benar-benar kehilangan kewarasannya!"


Mendengar penjelasan itu, entah kenapa tangan Reinhart terasa gatal. Dia ingin memukuli wajah mereka. Namun akhirnya bisa menenangkan diri dan berkata.


"Berbicara dengan bahasa manusia! Katakan saja apa yang terjadi!"


"Bos Zale menjadi b-jingan yang mengejar wanita ke sana-sini!"


"Oh! Dia memang b-jingan yang ... tunggu! Apa kamu bilang?"


"Bos Zale seperti binatang pada musimnya! Mencari betina ke sana-sini. Setelah beberapa saat ... dia langsung mengubah target! Terus mengubah gadis!


Dia bahkan mulai menargetkan senior!"


"..."


Reinhart tiba-tiba merasa sangat pusing. Dia tiba-tiba merasa jikalau dunia ini benar-benar berbeda dengan apa yang dikenal olehnya!


Memang, dalam cerita Zale adalah b-jingan. Hanya saja, bukan pria semacam itu. Seharusnya dia adalah lelaki yang tidak tertarik dengan cinta atau hal-hal dengan bau semacam itu. Dia fokus menjadi berandal, memimpin banyak adik laki-laki di bawahnya. Menjadi sosok tiran kejam, sosok kasar tetapi memiliki "0" pengalaman dalam urusan cinta.


'Sejak kapan Zale menjadi lelaki yang suka menggoda para gadis dan suka main-main dengan perasaan mereka?'


Reinhart merasa sakit kepala. Dia memijat pelipisnya dengan ekspresi muram.


"Bangun. Kalian tidak perlu berlutut seperti itu."


"Tapi—"


"Aku akan berusaha untuk menyadarkan Zale."


"Terima kasih banyak, Pangeran Reinhart!!!"


Mereka semua menjawab serempak. Reinhart hanya bisa menghela napas panjang setelah meyakinkan para bawahan Zale.


Setelah itu, Reinhart mulai mencari pangeran lain. Dia melihat kalau Flint dan Xylon tampaknya juga berubah. Hanya saja, perubahan mereka tidak begitu parah.


Flint melatih sihir dan ilmu tombak lebih banyak daripada sebelumnya, mulai jarang berinteraksi dengan orang-orang.


Meski berubah, mereka berubah ke arah positif, jadi Reinhart memilih untuk membiarkan mereka.


Pada akhirnya, Reinhart menemui sosok Leander yang penyendiri dan tampak "cool". Ya, setidaknya jika di akademi.


"Leander," panggil Reinhart.


"Kak Leander," ucap Leander ketika mencoba membenarkan bagaimana Reinhart harus memanggilnya.


"..."


"Kenapa kamu diam saja, Adikku Tersayang?"


"Bisakah kamu berbicara normal? Itu menjijikkan."


"Tsk! Sungguh sikap yang dingin," ucap Leander dengan gaya berlebihan.


"Cukup." Reinhart menghela napas panjang. "Ada dua hal yang ingin aku tanyakan."


"..."


Melihat Leander memalingkan wajahnya dengan ekspresi seperti J-lang yang merajuk, sudut bibir Reinhart berkedut. Tangannya mengepal erat.


Jika bukan karena pria itu benar-benar akan menjadi kakaknya di masa depan, Reinhart pasti sudah melemparkan pangeran dari Kerajaan Lautan Zamrud itu dari atap akademi!


"Aku ada pertanyaan penting ... Kak ... Lean-der!"


Mengatakan kalimat itu, Reinhart merasa tenggorokannya sakit. Dia gemetar karena marah.


"Apa kamu bilang tadi, Rein? Katakan sekali lagi?"


"..."


Leander langsung menoleh ke arah Reinhart dengan ekspresi wajah berbinar.


Merasa dihina, Reinhart tiba-tiba mengeluarkan pedang dari kantong dimensi miliknya.


"Anu ... Apa yang coba kamu lakukan, Rein? Menggunakan senjata di luar jam olahraga atau mata pelajaran tambahan itu dilarang, okay?"


"..."


Melihat ekspresi muram adik iparnya itu, Leander berhenti bercanda. Dia menyeka keringat di dahinya sambil berkata.


"Apa yang ingin kamu tanyakan, Rein?"


Mendengar kalau sisi menjijikkan Leander menghilang dan kembali normal, Reinhart menghela napas panjang. Apa yang dia alami dua hari ini benar-benar membuat kepalanya sakit.


"Apakah Vanessa baik-baik saja? Kamu sudah meminta Yang Mulia Raja dan Ratu untuk menambah para ksatria yang menjaganya, kan?"


"Ya. Meski tidak tahu kenapa harus dijaga begitu ketat, aku masih memintanya dan telah disetujui."


Mendengar ucapan itu, Reinhart merasa lega. Dalam cerita asli, Vanessa jelas menjadi salah satu musuh sangat berbahaya. Jelas, ada alasan kenapa gadis polos semacam itu bisa berubah total. Jadi lebih baik jika dijaga dan diawasi secara khusus.


"Lalu ... Apakah kamu tahu apa yang terjadi pada Aiden dan Zale, Leander?"


"Tsk! Tsk! Tsk!"


Leander menggelengkan kepalanya sambil mendecak dengan ekspresi kecewa.


"Mereka benar-benar terlalu bodoh. Aiden benar-benar memiliki mental lemah. Sementara itu, Zale berpikir kalau mencoba berpacaran dengan satu per satu gadis bisa membuatnya bertemu dengan cinta sejati.


Naif! Benar-benar naif! Cinta sejati yang membuat kita bisa menembus batasan diri jelas tidak mungkin didapatkan dengan cara seperti itu!"


Leander berkata dengan ekspresi lelaki tua (senior) yang kecewa terhadap para juniornya.


Kasus Aiden mencoba mencari cinta sehingga persahabatan tiga gadis retak karena cinta segitiga.


Kasus Zale yang menjadi playboy secara tiba-tiba.


Menatap ke arah Leander, Reinhart tercengang.


Setelah beberapa saat, dia tidak bisa tidak berseru dalam hatinya.


'Jadi semua ini ulahmu, K-parat!'


>> Bersambung.