
"Bocah gila!"
Salah satu dari tiga penyihir itu meraung marah. Dia menunjuk ke arah Reinhart dengan ekspresi tidak percaya.
Benar-benar tidak menyangka kalau mereka dijebak dengan cara seperti ini!
Berbeda dengan dua penyihir level dua dan para assassin, penyihir level empat yang merupakan pemimpin mereka masih sangat tenang. Dia malah menatap ke arah Reinhart dengan ekspresi penasaran.
"Jika hanya ini rencanamu, kamu juga pasti akan terluka, bahkan mati dalam pengepungan ini.
Aku yakin kamu tidak bodoh, jadi ... apa yang sebenarnya coba kamu lakukan?"
"Sederhana saja ..."
Reinhart menatap ke arah ketiga penyihir dan para assassin. Sebuah lingkaran sihir besar muncul di belakangnya. Dengan ekspresi kejam, dia langsung berkata.
"Tentu saja mengorbankan kalian!"
"Kamu ..."
Ekspresi penyihir tua itu langsung berubah. Dia langsung merapal mantra, sama sekali tidak berniat untuk menyuruh orang-orang menghentikan Reinhart karena dia tahu ...
Pemuda itu telah bersiap dan sejak awal berniat untuk membunuh mereka!
Kemungkinan besar mencari herbal hanyalah alasan untuk menarik mereka keluar dari kota!
"Lightning magic ... Thunder Beast!!!"
Dari lingkaran sihir, muncul dua sosok serigala yang seluruh tubuh mereka terbuat dari petir biru.
Kedua makhluk itu langsung melesat dan menyerang ke arah para penyihir dan assassin di sisi lain.
"Fire magic ... Great Flame Shield!"
Lingkaran sihir muncul di depan lelaki tua itu. Sebuah pusaran api muncul dan memadat menjadi perisai bulat raksasa berwarna merah.
BLARRR!!!
Ledakan keras terjadi ketika dua sihir bertabrakan. Sihir level 4 yang dilancarkan oleh Reinhart langsung menghantam, lalu menghancurkannya sihir pertahanan level 3 pria tua itu. Namun, ketiga penyihir dan pada assassin tidak tampak terluka parah. Paling-paling, mereka sedikit terluka.
Sebelum mereka lega, suara beberapa ledakan terjadi bersamaan.
Boom! Boom! Boom!
Asap tebal yang membawa banyak bubuk langsung membuat ketiga penyihir dan para assassin terkejut. Namun ketika tidak ada efek keracunan seperti yang mereka pikirkan, orang-orang itu malah menjadi bingung.
Mereka melihat ke arah Reinhart sebelumnya berada, tetapi orang-orang itu tidak melihat Reinhart ataupun kesepuluh ksatria.
Penyihir tua level 4 mengendus bubuk aneh itu. Setelah beberapa saat ragu, dia menjilat bubuk tersebut dan ekspresinya langsung berubah.
"Bubuk ini ..."
Lelaki tua itu tampak pucat.
"Segera kabur dari tempat ini!"
Akan tetapi, sebelum mereka bergerak, puluhan serigala dengan bulu abu-abu bergaris hijau di bagian kaki dan ekornya telah mengepung mereka.
Meski kebanyakan dari mereka hanya monster/beast level 1 dan 2, dari segi jumlah ... para serigala itu jelas lebih banyak.
Belum sempat mereka menentukan strategi, tiba-tiba muncul dua ekor tarantula hitam seukuran kereta kuda dari hutan. Salah satunya level 3, dan yang terakhir ada di level 4.
Kedatangan makhluk itu jelas membuat mereka semakin putus asa!
'Benar-benar pemuda yang kejam.'
Melihat ke arah beast yang mengepung mereka, pria tua itu berkata.
"Aku tidak akan banyak bicara, tapi aku hanya akan memberi satu pesan untuk kalian semua."
Penyihir tua itu meraung.
"Bertarung! Bertarung sekuat tenaga untuk hidupmu!!!"
***
Sementara itu, di daerah perbukitan cukup jauh dari lokasi tiga penyihir dan para assassin dikepung.
"Hah .... Hah ... Cukup! Kita bisa beristirahat sebentar."
Reinhart yang sibuk berlari akhirnya berhenti lalu duduk di atas batu besar.
Para ksatria yang memiliki fisik sedikit lebih baik daripada Reinhart tampak lebih kelelahan. Meski mereka semua ada di level 2, mereka sama sekali tidak siap.
Kesepuluh ksatria benar-benar berlari sekuat tenaga tanpa mengatur napas mereka.
Takut tertinggal dan kehilangan nyawa kecil mereka!
"Bagaimana??? Bukankah itu asyik dan mendebarkan?"
Reinhart terkekeh. Napasnya masih naik turun, benar-benar tampak kelelahan. Namun, karena ini ... jelas kekuatan Jalan Perdagangan akan turun sangat banyak. Bahkan bisa dibilang jatuh ke bawah!
'Asyik kepala bapakmu!!!'
Para ksatria meraung dalam hati mereka.
Orang-orang itu mengingat bagaimana para serigala muncul. Belum lagi dua tarantula raksasa yang tampak sangat berbahaya, membuat mereka hampir mengompol di tempat!
'Tenang saja. Kalian bisa mengikuti aku. Semuanya akan baik-baik saja.'
Kesepuluh ksatria mengingat kata-kata Reinhart. Bukannya lega, mereka malah kesal. Bukan hanya rencananya tidak dibicarakan, ternyata apa yang harus mereka lakukan sangat berbahaya!
"Apakah kalian sudah selesai beristirahat? Haruskah kita segera pergi?"
"Pergi? Kita harus pergi ke mana lagi, Tuan??? Bukankah kegilaan malam ini sudah cukup?"
Salah satu ksatria bertanya dengan senyum pahit di wajahnya. Sementara itu, mereka juga tampak begitu cemas sekaligus lelah. Tampaknya sudah tidak tahan!
Apa yang mereka lakukan sekarang benar-benar lebih mendebarkan daripada berlatih dan menjaga Kastil Vinn. Terlalu banyak 'kesenangan' membuat mereka benar-benar tidak tahan lagi.
Mereka hanya ingin segera beristirahat!
Melihat ke arah para ksatria yang lelah, Reinhart memiringkan kepalanya. Pemuda itu tersenyum sebelum akhirnya berkata.
"Apa lagi? Tentu saja kita akan pergi ke sarang tarantula raksasa itu untuk menjarah, kan?"
"..."
Melihat sosok Reinhart, para ksatria bingung harus menangis atau tertawa.
Sama sekali tidak menyangka mereka telah mengikuti pemuda setengah gila!
>> Bersambung.